Taktik Bisnis Xiaomi Picu Kontroversi Baru
Kamis, 07 Agustus 2025 - 07:35 WIB
loading...
Xiaomi SU7 . FOTO/ SindoNews
A
A
A
BEIJING - Beberapa pelanggan kendaraan listrik Xiaomi mengungkapkan ketidakpuasan mereka di media sosial ketika mereka mengaku diminta untuk melunasi sisa pembayaran pembelian di muka, beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan sebelum tanggal pengiriman yang dijadwalkan.
BACA JUGA - Hyundai Tetap Gunakan Tombol Fisik pada Interior Beberapa Mobil Terbaru
Tindakan ini dianggap bertentangan dengan pernyataan resmi perusahaan sebelumnya yang menyatakan bahwa pelanggan dapat melakukan pembayaran terakhir setelah memeriksa kendaraan mereka.
Menurut laporan dari portal teknologi dan otomotif Tiongkok, Sina Tech dan Auto Sohu, perwakilan penjualan Xiaomi memberi tahu pelanggan yang telah membayar uang muka bahwa produksi kendaraan mereka akan "ditangguhkan" dan jadwal pengiriman semula tidak akan berlaku lagi kecuali mereka melunasi sisa pembayaran dalam waktu 30 hari.
Yang lebih mengejutkan, beberapa pelanggan mengklaim bahwa kendaraan mereka masih membutuhkan waktu antara 22 hingga 25 minggu untuk diselesaikan, tetapi mereka menerima pemberitahuan pembayaran yang disertai peringatan: kegagalan melakukan pembayaran dapat mengakibatkan pembatalan pesanan dan hilangnya uang muka sebesar 5.000 yuan (sekitar RM3.300).
Ketika dihubungi oleh Sina Tech untuk dimintai komentar, Xiaomi menolak berkomentar lebih lanjut.
Kontroversi ini diyakini bermula dari isi perjanjian penjualan Xiaomi sendiri, yang menetapkan bahwa pelanggan harus melakukan pembayaran penuh dalam waktu tujuh hari setelah menerima pemberitahuan pembayaran.
Perusahaan juga berhak untuk mengeluarkan pemberitahuan ini kapan saja, berdasarkan "penjadwalan produksi atau situasi penjualan," dan menganggap kegagalan membayar sebagai "pelanggaran kontrak mendasar" yang memungkinkannya untuk membatalkan pesanan dan menahan uang muka pelanggan.
Pelanggan mempertanyakan apakah ketentuan perjanjian tersebut adil, karena harus diterima agar pembelian dapat dilanjutkan.
Yang lebih dipertanyakan lagi adalah pernyataan sebelumnya di akun WeChat resmi Xiaomi, yang menyatakan bahwa pelanggan diperbolehkan melakukan pembayaran cicilan setelah memeriksa kendaraan mereka, yang jelas bertentangan dengan praktik saat ini.
Sebagai perbandingan, produsen kendaraan listrik lain seperti Tesla dan Nio mengizinkan pelanggan untuk memeriksa kendaraan sebelum melakukan pembayaran penuh, sementara produsen konvensional seperti BYD dan Geely biasanya menggunakan model uang muka dengan pelunasan pembayaran saat pengiriman.
BACA JUGA - Hyundai Tetap Gunakan Tombol Fisik pada Interior Beberapa Mobil Terbaru
Tindakan ini dianggap bertentangan dengan pernyataan resmi perusahaan sebelumnya yang menyatakan bahwa pelanggan dapat melakukan pembayaran terakhir setelah memeriksa kendaraan mereka.
Menurut laporan dari portal teknologi dan otomotif Tiongkok, Sina Tech dan Auto Sohu, perwakilan penjualan Xiaomi memberi tahu pelanggan yang telah membayar uang muka bahwa produksi kendaraan mereka akan "ditangguhkan" dan jadwal pengiriman semula tidak akan berlaku lagi kecuali mereka melunasi sisa pembayaran dalam waktu 30 hari.
Yang lebih mengejutkan, beberapa pelanggan mengklaim bahwa kendaraan mereka masih membutuhkan waktu antara 22 hingga 25 minggu untuk diselesaikan, tetapi mereka menerima pemberitahuan pembayaran yang disertai peringatan: kegagalan melakukan pembayaran dapat mengakibatkan pembatalan pesanan dan hilangnya uang muka sebesar 5.000 yuan (sekitar RM3.300).
Ketika dihubungi oleh Sina Tech untuk dimintai komentar, Xiaomi menolak berkomentar lebih lanjut.
Kontroversi ini diyakini bermula dari isi perjanjian penjualan Xiaomi sendiri, yang menetapkan bahwa pelanggan harus melakukan pembayaran penuh dalam waktu tujuh hari setelah menerima pemberitahuan pembayaran.
Perusahaan juga berhak untuk mengeluarkan pemberitahuan ini kapan saja, berdasarkan "penjadwalan produksi atau situasi penjualan," dan menganggap kegagalan membayar sebagai "pelanggaran kontrak mendasar" yang memungkinkannya untuk membatalkan pesanan dan menahan uang muka pelanggan.
Pelanggan mempertanyakan apakah ketentuan perjanjian tersebut adil, karena harus diterima agar pembelian dapat dilanjutkan.
Yang lebih dipertanyakan lagi adalah pernyataan sebelumnya di akun WeChat resmi Xiaomi, yang menyatakan bahwa pelanggan diperbolehkan melakukan pembayaran cicilan setelah memeriksa kendaraan mereka, yang jelas bertentangan dengan praktik saat ini.
Sebagai perbandingan, produsen kendaraan listrik lain seperti Tesla dan Nio mengizinkan pelanggan untuk memeriksa kendaraan sebelum melakukan pembayaran penuh, sementara produsen konvensional seperti BYD dan Geely biasanya menggunakan model uang muka dengan pelunasan pembayaran saat pengiriman.
(wbs)
Lihat Juga :