Aion Minta Aturan Ganjil Genap Tak Perlu Dikaji Ulang

Minggu, 28 September 2025 - 17:28 WIB
loading...
Aion Minta Aturan Ganjil...
GAC AION V. FOTO/ DOK SindoNews
A A A
JAKARTA - Populasi mobil listrik di Indonesia semakin berkembang setiap tahunnya. Bahkan, tahun ini penjualan kendaraan ramah lingkungan itu sudah lebih dari 48 ribu unit. Angka tersebut melampaui total penjualan mobil listrik sepanjang 2024.

Salah satu alasan masyarakat Indonesia membeli mobil adalah sejumlah keuntungan yang didapatkan, salah satunya bebas ganjil genap. Tapi, ini bisa menjadi bumerang saat populasi mobil listrik bertambah maka volume kendaraan di jalan protokol juga akan semakin besar.

Menanggapi hal tersebut, CEO Aion Andry Ciu merasa prosesnya masih sangat panjang hingga mobil listrik memenuhi jalan perkotaan. Sebab, saat ini penjualan mobil mesin pembakaran masih mendominasi dan pangsa pasar kendaraan listrik belum lebih dari 10 persen.

"Sebenarnya kalau kita lihat dari market share mobil listrik, sekarang ini mendekati 10 persen dari market yang turun. Kita belum bisa bilang market mobil ini sudah normal, marketnya turun makanya EV ini 10 persen," kata Andry di Jakarta, belum lama ini.

Meski penjualan mobil listrik meningkat, penjualan kendaraan penumpang di Indonesia tidak alami perubahan. Bahkan, jumlahnya cenderung menurun karena diakibatkan beberapa hal.

"Apakah nanti ketika market itu naik, market EV-nya benar masih 10 persen ataukah turun ataukah semoga naik. Tapi kalau dengan volume penjualan EV yang masih begini, kayaknya gage masih belum penuh sama EV. Masih jauh kayaknya gage penuh sama EV, masih jauh," ujar Andry.

Seperti diketahui, penerapan aturan ganjil genap dilakukan untuk mengurai kepadatan lalu lintas di jalan-jalan tertentu di wilayah Jakarta. Tapi, mobil listrik kebal dengan aturan ini agar masyarakat Indonesia semakin tertarik untuk beralih ke kendaraan berbasis baterai.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
Mau Beli iCAR V23? Jangan...
Mau Beli iCAR V23? Jangan Salah Pilih, Ini Bedanya Varian X RWD, Y RWD, dan ZiWD
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat...
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat Waktu 7 Menit 35,42 Detik di Nurburgring
Supercar Lamborghini...
Supercar Lamborghini Revuelto Impavido Terinspirasi dari Samurai
Mobil Listrik China...
Mobil Listrik China Meningkatkan Tekanan Persaingan Global
China Targetkan 1,6...
China Targetkan 1,6 Juta Truk Listrik pada Tahun 2030
Bug Windows 11 Terdeteksi...
Bug Windows 11 Terdeteksi Menguras Penyimpanan SSD Pengguna hingga 70GB
Penemuan Mengejutkan...
Penemuan Mengejutkan dari Mumi Oezti Berusia 5.000 Tahun Dibeberkan
NASA Umumkan Akan Bangun...
NASA Umumkan Akan Bangun Kota di Bulan dalam Waktu 6 Tahun
Rekomendasi
Wamendagri: Indonesia...
Wamendagri: Indonesia Punya Satu Kesempatan Manfaatkan Bonus Demografi Menuju Negara Maju
Dugaan Keterkaitan Eks...
Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus dengan Sejumlah Kasus Korupsi Disorot
BNI Menegaskan Kedatangan...
BNI Menegaskan Kedatangan Siswa Bukan atas Arahan Petugas
Berita Terkini
Ducati Tidak Tertarik...
Ducati Tidak Tertarik dengan Reli Dakar, Ini Alasannya
Motor Listrik Jarak...
Motor Listrik Jarak Jauh Berdesain Agresif dan Teknologi Pintar Diluncurkan
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
Mau Beli iCAR V23? Jangan...
Mau Beli iCAR V23? Jangan Salah Pilih, Ini Bedanya Varian X RWD, Y RWD, dan ZiWD
Penjualan Turun 60%,...
Penjualan Turun 60%, Honda Belum Menyerah Hadapi Mobil China
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat...
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat Waktu 7 Menit 35,42 Detik di Nurburgring
Infografis
NASA Minta Penduduk...
NASA Minta Penduduk Bumi Siaga 1, Kondisi Alam Semesta Tak Stabil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved