Honda Berharap Dana Rp200 Triliun Bisa Dorong Industri Motor
Minggu, 28 September 2025 - 14:48 WIB
loading...
IMOS 2025 Digelar. FOTO/ DOK SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menggelontorkan dana Rp200 triliun dalam bentuk deposito ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Dana tersebut dipastikan tidak akan ditarik dalam enam bulan ke depan, dengan alokasi sepenuhnya diberikan kepada pihak perbankan.
PT Astra Honda Motor (AHM) menyambut baik hal tersebut karena dianggap akan meringankan beban masyarakat. Ini diharapkan dapat mengalir hingga ke lapisan masyarakat paling bawah demi meningkatkan daya beli.
"Nggak, secara langsung kita nggak (terdampak). Tapi berharap guliran ke ekonominya ada kemungkinan. Karena itu kan ke UMKM, ke yang di bawah. Soalnya motor juga dipakai masyarakat," kata Octavianus Dwi, Direktur Pemasaran PT AHM, di Tangerang, Rabu (24/9/2025).
Octa mengatakan Honda tidak memiliki kerja sama dengan bank-bank Himbara. Skema yang berlaku saat ini masih sebatas pembiayaan melalui leasing atau kredit bank, sesuai kebutuhan konsumen.
"Kerja sama normal saja. Kalau memang mau beli sepeda motor kredit, ya kita selayaknya normal saja (lewat leasing)," ungkap Octa.
Kendati begitu, Octa tak memungkiri ada sejumlah konsumen yang membeli motor Honda melalui jalur kredit perbankan. Tetapi jumlahnya tak besar karena syarat yang diberlakukan berbeda saat melakukan skema kredit dengan leasing.
"Pasti ada (lewat bank), tapi nggak banyak. Kita nggak punya angkanya, karena kadang-kadang konsumen kredit, terus dia beli ke kita cash. Jadi kita deteksinya nggak mudah. Tidak ada skema khusus," ujarnya.
Sebagai informasi, Honda memasang target penjualan sepeda motor sebesar Rp5 juta unit. Pada Januari-Agustus 2025, mereka telah menjual sebanyak 3,29 juta unit motor, dengan varian BeAT series, Scoopy, Vario, hingga PCX, sebagai model terlaris.
PT Astra Honda Motor (AHM) menyambut baik hal tersebut karena dianggap akan meringankan beban masyarakat. Ini diharapkan dapat mengalir hingga ke lapisan masyarakat paling bawah demi meningkatkan daya beli.
"Nggak, secara langsung kita nggak (terdampak). Tapi berharap guliran ke ekonominya ada kemungkinan. Karena itu kan ke UMKM, ke yang di bawah. Soalnya motor juga dipakai masyarakat," kata Octavianus Dwi, Direktur Pemasaran PT AHM, di Tangerang, Rabu (24/9/2025).
Octa mengatakan Honda tidak memiliki kerja sama dengan bank-bank Himbara. Skema yang berlaku saat ini masih sebatas pembiayaan melalui leasing atau kredit bank, sesuai kebutuhan konsumen.
"Kerja sama normal saja. Kalau memang mau beli sepeda motor kredit, ya kita selayaknya normal saja (lewat leasing)," ungkap Octa.
Kendati begitu, Octa tak memungkiri ada sejumlah konsumen yang membeli motor Honda melalui jalur kredit perbankan. Tetapi jumlahnya tak besar karena syarat yang diberlakukan berbeda saat melakukan skema kredit dengan leasing.
"Pasti ada (lewat bank), tapi nggak banyak. Kita nggak punya angkanya, karena kadang-kadang konsumen kredit, terus dia beli ke kita cash. Jadi kita deteksinya nggak mudah. Tidak ada skema khusus," ujarnya.
Sebagai informasi, Honda memasang target penjualan sepeda motor sebesar Rp5 juta unit. Pada Januari-Agustus 2025, mereka telah menjual sebanyak 3,29 juta unit motor, dengan varian BeAT series, Scoopy, Vario, hingga PCX, sebagai model terlaris.
(wbs)
Lihat Juga :