Hapus Stigma Lama, Jaecoo Patahkan Hantu Kelangkaan Suku Cadang Mobil China
Selasa, 19 Agustus 2025 - 09:47 WIB
loading...
Dengan menggandeng raksasa logistik DHL untuk membangun pusat suku cadang di Indonesia, Jaecoo secara efektif memotong rantai tunggu impor yang selama ini menjadi mimpi buruk konsumen. Foto: Jaecoo Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Sebuah ‘hantu’ tak kasat mata selama ini gentayangan di benak para pemilik mobil merek China di Indonesia: kelangkaan suku cadang. Kisah-kisah viral di media sosial tentang mobil premium yang ‘tertidur’ berbulan-bulan di bengkel karena menunggu komponen impor telah menjadi momok yang menakutkan.
Jaecoo, merek premium asal Tiongkok yang baru saja melakukan debut akbarnya di panggung GIIAS 2025, sadar betul bahwa untuk merebut hati pasar Indonesia, pameran mobil canggih saja tidak cukup. Mereka harus terlebih dahulu menaklukkan monster terbesar yaitu keraguan akan layanan purna jual.
Sebuah Janji Bernilai Ratusan Juta
Sebelum resmi menjual satu unit pun, Jaecoo telah membangun fondasi kepercayaan. Mereka mengerti betapa menyakitkannya bagi konsumen yang telah berinvestasi besar pada sebuah kendaraan.
"Misalkan, beli mobil Rp499 juta, kalau misalkan amit-amit ada sparepart yang harus diganti mesti menunggu, ya kasihan juga," ujar Mohammad Ilham Pratama, Head of Marketing Jaecoo Indonesia, dengan nada empatik. Pernyataan ini bukan sekadar basa-basi, melainkan pengakuan atas masalah nyata yang ada di pasar.
Sebagai bukti nyata, Ilham mengungkap langkah strategis mereka. "Kita ada gudang khusus suku cadang bersama DHL. Jadi kami sudah mempersiapkan, khususnya spare part fast moving," ungkapnya.
Dengan menggandeng raksasa logistik dunia untuk membangun pusat suku cadang di Indonesia, Jaecoo secara efektif memotong rantai tunggu impor yang selama ini menjadi mimpi buruk konsumen.
Ditambah lagi, seluruh model mereka dirakit secara lokal, semakin memperkuat komitmen ketersediaan komponen.
Di segmen yang lebih tinggi, ada Jaecoo J8, SUV premium berukuran lebih besar yang menyasar keluarga mapan. Puncaknya adalah sang penantang masa depan, Jaecoo J5 EV. Mobil listrik murni ini datang dengan janji jarak tempuh impresif lebih dari 500 km dan harga yang agresif, mulai dari Rp 300 jutaan, sebuah angka yang siap mengguncang pasar mobil listrik nasional.
Langkah Jaecoo untuk memprioritaskan ekosistem purna jual sebelum penjualan massal adalah sebuah manuver cerdas. Ini adalah sebuah deklarasi perang terhadap stigma negatif yang selama ini melekat pada merek-merek senegaranya.
Jika janji ini terbukti, bukan tidak mungkin Jaecoo akan menjadi pelopor yang membuka gerbang era baru kepercayaan bagi industri otomotif ChinadiIndonesia.
Jaecoo, merek premium asal Tiongkok yang baru saja melakukan debut akbarnya di panggung GIIAS 2025, sadar betul bahwa untuk merebut hati pasar Indonesia, pameran mobil canggih saja tidak cukup. Mereka harus terlebih dahulu menaklukkan monster terbesar yaitu keraguan akan layanan purna jual.
Sebuah Janji Bernilai Ratusan Juta
![Hapus Stigma Lama, Jaecoo Patahkan Hantu Kelangkaan Suku Cadang Mobil China]()
Sebelum resmi menjual satu unit pun, Jaecoo telah membangun fondasi kepercayaan. Mereka mengerti betapa menyakitkannya bagi konsumen yang telah berinvestasi besar pada sebuah kendaraan.
"Misalkan, beli mobil Rp499 juta, kalau misalkan amit-amit ada sparepart yang harus diganti mesti menunggu, ya kasihan juga," ujar Mohammad Ilham Pratama, Head of Marketing Jaecoo Indonesia, dengan nada empatik. Pernyataan ini bukan sekadar basa-basi, melainkan pengakuan atas masalah nyata yang ada di pasar.
Sebagai bukti nyata, Ilham mengungkap langkah strategis mereka. "Kita ada gudang khusus suku cadang bersama DHL. Jadi kami sudah mempersiapkan, khususnya spare part fast moving," ungkapnya.
Dengan menggandeng raksasa logistik dunia untuk membangun pusat suku cadang di Indonesia, Jaecoo secara efektif memotong rantai tunggu impor yang selama ini menjadi mimpi buruk konsumen.
Ditambah lagi, seluruh model mereka dirakit secara lokal, semakin memperkuat komitmen ketersediaan komponen.
Trio Andalan yang Siap Menggoda
Dengan jaminan purna jual yang kokoh, Jaecoo dengan percaya diri memperkenalkan trio andalannya di GIIAS 2025 yang baru saja berakhir. Pertama adalah Jaecoo J7 SHS, sebuah SUV hybrid canggih yang dibanderol di angka Rp499 jutaan. Di kelasnya, ia datang untuk menantang para pemain lama.Di segmen yang lebih tinggi, ada Jaecoo J8, SUV premium berukuran lebih besar yang menyasar keluarga mapan. Puncaknya adalah sang penantang masa depan, Jaecoo J5 EV. Mobil listrik murni ini datang dengan janji jarak tempuh impresif lebih dari 500 km dan harga yang agresif, mulai dari Rp 300 jutaan, sebuah angka yang siap mengguncang pasar mobil listrik nasional.
Langkah Jaecoo untuk memprioritaskan ekosistem purna jual sebelum penjualan massal adalah sebuah manuver cerdas. Ini adalah sebuah deklarasi perang terhadap stigma negatif yang selama ini melekat pada merek-merek senegaranya.
Jika janji ini terbukti, bukan tidak mungkin Jaecoo akan menjadi pelopor yang membuka gerbang era baru kepercayaan bagi industri otomotif ChinadiIndonesia.
(dan)
Lihat Juga :