Ancaman Opsen Pajak di Depan Mata: Harga Motor Siap Meroket, Konsumen Jadi Korban?

Jum'at, 22 Agustus 2025 - 12:51 WIB
loading...
Ancaman Opsen Pajak...
Opsen pajak akan menjadi bebar besar dan berat bagi konsumen yang berencana membeli motor baru. Foto: Sindonews
A A A
JAKARTA - Di tengah hiruk pikuk jalanan Indonesia, di mana sepeda motor menjadi nadi kehidupan bagi jutaan orang, sebuah kebijakan baru bernama "opsen pajak" datang membayangi. Kebijakan ini, yang dirancang untuk menambah pundi-pundi pendapatan daerah, berpotensi menjadi beban berat yang akan langsung 'mencekik' leher konsumen, terutama masyarakat kelas menengah ke bawah.

Ancaman ini bukan lagi sekadar isapan jempol. Pengakuan jujur datang dari raksasa industri otomotif itu sendiri. PT Astra Honda Motor (AHM), sebagai produsen motor terbesar di Tanah Air, secara terbuka mengakui bahwa kebijakan ini akan memukul daya beli masyarakat. Meskipun pada akhirnya mereka akan patuh, nada pasrah tak bisa disembunyikan.

"Kita masih menunggu. Tetapi apapun kenaikan harga yang cukup signifikan, pasti akan berdampak ke affordability atau daya beli," kata Octavianus Dwi, Marketing Director PT AHM di Jakarta, beberapa waktu lalu. Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa industri sendiri sudah mengantisipasi dampak negatif dari regulasi baru ini.

Lantas, seberapa berat beban yang harus ditanggung konsumen? Opsen pajak, yang merupakan pungutan tambahan pada Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), diprediksi akan membuat harga sepeda motor baru melonjak antara Rp800.000 hingga Rp2.000.000 per unit.

Angka ini mungkin terdengar sepele bagi sebagian kalangan, namun bagi seorang pekerja yang menabung berbulan-bulan demi sebuah alat transportasi untuk bekerja, kenaikan ini adalah pukulan telak. Akibatnya, potensi penurunan penjualan sepeda motor pada semester kedua tahun 2025 ini menjadi sebuah keniscayaan yang sulit dihindari.

Dilema pun muncul. Di satu sisi, pemerintah daerah berdalih kebijakan ini diperlukan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Namun, pertanyaan kritis yang mengemuka adalah: haruskah peningkatan pendapatan itu dicapai dengan cara membebani sektor yang paling vital bagi mobilitas dan ekonomi rakyat kecil?

Ironisnya, saat ditanya mengenai strategi untuk mengatasi hal ini, jawaban dari pihak produsen seolah menyiratkan sebuah harapan pasrah bahwa pada akhirnya konsumenlah yang harus beradaptasi.

"Tinggal nanti bagaimana operasionalnya bersama dengan finance company dan diler. Konsumen sendiri juga melakukan adjustment (penyesuaian), itu yang kita harapkan," ungkap Octa.

Frasa "diharapkan konsumen melakukan penyesuaian" terdengar seperti sebuah sinyal bahwa beban ini, suka tidak suka, akan dilimpahkan ke pundak masyarakat. Sementara sejumlah daerah masih menunda penerapan dan menggelar program pemutihan, ancaman kenaikan harga ini tetap menjadi awan kelabu yanng menggantung.

Pada akhirnya, masyarakatlah yang harus bersiap menghadapi konsekuensinya, berharap 'penyesuaian' yang harus mereka lakukan tidak berarti mengorbankan kebutuhan penting lainnya demi sebuah kebijakan yang terasaprematur.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penjualan Motor 2025...
Penjualan Motor 2025 Tembus 6,41 Juta Unit, 65 Persen Beli Secara Kredit
Populasi Motor Tembus...
Populasi Motor Tembus 112 Juta Unit: Indonesia Nomor 2 Dunia, Kalahkan China dan Vietnam
Pasar Sepeda Motor Nasional...
Pasar Sepeda Motor Nasional Kirim Sinyal Bahaya, Penjualan Kumulatif 2025 Terkoreksi di Tengah Tekanan Ekonomi
Pasar Motor Lesu, Suzuki...
Pasar Motor Lesu, Suzuki Beri Kode ke Pemerintah: Turunkan Bunga, Penjualan Bisa Melesat 10%!
Pesta Rakyat Roda Dua:...
Pesta Rakyat Roda Dua: IMOS 2025 Diserbu 103 Ribu Pengunjung, Motor Listrik Hanya Jadi Pemanis
Pameran IMOS 2025 Dihantui...
Pameran IMOS 2025 Dihantui Ancaman Rohana & Rojali, AISI Siapkan Jurus Jitu Konversi Penonton Jadi Pembeli
Kepala BGN: Program...
Kepala BGN: Program MBG Bikin Penjualan Motor Naik 4,9 Juta Unit di 2025
Aturan Opsen Pajak Baru...
Aturan Opsen Pajak Baru di DKI Jakarta, Ini Ketentuan dan Implikasinya
Kebijakan Terbaru Pemprov...
Kebijakan Terbaru Pemprov DKI Jakarta: Tidak Ada Opsen Pajak, Ini Penjelasannya
Rekomendasi
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Urutan Mandi Wajib Setelah...
Urutan Mandi Wajib Setelah Haid yang Benar agar Sah Melaksanakan Ibadah Fardhu Lagi
Putri Pelatih Norwegia...
Putri Pelatih Norwegia Bikin Heboh Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Bukti Geely Serius di...
Bukti Geely Serius di Indonesia: Kapasitas Produksi EX2 Dilipatgandakan!
T1, Inikah Mobil Listrik...
T1, Inikah Mobil Listrik Pertama BAIC di Indonesia?
Polytron Wujudkan Desain...
Polytron Wujudkan Desain Pemenang FOX Berkreasik: Dari Konsep Basket hingga Sneaker Culture
Ini Alasan Harga Lepas...
Ini Alasan Harga Lepas E4 Belum Juga Diumumkan
DFSK E5 Plus: Pre-Booking...
DFSK E5 Plus: Pre-Booking Dibuka, Ratusan Unit Ludes di Hari Pertama
Lepas E4 vs Jaecoo J5:...
Lepas E4 vs Jaecoo J5: Perbandingan SUV EV Rp300 Jutaan Terbaik
Infografis
Ngonten di Depan Rumah...
Ngonten di Depan Rumah Korban Kebakaran LA, Uya Kuya Bakal Diperiksa MKD
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved