Yang Dipakai Mobil Saat Ini Berbahaya, China Ingin Gunakan Gagang Pintu Elektrik Flush
Jum'at, 26 September 2025 - 06:42 WIB
loading...
China Ingin Gunakan Gagang Pintu Elektrik Flush. FOTO/ CNC
A
A
A
BEIJING - China saat ini sedang meninjau rancangan peraturan baru yang berpotensi mengubah cara produsen mobil merancang sesuatu yang tampak sederhana namun krusial, yaitu gagang pintu.
BACA JUGA - Soal Mobil Listrik, China Gagal Luluhkan Eropa
Sebuah rancangan standar keselamatan yang diumumkan oleh Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) telah dibuka untuk komentar publik, dan jika diterapkan, dapat mengakhiri penggunaan gagang pintu “flush” atau otomatis yang sering dikaitkan dengan mobil listrik modern.
Proposal yang berjudul Persyaratan Teknis untuk Keamanan Gagang Pintu Kendaraan ini terbuka untuk komentar publik hingga 22 November 2025 sebelum difinalisasi sebagai standar nasional.
Persyaratan utama yang diuraikan meliputi:
Setiap pintu (kecuali bagasi) harus dilengkapi dengan gagang eksternal yang berfungsi mekanis.
Jika terjadi kebakaran baterai atau insiden non-tabrakan lainnya, pintu samping yang tidak terpengaruh harus dapat dibuka dari luar tanpa memerlukan alat apa pun.
Ruang untuk mengoperasikan gagang pintu harus memadai, minimal 60 x 20 x 25 mm, terlepas dari posisi gagang pintu.
Semua pintu harus memiliki gagang pintu interior dengan pelepas mekanis yang beroperasi tanpa bantuan alat.
Jika gagang pintu interior elektrik digunakan, gagang pintu cadangan mekanis juga harus disediakan.
Gagang pintu interior harus mudah dikenali, terlihat jelas, dan terletak dalam jarak 300 mm dari tepi pintu serta di area yang ditentukan sesuai dengan posisi duduk.
Menurut Rong Hui, Wakil Direktur Institut Penelitian Standardisasi Otomotif Tiongkok, proposal ini dibuat setelah memeriksa lebih dari 230 jenis kendaraan, uji tabrak yang melibatkan 20 model, dan berdiskusi dengan lebih dari 100 pakar dari dalam dan luar negeri.
Tujuan utamanya adalah untuk memastikan gagang pintu tetap berfungsi jika terjadi kehilangan daya dan untuk menetapkan standar penempatan yang lebih seragam untuk semua model.
Peraturan ini muncul setelah adanya kritik global terhadap gagang pintu pop-up, yang disebut-sebut berisiko dalam keadaan darurat.
Di Amerika Serikat, otoritas NHTSA saat ini sedang menyelidiki keamanan desain tersebut setelah beberapa insiden fatal.
Tesla, salah satu pelopor gagang pintu "flush", juga dilaporkan sedang mengevaluasi ulang pendekatannya setelah beberapa kasus penumpang, termasuk anak-anak, terjebak saat kendaraan kehilangan daya.
Desain baru yang sedang diuji ini disebut-sebut menggabungkan sistem elektronik dan mekanis untuk memudahkan pengoperasian dalam keadaan darurat.
Produsen lain pun tak terkecuali. Telah terjadi insiden di mana penumpang gagal keluar dari kendaraan setelah kecelakaan, yang mengakibatkan hilangnya nyawa karena pintu tidak dapat dibuka.
Bahkan, tim penyelamat juga kesulitan mengakses kabin tanpa peralatan khusus.
Dalam perkembangan terkait, CEO Volkswagen, Thomas Schäfer, secara terbuka mengkritik gagang pintu "flush", menyebutnya "sulit digunakan".
Ia mengonfirmasi bahwa model-model mendatang Volkswagen akan kembali ke desain tradisional, sejalan dengan masukan pelanggan.
