Astra Financial Suntik Dana Rp300 Juta untuk Hidupkan Mimpi Ibu-Ibu Perajin Batik
Selasa, 05 Agustus 2025 - 18:41 WIB
loading...
Rumah Batik Cikuya bukanlah sekadar UMKM biasa. Ia adalah denyut nadi kehidupan bagi para ibu rumah tangga di Desa Cikuya, Kabupaten Tangerang. Foto: Astra Financial
A
A
A
JAKARTA - Di tengah gemerlap ribuan mobil canggih dan deru mesin teknologi masa depan di pameran otomotif GIIAS 2025, ada sebuah cerita hangat yang datang dari sebuah pojok pameran yang jauh dari sorotan utama.
Ini bukan tentang kecepatan atau kemewahan, melainkan tentang janji, pemberdayaan, dan goresan canting di atas selembar kain.
Pada Senin (4/8), raksasa jasa keuangan Astra Financial, yang menjadi sponsor utama GIIAS, membuktikan bahwa komitmen mereka tidak hanya pada angka penjualan. Melalui program tahunan "I Care I Share", mereka menandatangani sebuah janji besar: memberikan pendampingan dan 'suntikan' dana senilai Rp300 juta untuk menghidupkan mimpi sebuah sanggar batik sederhana bernama Rumah Batik Cikuya.
Denyut Nadi dari Desa Cikuya
Rumah Batik Cikuya bukanlah sekadar UMKM biasa. Ia adalah denyut nadi kehidupan bagi para ibu rumah tangga di Desa Cikuya, Kabupaten Tangerang. Di sanggar inilah, mereka tidak hanya belajar membatik, tetapi juga merajut harapan, menambah keahlian, dan mendapatkan penghasilan untuk menopang keluarga.
Ini adalah sebuah bisnis yang dibangun di atas semangat sosial, melestarikan budaya sambil memberdayakan komunitas. Dan kini, semangat mereka mendapatkan dukungan penuh dari salah satu pilar industri nasional.
"Program ini menegaskan kontribusi Astra Financial dalam menciptakan nilai yang berdampak dan berkelanjutan bagi masyarakat," ujar Hugeng Gozali, Presiden Direktur PT Sedaya Multi Investama (Astra Financial), usai menandatangani nota kesepahaman. "Kami percaya bahwa pembinaan UMKM dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus pelestarian budaya."
Tahun Pertama (2025): Fokus pada pembangunan fondasi yang kokoh, mulai dari standardisasi produksi, pendaftaran hak cipta motif, hingga pembangunan workshop yang layak.
Tahun Kedua (2026): Memasuki era digital dengan pengembangan desain baru dan strategi pemasaran online yang masif.
Tahun Ketiga (2027): Membawa karya Batik Cikuya ke panggung nasional melalui pameran bergengsi seperti Inacraft dan Sarinah, serta berkolaborasi dengan desainer ternama.
"Kolaborasi ini menunjukkan bahwa banyak pihak yang peduli dan mendukung keberlanjutan pelaku UMKM," tutur Rahmat Samulo, Ketua Pengurus Yayasan Astra. "Ini menjadi contoh nyata bagaimana Astra turut membina UMKM di Indonesia secara berkelanjutan.”
Hasilnya sungguh di luar dugaan. Karya sederhana itu berhasil terjual dengan harga fantastis Rp20 juta, di mana seluruh hasilnya disumbangkan kembali untuk mendukung program di Rumah Batik Cikuya dan sekolah tersebut.
Di tengah hingar bingar GIIAS, kisah Astra Financial dan Rumah Batik Cikuya menjadi pengingat bahwa di balik setiap transaksi besar, ada sebuah tanggung jawab sosial yanglebihbesar.
Ini bukan tentang kecepatan atau kemewahan, melainkan tentang janji, pemberdayaan, dan goresan canting di atas selembar kain.
Pada Senin (4/8), raksasa jasa keuangan Astra Financial, yang menjadi sponsor utama GIIAS, membuktikan bahwa komitmen mereka tidak hanya pada angka penjualan. Melalui program tahunan "I Care I Share", mereka menandatangani sebuah janji besar: memberikan pendampingan dan 'suntikan' dana senilai Rp300 juta untuk menghidupkan mimpi sebuah sanggar batik sederhana bernama Rumah Batik Cikuya.
Denyut Nadi dari Desa Cikuya
![Astra Financial Suntik Dana Rp300 Juta untuk Hidupkan Mimpi Ibu-Ibu Perajin Batik]()
Rumah Batik Cikuya bukanlah sekadar UMKM biasa. Ia adalah denyut nadi kehidupan bagi para ibu rumah tangga di Desa Cikuya, Kabupaten Tangerang. Di sanggar inilah, mereka tidak hanya belajar membatik, tetapi juga merajut harapan, menambah keahlian, dan mendapatkan penghasilan untuk menopang keluarga.
Ini adalah sebuah bisnis yang dibangun di atas semangat sosial, melestarikan budaya sambil memberdayakan komunitas. Dan kini, semangat mereka mendapatkan dukungan penuh dari salah satu pilar industri nasional.
"Program ini menegaskan kontribusi Astra Financial dalam menciptakan nilai yang berdampak dan berkelanjutan bagi masyarakat," ujar Hugeng Gozali, Presiden Direktur PT Sedaya Multi Investama (Astra Financial), usai menandatangani nota kesepahaman. "Kami percaya bahwa pembinaan UMKM dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus pelestarian budaya."
Peta Jalan Tiga Tahun Menuju Panggung Nasional
Dukungan ini bukanlah "bantuan sesaat". Astra Financial bersama Yayasan Astra telah merancang sebuah peta jalan pembinaan intensif selama tiga tahun (2025-2027) untuk memastikan Rumah Batik Cikuya bisa mandiri dan naik kelas.Tahun Pertama (2025): Fokus pada pembangunan fondasi yang kokoh, mulai dari standardisasi produksi, pendaftaran hak cipta motif, hingga pembangunan workshop yang layak.
Tahun Kedua (2026): Memasuki era digital dengan pengembangan desain baru dan strategi pemasaran online yang masif.
Tahun Ketiga (2027): Membawa karya Batik Cikuya ke panggung nasional melalui pameran bergengsi seperti Inacraft dan Sarinah, serta berkolaborasi dengan desainer ternama.
"Kolaborasi ini menunjukkan bahwa banyak pihak yang peduli dan mendukung keberlanjutan pelaku UMKM," tutur Rahmat Samulo, Ketua Pengurus Yayasan Astra. "Ini menjadi contoh nyata bagaimana Astra turut membina UMKM di Indonesia secara berkelanjutan.”
Dari Tangan Mungil, Lahir Karya Bernilai Puluhan Juta
Komitmen ini bahkan sudah melahirkan buah manis. Dalam sebuah workshop yang mengharukan, Astra Financial mempertemukan para siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Raudotul Anwar dengan para perajin batik Cikuya. Kain batik hasil kolaborasi tangan-tangan mungil dan terampil itu kemudian dilelang.Hasilnya sungguh di luar dugaan. Karya sederhana itu berhasil terjual dengan harga fantastis Rp20 juta, di mana seluruh hasilnya disumbangkan kembali untuk mendukung program di Rumah Batik Cikuya dan sekolah tersebut.
Di tengah hingar bingar GIIAS, kisah Astra Financial dan Rumah Batik Cikuya menjadi pengingat bahwa di balik setiap transaksi besar, ada sebuah tanggung jawab sosial yanglebihbesar.
(dan)
Lihat Juga :