Di-PHP Pemerintah, Produsen Motor Listrik Bakar Uang Sendiri Demi Bertahan Hidup

Rabu, 27 Agustus 2025 - 13:59 WIB
loading...
Di-PHP Pemerintah, Produsen...
Nasib percepatan adopsi motor listrik di Indonesia kini digantung, terperangkap di antara janji pemerintah dan realita pahit dunia usaha. Foto: Sindonews
A A A
JAKARTA - Ironi pahit tengah terjadi di industri motor listrik Indonesia. Di saat animo masyarakat sedang tinggi-tingginya, program subsidi dari pemerintah yang menjadi "nyawa" utama penjualan justru mati suri sejak Desember 2024.

Kini, para produsen dibiarkan terkatung-katung dalam ketidakpastian, dipaksa mengambil langkah nekat demi menjaga pasar tetap hidup.

Pemerintah, melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin), seolah tak berdaya, terperangkap dalam labirin birokrasi yang lambat.

Sementara itu, di medan perang yang sesungguhnya, para pemain industri seperti Polytron terpaksa "bakar uang" dengan memberikan subsidi dari kantong mereka sendiri.

Jawaban Klasik Birokrasi: "Ditunggu Saja!"

Saat ditanya mengenai nasib kelanjutan subsidi yang sangat dinantikan ini, jawaban dari pemerintah terdengar seperti sebuah lagu lama yang diputar berulang-ulang.

"Usulan-usulan datang dari industri. Usulan itu dibahas bersama pimpinan asosiasi dan kementerian atau lembaga terkait," kata Mahardi Tunggul Wicaksono, Direktur Industri Kemenperin, di Jakarta, Senin (25/8).

Ia mengakui bahwa proses ini harus melewati berbagai mekanisme yang rumit. Puncaknya adalah kalimat pasrah yang menjadi mimpi buruk bagi para pelaku bisnis yang butuh kepastian.

"Sejauh ini masih dalam proses. Kami menunggu arahan lebih lanjut. Jadi ditunggu saja," ujarnya.

Jawaban "ditunggu saja" adalah kemewahan yang tidak dimiliki oleh industri. Setiap hari tanpa kepastian adalah potensi kehilangan penjualan dan momentum pasar yang telah dibangun dengan susah payah.

Ironi di Balik Angka: Program Sukses yang Ditelantarkan

Sikap pemerintah yang lamban ini terasa semakin ironis jika melihat data kesuksesan program subsidi sebelumnya. Diluncurkan pada Maret 2023 dengan kuota 200.000 unit, program ini memang sempat terseok-seok.

Namun, setelah syarat dipermudah, animo publik meledak. Kuota 50.000 unit di 2024 ludes, bahkan harus ditambah 10.000 unit lagi pada Agustus 2024.

Data ini adalah bukti tak terbantahkan: masyarakat menginginkan motor listrik, dan subsidi adalah jembatan utamanya. Lantas, mengapa program yang terbukti berhasil justru kini "ditelantarkan" tanpa kejelasan?

Langkah Nekat Sang Pelopor: Polytron 'Bakar Uang' Rp7 Juta per Unit

Di tengah kelumpuhan kebijakan ini, Polytron mengambil langkah yang sangat berisiko namun patut diacungi jempol. Mereka memutuskan untuk tidak menunggu. Sebaliknya, mereka mengambil alih peran pemerintah dengan memberikan subsidi Rp7 juta langsung kepada konsumen.

Ini adalah pertaruhan besar yang mengorbankan keuntungan demi menjaga api pasar tetap menyala.

"Ya pasti (margin keuntungannya menipis), itu sudah pasti. Tapi Polytron kalau sudah terjun ke suatu bisnis pasti akan commit. Jadi biar kami yang ngurus di dapur, kami usahakan produk kami memenuhi kebutuhan konsumen," ungkap Ilman Fachrian, Head of Product EV 2W Polytron Indonesia.

Pada akhirnya, kisah ini adalah cerminan dari sebuah kegagapan sistemik. Industri sudah siap berlari kencang, konsumen sudah berada di garis start, namun pistol penanda balapan justru dipegang oleh wasit yang masih sibuk berdiskusi.

Nasib percepatan adopsi motor listrik di Indonesia kini "digantung", terperangkap di antara janji pemerintah dan realita pahit dunia usaha.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hyundai Hadirkan Powertrain...
Hyundai Hadirkan Powertrain Lengkap di GIIAS 2026
Flying Flea C6 Motor...
Flying Flea C6 Motor Listrik Pertama Royal Enfield Diperkenalkan
Polytron Wujudkan Desain...
Polytron Wujudkan Desain Pemenang FOX Berkreasik: Dari Konsep Basket hingga Sneaker Culture
Motor Listrik Rp32 Juta...
Motor Listrik Rp32 Juta yang Tak Takut Jalan Rusak: Tyranno X Hadir di Jakarta Fair
Digas Wapres Gibran...
Digas Wapres Gibran di Papua, Ini Spesifikasi Yadea Velax H
Pangkas BBM, PLN Borong...
Pangkas BBM, PLN Borong 500 Motor Listrik Polytron Fox 350 Buat Operasional Jawa Timur
Kejagung: Peran Oknum...
Kejagung: Peran Oknum TNI di Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Motor Listrik MBG Gelembungkan Harga
Insentif Kendaraan Listrik...
Insentif Kendaraan Listrik Mundur Jauh, Begini Kata Purbaya
Wakil Presiden RI Tinjau...
Wakil Presiden RI Tinjau Fasilitas Produksi dan Proses Konversi Motor Listrik United E-Motor Plant 3
Rekomendasi
Aturan Baru Outsourcing...
Aturan Baru Outsourcing Masuk Tahap Finalisasi, Said Iqbal: Target Rampung Juli 2026
Mantan Sekjen MPR Ma’ruf...
Mantan Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono Minta Fee Proyek Pakai Istilah ‘Uang Assalammualaikum’
Indonesia Temukan Cadangan...
Indonesia Temukan Cadangan Emas Baru di Papua, Prabowo: Sangat Besar
Berita Terkini
Kenapa BAIC Taruh Setengah...
Kenapa BAIC Taruh Setengah Nasib 2026 di Tangan T1?
BAIC T1 Hadir, Ini Alasan...
BAIC T1 Hadir, Ini Alasan Orang Pilih Hatchback Crossover EV Dibanding SUV Listrik!
Peta Persaingan Hatchback...
Peta Persaingan Hatchback Crossover EV 2026: BAIC T1 vs BYD Dolphin, Aion UT, GWM Ora, dan MG S5 EV
Harga dan Spesifikasi...
Harga dan Spesifikasi BAIC T1 di Indonesia: Bidik 1.000 Unit, Target Hatchback Crossover Listrik
Hyundai Pamer Ioniq...
Hyundai Pamer Ioniq V Berdesain Cyberpunk dengan Jarak Tempuh 620 km
Bentley Siap Luncurkan...
Bentley Siap Luncurkan Mobil Listrik Pertamanya September Tahun Ini
Infografis
Motor Listrik Kontroversial...
Motor Listrik Kontroversial Ini Siap Jadi yang Tercepat di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved