Aion UT Dibekali Otak Super Canggih Qualcomm Snapdragon SA8155P, Selevel Komputer Gaming?
Jum'at, 26 September 2025 - 17:59 WIB
loading...
Layar canggih dan tajam Aion UT yang didukung oleh chipset Qualcomm Snapdragon SA8155P. Foto: Sindonews/Danang Arradian
A
A
A
JAKARTA - GAC Aion mencoba menawarkan sesuatu yang lebih dari sekadar motor penggerak senyap dan baterai berkapasitas besar. Resep rahasia mereka pada hatchback Aion UT terletak pada "otak"-nya: sebuah chipset super canggih Qualcomm Snapdragon SA8155P yang diklaim mampu memproses hingga 105.000 perintah suara.
Ini bukan sekadar gimmick teknologi. Pemasangan prosesor kelas atas ini adalah pertaruhan besar dari Aion untuk menjawab salah satu keluhan paling umum di mobil-mobil modern: sistem hiburan yang lamban dan tidak responsif.
Iqbal Taufiqurrahman, selaku Product Planning & Strategi GAC Indonesia, memberikan analogi yang mudah dipahami untuk menjelaskan keunggulan jantung digital mobil ini.
"Chipset Qualcomm Snapdragon ini kan ibarat otaknya dari sebuah komputer. Jadi kalau kita mengikuti perkembangan teknologi, komponen tadi itu ibarat Intel i7 atau i9 yang merupakan generasi terbaru, berbeda dengan Pentium 4, kan jauh banget itu ya," kata Iqbal di Jakarta, baru-baru ini.
Analogi ini secara telak menggambarkan lompatan teknologi yang ditanamkan Aion ke dalam dasbor UT. Saat banyak mobil lain masih terasa seperti menggunakan komputer lawas, Aion UT menjanjikan pengalaman sekelas perangkat elektronik terkini.
"Lalu outputnya apa? Kita bisa merasakan sendiri seperti apa responsivitasnya di head unit yang tidak ada lag sama sekali. Kemudian, untuk voice command ketika kita bicara, head unit akan langsung menangkap dan langsung diaplikasikan ke fungsinya," tuturnya.
Keunggulan ini menjadi sangat vital, terutama karena Aion UT mengadopsi desain interior minimalis dengan mengurangi jumlah tombol fisik. Banyak pengaturan, mulai dari pendingin udara hingga membuka sunroof, diandalkan melalui layar sentuh atau perintah suara. Tanpa "otak" yang cerdas dan cepat, pengalaman ini bisa berubah menjadi frustrasi.
Namun, berkat chipset gahar tersebut, interaksi terasa mulus. Perintah suara dapat dieksekusi dengan cepat dan akurat, meminimalisir distraksi pengemudi saat harus melakukan pengaturan di tengah perjalanan.
"Jadi komunikasi network system yang didukung oleh chipset Qualcomm Snapdragon yang membuat tidak ada lag.
Kalau tidak menggunakan yang terbaru, maka yang akan terjadi adalah lag-lag yang cukup signifikan," tutup Iqbal.
Dengan demikian, GAC Aion tidak hanya menjual sebuah kendaraan, tetapi juga pengalaman digital yang terintegrasi dan responsif. Langkah berani yang menempatkan kecanggihan teknologi komputasi sebagai salah satu nilai jual utama di arena persaingan mobil listrik yangsemakinpanas.
Ini bukan sekadar gimmick teknologi. Pemasangan prosesor kelas atas ini adalah pertaruhan besar dari Aion untuk menjawab salah satu keluhan paling umum di mobil-mobil modern: sistem hiburan yang lamban dan tidak responsif.
Iqbal Taufiqurrahman, selaku Product Planning & Strategi GAC Indonesia, memberikan analogi yang mudah dipahami untuk menjelaskan keunggulan jantung digital mobil ini.
"Chipset Qualcomm Snapdragon ini kan ibarat otaknya dari sebuah komputer. Jadi kalau kita mengikuti perkembangan teknologi, komponen tadi itu ibarat Intel i7 atau i9 yang merupakan generasi terbaru, berbeda dengan Pentium 4, kan jauh banget itu ya," kata Iqbal di Jakarta, baru-baru ini.
Analogi ini secara telak menggambarkan lompatan teknologi yang ditanamkan Aion ke dalam dasbor UT. Saat banyak mobil lain masih terasa seperti menggunakan komputer lawas, Aion UT menjanjikan pengalaman sekelas perangkat elektronik terkini.
Dari Chipset Menjadi Pengalaman Nyata
Lalu, apa dampaknya bagi pengemudi dan penumpang di dunia nyata? Iqbal menjelaskan bahwa kekuatan pemrosesan ini langsung terasa pada dua aspek krusial: kecepatan antarmuka dan akurasi perintah suara."Lalu outputnya apa? Kita bisa merasakan sendiri seperti apa responsivitasnya di head unit yang tidak ada lag sama sekali. Kemudian, untuk voice command ketika kita bicara, head unit akan langsung menangkap dan langsung diaplikasikan ke fungsinya," tuturnya.
Keunggulan ini menjadi sangat vital, terutama karena Aion UT mengadopsi desain interior minimalis dengan mengurangi jumlah tombol fisik. Banyak pengaturan, mulai dari pendingin udara hingga membuka sunroof, diandalkan melalui layar sentuh atau perintah suara. Tanpa "otak" yang cerdas dan cepat, pengalaman ini bisa berubah menjadi frustrasi.
Namun, berkat chipset gahar tersebut, interaksi terasa mulus. Perintah suara dapat dieksekusi dengan cepat dan akurat, meminimalisir distraksi pengemudi saat harus melakukan pengaturan di tengah perjalanan.
"Jadi komunikasi network system yang didukung oleh chipset Qualcomm Snapdragon yang membuat tidak ada lag.
Kalau tidak menggunakan yang terbaru, maka yang akan terjadi adalah lag-lag yang cukup signifikan," tutup Iqbal.
Dengan demikian, GAC Aion tidak hanya menjual sebuah kendaraan, tetapi juga pengalaman digital yang terintegrasi dan responsif. Langkah berani yang menempatkan kecanggihan teknologi komputasi sebagai salah satu nilai jual utama di arena persaingan mobil listrik yangsemakinpanas.
(dan)
Lihat Juga :