Selamat Tinggal Fox-S, Polytron Siapkan Babak Baru Motor Listrik yang Lebih Gesit untuk Wanita Indonesia
Jum'at, 22 Agustus 2025 - 09:58 WIB
loading...
Polytron Indonesia siap untuk merilis produk baru seperti Honda BeAT yang bisa meraih lebih banyak peminat motor listrik. Foto: Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Polytron Indonesia mengambil langkah berani yang mengejutkan. Perusahaan raksasa elektronik ini memutuskan untuk menghentikan produksi salah satu 'anak emas' mereka, Polytron Fox-S, model yang selama ini dikenal sebagai primadona karena harganya yang sangat ramah di kantong.
Bukan tanpa alasan Fox-S begitu dicintai. Dengan banderol awal hanya Rp11 jutaan (ditambah skema sewa baterai Rp200 ribu per bulan), motor ini sukses membuka gerbang bagi ribuan masyarakat untuk beralih ke era elektrifikasi.
Performanya pun tak bisa diremehkan; dibekali baterai LiFePo 1,94 kWh, Fox-S mampu melesat hingga 80 km/jam dan menempuh jarak 70 km dalam sekali pengisian daya. Tenaga dari dinamo sebesar 4.800 Watt (4,8 kW) membuatnya menjadi teman andal di jalanan perkotaan.
Namun, setiap akhir adalah awal dari sesuatu yang baru. Keputusan untuk "menyuntik mati" Fox-S bukanlah sebuah langkah mundur, melainkan lompatan besar ke depan. Ini adalah strategi visioner untuk menyambut kehadiran sang suksesor yang dirancang lebih spesifik dan lebih canggih.
Ilman Fachrian, Head of Product 2W Polytron Indonesia, mengonfirmasi kabar ini dengan penuh optimisme.
Menurutnya, ini adalah bagian dari regenerasi produk untuk menjawab kebutuhan pasar yang lebih presisi.
"Ya, jadi model baru ini buat gantiin Fox-S. Polytron Fox-S sudah tidak diproduksi lagi. Stoknya masih ada tapi cuma tunggu unitnya habis saja," kata Ilman di Jakarta Barat, beberapa waktu lalu.
Lantas, siapakah sosok pengganti yang membuat Polytron rela melepas model terlarisnya? Ilman membocorkan bahwa sang pendatang baru ini dirancang khusus untuk menjadi sahabat terbaik para wanita pengendara di Indonesia.
Desainnya dibuat lebih kompak, lebih ringan, dan jauh lebih mudah dikendalikan.
Bayangkan saja, jika baterai Fox-S memiliki bobot 20-25 kg, model baru ini akan datang dengan baterai yang bobotnya hanya 10-15 kg. Sebuah perbedaan dramatis yang akan sangat terasa saat dibawa bermanuver.
"Bahkan bobot keseluruhannya itu sedikit di atas Honda BeAT, jadi cocok banget buat perempuan," ujar Ilman, memberikan perbandingan yang sangat akrab di telinga masyarakat Indonesia.
Ini adalah sebuah janji akan kelincahan dan kenyamanan berkendara yang belum pernah ada sebelumnya di lini produk Polytron. Dengan mengorbankan model yang populer, Polytron justru menunjukkan komitmennya untuk terus berinovasi dan mendengarkan suara konsumen.
Langkah ini bukanlah akhir dari kisah Fox-S, melainkan fajar dari sebuah era baru motor listrik yang lebih cerdas, lebih ringan, dan lebih mengerti kebutuhan pengendaranya. Publik kini menanti dengan penuh antisipasi, siapakah 'jagoan' baru yang akan segera mengaspal di jalananIndonesia.
Bukan tanpa alasan Fox-S begitu dicintai. Dengan banderol awal hanya Rp11 jutaan (ditambah skema sewa baterai Rp200 ribu per bulan), motor ini sukses membuka gerbang bagi ribuan masyarakat untuk beralih ke era elektrifikasi.
Performanya pun tak bisa diremehkan; dibekali baterai LiFePo 1,94 kWh, Fox-S mampu melesat hingga 80 km/jam dan menempuh jarak 70 km dalam sekali pengisian daya. Tenaga dari dinamo sebesar 4.800 Watt (4,8 kW) membuatnya menjadi teman andal di jalanan perkotaan.
Namun, setiap akhir adalah awal dari sesuatu yang baru. Keputusan untuk "menyuntik mati" Fox-S bukanlah sebuah langkah mundur, melainkan lompatan besar ke depan. Ini adalah strategi visioner untuk menyambut kehadiran sang suksesor yang dirancang lebih spesifik dan lebih canggih.
Ilman Fachrian, Head of Product 2W Polytron Indonesia, mengonfirmasi kabar ini dengan penuh optimisme.
Menurutnya, ini adalah bagian dari regenerasi produk untuk menjawab kebutuhan pasar yang lebih presisi.
"Ya, jadi model baru ini buat gantiin Fox-S. Polytron Fox-S sudah tidak diproduksi lagi. Stoknya masih ada tapi cuma tunggu unitnya habis saja," kata Ilman di Jakarta Barat, beberapa waktu lalu.
Lantas, siapakah sosok pengganti yang membuat Polytron rela melepas model terlarisnya? Ilman membocorkan bahwa sang pendatang baru ini dirancang khusus untuk menjadi sahabat terbaik para wanita pengendara di Indonesia.
Desainnya dibuat lebih kompak, lebih ringan, dan jauh lebih mudah dikendalikan.
Bayangkan saja, jika baterai Fox-S memiliki bobot 20-25 kg, model baru ini akan datang dengan baterai yang bobotnya hanya 10-15 kg. Sebuah perbedaan dramatis yang akan sangat terasa saat dibawa bermanuver.
"Bahkan bobot keseluruhannya itu sedikit di atas Honda BeAT, jadi cocok banget buat perempuan," ujar Ilman, memberikan perbandingan yang sangat akrab di telinga masyarakat Indonesia.
Ini adalah sebuah janji akan kelincahan dan kenyamanan berkendara yang belum pernah ada sebelumnya di lini produk Polytron. Dengan mengorbankan model yang populer, Polytron justru menunjukkan komitmennya untuk terus berinovasi dan mendengarkan suara konsumen.
Langkah ini bukanlah akhir dari kisah Fox-S, melainkan fajar dari sebuah era baru motor listrik yang lebih cerdas, lebih ringan, dan lebih mengerti kebutuhan pengendaranya. Publik kini menanti dengan penuh antisipasi, siapakah 'jagoan' baru yang akan segera mengaspal di jalananIndonesia.
(dan)
Lihat Juga :