Pajak Daihatsu Xenia di Indonesia Vs Malaysia, Mana Jauh Lebih Mahal?
Sabtu, 20 September 2025 - 15:17 WIB
loading...
Pajak Daihatsu Xenia di Indonesia vs Malaysia penting dipahami. Tampak Perodua Alza yang jadi kembaran Xenia di Malaysia. Foto: Wikipedia
A
A
A
MALAYSIA - Pajak mobil menjadi salah satu beban tahunan yang wajib dipenuhi oleh para pemilik kendaraan.
Namun, perbandingan antara pajak Daihatsu Xenia di Indonesia dan negara tetangga Malaysia menimbulkan perbincangan hangat.
Pasalnya, tarif pajak di Indonesia disebut jauh lebih tinggi, bahkan bisa mencapai belasan hingga puluhan kali lipat dibandingkan Malaysia.
Sementara itu, Xenia tipe Mi (2004 - 2011) ada di kisaran Rp966.000 - Rp1.617.000, dan tipe X (2009–2023) lebih tinggi yakni Rp1,7 juta–Rp3,2 juta. Pajak Xenia tipe R (2015 - 2021) berkisar Rp2.436.000–Rp3.444.000, sedangkan untuk tipe R All New (2021–2023) bisa mencapai Rp3,2 jutaan. Angka ini menunjukkan bahwa mobil keluarga populer ini memang dikenakan pajak tahunan yang cukup besar di Indonesia.
Artinya, pajak yang dibayarkan pemilik Xenia di Indonesia bisa lebih dari 10 kali lipat dibandingkan pemilik mobil sekelas Perodua Alza (kembaran Xenia) di Malaysia.
Hal ini juga dikuatkan oleh pernyataan Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara. Ia menyebutkan bahwa pajak kendaraan di Indonesia bisa mencapai 30 kali lipat lebih tinggi dibandingkan Thailand maupun Malaysia.
Bahkan, pajak tahunan mobil seperti Toyota Avanza atau Daihatsu Xenia di Indonesia bisa menembus jutaan rupiah, sementara di Malaysia hanya ratusan ribu.
Menurut Kukuh, inilah yang membuat biaya kepemilikan mobil di Indonesia lebih tinggi. Tidak heran jika banyak masyarakat yang membandingkan dan mengeluhkan betapa mahalnya pajak kendaraan di Tanah Air.
Dari perbandingan tersebut, jelas terlihat bahwa pajak Daihatsu Xenia di Indonesia jauh lebih mahal ketimbang Malaysia. Jika di Tanah Air pajak bisa mencapai Rp3 juta lebih per tahun, di Malaysia hanya sekitar Rp300 ribuan.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan, apakah regulasi perpajakan kendaraan di Indonesia perlu dievaluasi agar lebih seimbang dengan negara tetangga?
M/G NesyaNailaNaulia
Namun, perbandingan antara pajak Daihatsu Xenia di Indonesia dan negara tetangga Malaysia menimbulkan perbincangan hangat.
Pasalnya, tarif pajak di Indonesia disebut jauh lebih tinggi, bahkan bisa mencapai belasan hingga puluhan kali lipat dibandingkan Malaysia.
Rincian Pajak Daihatsu Xenia di Indonesia
Berdasarkan data resmi dari Daihatsu, besaran pajak Daihatsu Xenia di Indonesia bervariasi tergantung tipe dan tahun produksinya. Misalnya, Daihatsu Xenia tipe Li Deluxe tahun 2004 - 2007 dikenakan pajak tahunan sekitar Rp1.050.000 - Rp1.407.000. Untuk tipe Xi Deluxe tahun 2004 - 2011, pajaknya berkisar Rp1.128.000 - Rp1.827.000.Sementara itu, Xenia tipe Mi (2004 - 2011) ada di kisaran Rp966.000 - Rp1.617.000, dan tipe X (2009–2023) lebih tinggi yakni Rp1,7 juta–Rp3,2 juta. Pajak Xenia tipe R (2015 - 2021) berkisar Rp2.436.000–Rp3.444.000, sedangkan untuk tipe R All New (2021–2023) bisa mencapai Rp3,2 jutaan. Angka ini menunjukkan bahwa mobil keluarga populer ini memang dikenakan pajak tahunan yang cukup besar di Indonesia.
Pajak Daihatsu Xenia di Indonesia Dibanding Malaysia
Jika dibandingkan dengan Malaysia, angka tersebut terlihat sangat jomplang. Menurut informasi yang beredar di media sosial, pajak tahunan untuk mobil dengan kapasitas mesin 1.500 cc di Malaysia hanya sekitar Rp300.000–Rp400.000 per tahun.Artinya, pajak yang dibayarkan pemilik Xenia di Indonesia bisa lebih dari 10 kali lipat dibandingkan pemilik mobil sekelas Perodua Alza (kembaran Xenia) di Malaysia.
Hal ini juga dikuatkan oleh pernyataan Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara. Ia menyebutkan bahwa pajak kendaraan di Indonesia bisa mencapai 30 kali lipat lebih tinggi dibandingkan Thailand maupun Malaysia.
Bahkan, pajak tahunan mobil seperti Toyota Avanza atau Daihatsu Xenia di Indonesia bisa menembus jutaan rupiah, sementara di Malaysia hanya ratusan ribu.
Faktor Perbedaan Pajak Daihatsu Xenia di Indonesia
Selain nominal pajak tahunan, terdapat juga perbedaan regulasi antara Indonesia dan Malaysia. Di Indonesia, pemilik mobil tidak hanya diwajibkan membayar pajak tahunan, tetapi juga pajak lima tahunan atau yang dikenal dengan pajak kaleng. Sementara di Malaysia, beban pajak tambahan seperti itu tidak ada.Menurut Kukuh, inilah yang membuat biaya kepemilikan mobil di Indonesia lebih tinggi. Tidak heran jika banyak masyarakat yang membandingkan dan mengeluhkan betapa mahalnya pajak kendaraan di Tanah Air.
Dari perbandingan tersebut, jelas terlihat bahwa pajak Daihatsu Xenia di Indonesia jauh lebih mahal ketimbang Malaysia. Jika di Tanah Air pajak bisa mencapai Rp3 juta lebih per tahun, di Malaysia hanya sekitar Rp300 ribuan.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan, apakah regulasi perpajakan kendaraan di Indonesia perlu dievaluasi agar lebih seimbang dengan negara tetangga?
M/G NesyaNailaNaulia
(dan)
Lihat Juga :