Sinyal Harga Menggoda Jetour T2 Muncul, SUV Offroad Hibrida Ini Berpotensi Dijual di Bawah Rp500 Juta?
Sabtu, 20 September 2025 - 14:39 WIB
loading...
Jetour T2 akan segera dirilis di Indonesia di akhir 2025. Foto: Sindonews/Danang Arradian
A
A
A
JAKARTA - Jetour T2, mobil gagah bergaya off-road yang sempat memancing penasaran di GIIAS 2025, kini selangkah lebih dekat menuju garasi konsumen setelah namanya secara resmi terdaftar dalam data pemerintah.
Kemunculan kode dan angka misterius di laman Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) Samsat DKI Jakarta ini bukan sekadar formalitas. Tapi sinyal kuat, bocoran semi-resmi yang membuka tabir perkiraan harga jualnya, dan angkanya terlihat sangat menggoda.
Menerjemahkan Kode Rahasia Pemerintah
Dalam daftar tersebut, terungkap tiga varian Jetour T2 yang disiapkan untuk pasar Indonesia, lengkap dengan harga dasarnya:
T2 2.5 TD-7DCT (4x2): NJKB Rp275.000.000
T2 2.0 TD-7DCT (4x4): NJKB Rp295.000.000
T2 PHEV 1.5TD-1DHT4X2 (Hybrid): NJKB Rp305.000.000
Namun, penting untuk dicatat, angka-angka ini adalah "harga telanjang" sebelum disiram berbagai instrumen pajak seperti PPN, PPnBM, BBNKB, dan margin keuntungan dealer. Lantas, berapa harga final yang harus dibayar konsumen?
Ada selisih signifikan sebesar Rp146,8 juta antara harga dasar dan harga jual.
Jika kita menerapkan logika serupa pada Jetour T2, sebuah spekulasi yang sangat beralasan pun muncul. Varian tertinggi T2 PHEV dengan NJKB Rp 305 juta, jika ditambah selisih sekitar Rp140 jutaan, berpotensi besar akan dipasarkan di angka Rp450 jutaan.
Jika asumsi ini terbukti benar, ini akan menjadi sebuah gebrakan serius. Mendapatkan sebuah SUV bongsor bergaya off-road dengan teknologi Plug-in Hybrid (PHEV) di bawah Rp500 juta adalah sebuah proposisi yang sangat sulit untuk ditolak.
Lebih menarik lagi, Jetour T2 yang akan dijual di Indonesia adalah konfigurasi setir kanan pertama di dunia. Ini bukan detail sepele. Ini menunjukkan bahwa Indonesia dipandang sebagai pasar prioritas, bukan sekadar "limpahan" dari pasar setir kiri.
Kini, semua mata tertuju pada pengumuman resmi dari Jetour. Data NJKB telah membuka kartu, memberikan sinyal harga yang sangat kompetitif.
Pertanyaan besarnya kini tinggal satu: akankah Jetour berani menetapkan harga akhir yang agresif untuk mengacak-acak peta persaingan SUVdiTanahAir?
Kemunculan kode dan angka misterius di laman Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) Samsat DKI Jakarta ini bukan sekadar formalitas. Tapi sinyal kuat, bocoran semi-resmi yang membuka tabir perkiraan harga jualnya, dan angkanya terlihat sangat menggoda.
Menerjemahkan Kode Rahasia Pemerintah
![Sinyal Harga Menggoda Jetour T2 Muncul, SUV Offroad Hibrida Ini Berpotensi Dijual di Bawah Rp500 Juta?]()
Dalam daftar tersebut, terungkap tiga varian Jetour T2 yang disiapkan untuk pasar Indonesia, lengkap dengan harga dasarnya:
T2 2.5 TD-7DCT (4x2): NJKB Rp275.000.000
T2 2.0 TD-7DCT (4x4): NJKB Rp295.000.000
T2 PHEV 1.5TD-1DHT4X2 (Hybrid): NJKB Rp305.000.000
Namun, penting untuk dicatat, angka-angka ini adalah "harga telanjang" sebelum disiram berbagai instrumen pajak seperti PPN, PPnBM, BBNKB, dan margin keuntungan dealer. Lantas, berapa harga final yang harus dibayar konsumen?
Seni Menghitung Harga Akhir
Untuk mendapatkan gambaran yang lebih realistis, kita bisa berkaca pada model Jetour lainnya, Dashing. Varian terendah Dashing tercatat memiliki NJKB sebesar Rp202 juta, namun harga resmi yang diumumkan ke publik adalah Rp348,8 juta.Ada selisih signifikan sebesar Rp146,8 juta antara harga dasar dan harga jual.
Jika kita menerapkan logika serupa pada Jetour T2, sebuah spekulasi yang sangat beralasan pun muncul. Varian tertinggi T2 PHEV dengan NJKB Rp 305 juta, jika ditambah selisih sekitar Rp140 jutaan, berpotensi besar akan dipasarkan di angka Rp450 jutaan.
Jika asumsi ini terbukti benar, ini akan menjadi sebuah gebrakan serius. Mendapatkan sebuah SUV bongsor bergaya off-road dengan teknologi Plug-in Hybrid (PHEV) di bawah Rp500 juta adalah sebuah proposisi yang sangat sulit untuk ditolak.
Postur Gagah dan Prioritas untuk Indonesia
Jetour T2 bukanlah SUV sembarangan. Ia masuk ke dalam segmen SUV kelas D dengan dimensi raksasa: panjang 4.785 mm, lebar 2.006 mm, tinggi 1.880 mm, dan wheelbase 2.800 mm. Postur ini menjanjikan kabin yang lapang sekaligus tampilan yang sangar di jalanan.Lebih menarik lagi, Jetour T2 yang akan dijual di Indonesia adalah konfigurasi setir kanan pertama di dunia. Ini bukan detail sepele. Ini menunjukkan bahwa Indonesia dipandang sebagai pasar prioritas, bukan sekadar "limpahan" dari pasar setir kiri.
Kini, semua mata tertuju pada pengumuman resmi dari Jetour. Data NJKB telah membuka kartu, memberikan sinyal harga yang sangat kompetitif.
Pertanyaan besarnya kini tinggal satu: akankah Jetour berani menetapkan harga akhir yang agresif untuk mengacak-acak peta persaingan SUVdiTanahAir?
(dan)
Lihat Juga :