Ironi di Panggung GIIAS 2025: Pesta Penjualan Unit Tak Diikuti Kilau Rupiah

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:06 WIB
loading...
Ironi di Panggung GIIAS...
Walaupun penjualan mobil di GIIAS 2025 lebih banyak, tapi nilainya justru turun. Foto: Sindonews
A A A
JAKARTA - Gemerlap panggung Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 resmi berakhir, meninggalkan jejak angka-angka yang melahirkan paradoks. Di satu sisi, riuh rendah pengunjung dan decak kagum pada 54 model mobil baru berhasil mendorong angka penjualan unit kendaraan ke rekor baru.

Namun di sisi lain, kilau nilai transaksi rupiah justru meredup, tak semewah panggungnya.

Pameran otomotif terbesar di Asia Tenggara yang dihelat di ICE BSD City pada 24 Juli hingga 3 Agustus itu berhasil mencatatkan penjualan sebanyak 38.000 unit kendaraan.

Angka ini menjadi sebuah kemenangan tersendiri, melonjak signifikan sebesar 12% dari catatan tahun sebelumnya yang "hanya" mampu menjual 34.887 unit.

Euforia ini juga didukung oleh membeludaknya pengunjung yang mencapai 485.569 orang, melampaui capaian GIIAS 2024.

Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi, tak bisa menyembunyikan kebanggaannya. Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, angka penjualan unit menjadi oase yang menyejukkan.

"Sungguh luar biasa bahwa di tengah tantangan tahun ini GIIAS berhasil catatkan transaksi total lebih dari 38 ribu unit kendaraan, lampaui hasil tahun lalu sebesar 12 persen," ujar Nangoi dalam keterangan resminya. Sebuah pernyataan yang terdengar penuh kemenangan.

Namun, di balik perayaan jumlah unit yang terjual, tersembunyi sebuah fakta yang tak diungkap secara gamblang: nilai total transaksi justru menurun.

Jika pada GIIAS 2024 pundi-pundi yang terkumpul mencapai Rp18,7 triliun, Gaikindo mengakui bahwa tahun ini angkanya lebih rendah. Berapa persisnya? Angka itu masih menjadi misteri yang disimpan rapat.

Penurunan nilai ini melahirkan sebuah kritik dan pertanyaan besar. Jika mobil yang terjual lebih banyak, mengapa uang yang berputar lebih sedikit?

Nangoi memberikan sebuah dalih yang menarik. "Meski demikian, tercatat nilai keseluruhan penjualan mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu, dimana hal ini dipengaruhi oleh semakin kompetitifnya harga model kendaraan yang diluncurkan, yang menurut kami memiliki hal positif bagi masyarakat," jelasnya.

Secara sederhana, argumen ini bisa dibaca: masyarakat membeli lebih banyak mobil, tetapi mobil yang mereka beli adalah mobil-mobil dengan harga yang lebih terjangkau.

Ini adalah sinyalemen penting. Apakah daya beli masyarakat sebenarnya sedang melemah, sehingga mereka lebih memilih mobil di segmen harga Rp200-Rp400 jutaan ketimbang SUV atau sedan premium seharga di atas Rp700 juta?

Ataukah ini pertanda perang harga antar merek yang semakin sengit, memaksa mereka memangkas margin keuntungan demi merebut pangsa pasar?

Fenomena ini menjadi sebuah ironi. Pameran yang menampilkan mobil-mobil konsep berteknologi canggih dan kendaraan mewah seharga miliaran rupiah, pada akhirnya justru ditopang oleh penjualan model-model yang lebih "merakyat".

Meskipun begitu, Gaikindo berusaha menepis anggapan bahwa GIIAS adalah ajang jualan semata. Mereka menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah mendorong industri dan memperkenalkan teknologi terbaru kepada publik.

"Kembali kami tekankan transaksi bukan tujuan utama GIIAS, namun hasil yang dicatat pada tahun ini benar-benar menjadi dorongan kuat untuk pertumbuhan industri di tahun ini," pungkas Nangoi.

Pada akhirnya, GIIAS 2025 meninggalkan dua wajah. Wajah pertama adalah senyum kepuasan melihat antusiasme publik dan volume penjualan yang memecahkan rekor. Namun, wajah kedua adalah kerutan dahi yang merefleksikan sebuah realitas ekonomi: jumlah boleh menang, tapi nilai rupiah berkata lain. Ini adalah sebuah catatan kritis yang tak bisa diabaikan di tengah riuh tepuk tanganperayaan.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hyundai Hadirkan Powertrain...
Hyundai Hadirkan Powertrain Lengkap di GIIAS 2026
Barisan Mobil Terbaru...
Barisan Mobil Terbaru yang Akan Tampil di GIIAS 2026 Diumumkan
Merek China Mulai Kuasai...
Merek China Mulai Kuasai Pasar, Honda Nyaris Terlempar dari Daftar 10 Terlaris Nasional
Heboh! Penjualan Mobil...
Heboh! Penjualan Mobil Nasional April 2026 Tembus 80 Ribu Unit, Rekor Baru Pasca-Lebaran
Inilah 5 Merek Mobil...
Inilah 5 Merek Mobil Paling Tidak Laku di Indonesia
Pertaruhan Pabrik Onderdil:...
Pertaruhan Pabrik Onderdil: Siasat Toyota Selamatkan 760 Pemasok Lokal dari Tsunami Mobil Listrik
Penjualan Mobil Nasional...
Penjualan Mobil Nasional di 2026 Diproyeksi Capai 850.000 Unit
Penjualan Mobil Tokcer...
Penjualan Mobil Tokcer di Oktober, Pertanda Konsumsi Kelas Menengah RI Menggeliat
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Rekomendasi
Stres Jadi Salah Satu...
Stres Jadi Salah Satu Pemicu GERD Kambuh, Ini Cara Mengelolanya
Kepala BPOM Dorong ASEAN...
Kepala BPOM Dorong ASEAN Perkuat Sistem Darurat Keamanan Pangan
Praperadilan Roy Suryo...
Praperadilan Roy Suryo Dikabulkan Sebagian, Pakar Hukum Pidana: Tak Batalkan Status Tersangka dan Pokok Perkara
Berita Terkini
Risiko Berkendara Jarak...
Risiko Berkendara Jarak Jauh dengan Mobil Listrik Selain Kehabisan Baterai
Dituduh Meniru Porsche...
Dituduh Meniru Porsche Taycan, Bos MG Kehilangan Muka
Baojun Yep Plus: SUV...
Baojun Yep Plus: SUV Kotak Listrik Mirip Suzuki Jimny Harga Rp200 Jutaan
Baojun Huajing S: Wuling...
Baojun Huajing S: Wuling Bikin Kejutan dengan SUV yang Mendekati Kelas Range Rover
Melihat Langsung Dapur...
Melihat Langsung Dapur Perakitan Baterai Wuling di Liuzhou China!
Satu-satunya di China!...
Satu-satunya di China! Ini Isi Laboratorium Rahasia Wuling yang Jarang Dilihat Masyarakat Umum
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved