Nissan Pelajari Strategi China Bisa Jualan Mobil dengan Harga Murah
Kamis, 18 September 2025 - 07:42 WIB
loading...
Nissan Pelajari Strategi China . FOTO/ CNC
A
A
A
JAKARTA - Nissan Motor Co Ltd sedang mempelajari strategi pemasok China sebagai langkah untuk memperkuat daya saing biaya dalam operasi globalnya.
BACA JUGA - Hilang di Situs Resmi Nissan, Kemana Perginya Nissan Terra?
Menurut Tatsuzo Tomita, Kepala Transformasi Biaya Terkendali Nissan, perusahaan Jepang tersebut kini berfokus untuk meniru metode pemasok Tiongkok, yang dikenal dengan penggunaan komponen standar dan kolaborasi erat dengan para desainer.
Langkah ini merupakan bagian dari rencana restrukturisasi Nissan yang bertujuan untuk mengurangi biaya sebesar 500 miliar yen hingga Maret 2027, dengan setengahnya berasal dari pengurangan biaya tetap dan setengahnya lagi dari pemotongan biaya variabel. Target spesifiknya adalah pengurangan biaya variabel sebesar 250 miliar yen.
Tomita menjelaskan bahwa Nissan kini telah mulai "mendapatkan akses" ke cara kerja pemasok China. Namun, tantangan utamanya adalah bagaimana mengadaptasi metode pengadaan komponen untuk model kendaraan yang ada dan yang akan datang.
Ia juga menekankan bahwa Nissan tidak berencana mengurangi jumlah pemasok yang ada, melainkan ingin memperkuat kerja sama strategis. Bahkan, pemasok Tiongkok kini berekspansi ke pasar global seperti Hongaria, Maroko, dan Turki, membuka peluang bagi Nissan untuk mempertimbangkan mereka sebagai mitra di masa mendatang.
Sebagai bagian dari pemangkasan biaya, Nissan telah mengumumkan penutupan pusat desain di San Diego, Amerika Serikat, dan Sao Paulo, Brasil. Operasional di pusat desain di London dan Jepang juga akan dikurangi. Sejak pengumuman tersebut, saham Nissan naik 1,6% dan ditutup pada level tertinggi sejak Mei.
Selain itu, Nissan sebelumnya berencana memangkas sekitar 20.000 karyawan dan menggabungkan tujuh pabrik untuk memastikan arus kas bebas tetap positif dan laba operasional tercapai pada tahun fiskal 2027.
Tomita mengakui bahwa target pengurangan biaya variabel sebesar 250 miliar yen "sangat besar", tetapi ia optimistis hal tersebut dapat tercapai dengan momentum saat ini, termasuk melalui ribuan ide penghematan biaya yang dikumpulkan dari karyawan.
Dampak penuh dari langkah-langkah penghematan biaya ini diperkirakan akan mulai terlihat pada akhir tahun ini atau paling lambat tahun depan, tergantung pada model kendaraan yang digunakan.
BACA JUGA - Hilang di Situs Resmi Nissan, Kemana Perginya Nissan Terra?
Menurut Tatsuzo Tomita, Kepala Transformasi Biaya Terkendali Nissan, perusahaan Jepang tersebut kini berfokus untuk meniru metode pemasok Tiongkok, yang dikenal dengan penggunaan komponen standar dan kolaborasi erat dengan para desainer.
Langkah ini merupakan bagian dari rencana restrukturisasi Nissan yang bertujuan untuk mengurangi biaya sebesar 500 miliar yen hingga Maret 2027, dengan setengahnya berasal dari pengurangan biaya tetap dan setengahnya lagi dari pemotongan biaya variabel. Target spesifiknya adalah pengurangan biaya variabel sebesar 250 miliar yen.
Tomita menjelaskan bahwa Nissan kini telah mulai "mendapatkan akses" ke cara kerja pemasok China. Namun, tantangan utamanya adalah bagaimana mengadaptasi metode pengadaan komponen untuk model kendaraan yang ada dan yang akan datang.
Ia juga menekankan bahwa Nissan tidak berencana mengurangi jumlah pemasok yang ada, melainkan ingin memperkuat kerja sama strategis. Bahkan, pemasok Tiongkok kini berekspansi ke pasar global seperti Hongaria, Maroko, dan Turki, membuka peluang bagi Nissan untuk mempertimbangkan mereka sebagai mitra di masa mendatang.
Sebagai bagian dari pemangkasan biaya, Nissan telah mengumumkan penutupan pusat desain di San Diego, Amerika Serikat, dan Sao Paulo, Brasil. Operasional di pusat desain di London dan Jepang juga akan dikurangi. Sejak pengumuman tersebut, saham Nissan naik 1,6% dan ditutup pada level tertinggi sejak Mei.
Selain itu, Nissan sebelumnya berencana memangkas sekitar 20.000 karyawan dan menggabungkan tujuh pabrik untuk memastikan arus kas bebas tetap positif dan laba operasional tercapai pada tahun fiskal 2027.
Tomita mengakui bahwa target pengurangan biaya variabel sebesar 250 miliar yen "sangat besar", tetapi ia optimistis hal tersebut dapat tercapai dengan momentum saat ini, termasuk melalui ribuan ide penghematan biaya yang dikumpulkan dari karyawan.
Dampak penuh dari langkah-langkah penghematan biaya ini diperkirakan akan mulai terlihat pada akhir tahun ini atau paling lambat tahun depan, tergantung pada model kendaraan yang digunakan.
(wbs)
Lihat Juga :