Jika proposal MIIT disetujui, produsen mobil tidak hanya di China tetapi juga di pasar global diperkirakan harus menyesuaikan desain mereka untuk memenuhi standar baru ini.
BACA JUGA - Soal Mobil Listrik, China Gagal Luluhkan Eropa
Sebuah rancangan standar keselamatan yang diumumkan oleh Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) telah dibuka untuk komentar publik, dan jika diterapkan, dapat mengakhiri penggunaan gagang pintu “flush” atau otomatis yang sering dikaitkan dengan mobil listrik modern.
Proposal yang berjudul Persyaratan Teknis untuk Keamanan Gagang Pintu Kendaraan ini terbuka untuk komentar publik hingga 22 November 2025 sebelum difinalisasi sebagai standar nasional.
Persyaratan utama yang diuraikan meliputi:
Setiap pintu (kecuali bagasi) harus dilengkapi dengan gagang eksternal yang berfungsi mekanis.
Jika terjadi kebakaran baterai atau insiden non-tabrakan lainnya, pintu samping yang tidak terpengaruh harus dapat dibuka dari luar tanpa memerlukan alat apa pun.
Ruang untuk mengoperasikan gagang pintu harus memadai, minimal 60 x 20 x 25 mm, terlepas dari posisi gagang pintu.
Semua pintu harus memiliki gagang pintu interior dengan pelepas mekanis yang beroperasi tanpa bantuan alat.
Jika gagang pintu interior elektrik digunakan, gagang pintu cadangan mekanis juga harus disediakan.
Gagang pintu interior harus mudah dikenali, terlihat jelas, dan terletak dalam jarak 300 mm dari tepi pintu serta di area yang ditentukan sesuai dengan posisi duduk.
Menurut Rong Hui, Wakil Direktur Institut Penelitian Standardisasi Otomotif Tiongkok, proposal ini dibuat setelah memeriksa lebih dari 230 jenis kendaraan, uji tabrak yang melibatkan 20 model, dan berdiskusi dengan lebih dari 100 pakar dari dalam dan luar negeri.
Tujuan utamanya adalah untuk memastikan gagang pintu tetap berfungsi jika terjadi kehilangan daya dan untuk menetapkan standar penempatan yang lebih seragam untuk semua model.
Peraturan ini muncul setelah adanya kritik global terhadap gagang pintu pop-up, yang disebut-sebut berisiko dalam keadaan darurat.
Di Amerika Serikat, otoritas NHTSA saat ini sedang menyelidiki keamanan desain tersebut setelah beberapa insiden fatal.
Tesla, salah satu pelopor gagang pintu "flush", juga dilaporkan sedang mengevaluasi ulang pendekatannya setelah beberapa kasus penumpang, termasuk anak-anak, terjebak saat kendaraan kehilangan daya.
Desain baru yang sedang diuji ini disebut-sebut menggabungkan sistem elektronik dan mekanis untuk memudahkan pengoperasian dalam keadaan darurat.
Produsen lain pun tak terkecuali. Telah terjadi insiden di mana penumpang gagal keluar dari kendaraan setelah kecelakaan, yang mengakibatkan hilangnya nyawa karena pintu tidak dapat dibuka.
Bahkan, tim penyelamat juga kesulitan mengakses kabin tanpa peralatan khusus.
Dalam perkembangan terkait, CEO Volkswagen, Thomas Schäfer, secara terbuka mengkritik gagang pintu "flush", menyebutnya "sulit digunakan".
Ia mengonfirmasi bahwa model-model mendatang Volkswagen akan kembali ke desain tradisional, sejalan dengan masukan pelanggan.
Jika proposal MIIT disetujui, produsen mobil tidak hanya di China tetapi juga di pasar global diperkirakan harus menyesuaikan desain mereka untuk memenuhi standar baru ini.
(wbs)
Lihat Juga :