Tamparan Keras bagi Industri Otomotif: Penjualan Mobil Indonesia Disalip Malaysia, Gaikindo Salahkan Insentif Abadi Tetangga

Senin, 29 September 2025 - 20:57 WIB
loading...
Tamparan Keras bagi...
Tampak suasana jalanan di Malaysia, dimana penjualan mobil di negara tersebut mengalahkan Indonesia. Foto: Sindonews/Danang Arradian
A A A
MALAYSIA - Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun mendominasi, takhta Indonesia sebagai raja pasar mobil di kawasan Asia Tenggara harus rela direbut oleh negara tetangga.

Data penjualan bulan Agustus 2025 menunjukkan angka penjualan mobil di Malaysia secara mengejutkan berhasil menyalip Indonesia.

Data dari Asosiasi Otomotif Malaysia (MAA) mencatat penjualan mobil di sana pada Agustus 2025 mencapai 73.041 unit. Pada periode yang sama, data wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) di Indonesia tercatat hanya 66.478 unit.

Kekalahan ini bukan sekadar angka, melainkan sinyal bahaya yang menyakitkan dan menjadi cerminan dari kondisi pasar domestik yang terseok-seok, kontras dengan pasar Malaysia yang terus melaju kencang.

'Biang Keladi' Bernama Insentif Pajak

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjuk satu "biang keladi" utama di balik fenomena ini: strategi insentif pemerintah yang berbeda 180 derajat antara kedua negara.

Menurut Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, pasar otomotif Malaysia bisa terus tumbuh subur karena pemerintahnya secara konsisten memberikan stimulus pajak sejak era pandemi Covid-19, dan tak kunjung berhenti.

"Sebabnya pengurangan pajak, saya nggak tahu detailnya seperti apa. Mereka (kasih insentif mobil) lebih dulu dari kita, tapi sampai sekarang belum berhenti," kata Kukuh di Jakarta, baru-baru ini.

Sebagai gambaran, salah satu insentif yang pernah diberikan pemerintah Malaysia adalah diskon pajak penjualan sebesar 100 persen untuk mobil produksi lokal dan 50 persen untuk mobil impor.

Resep inilah yang diyakini Gaikindo menjadi bahan bakar utama yang membuat mesin penjualan Malaysia terus menderu.

Teriakan yang Kini Terdengar Lebih Mendesak

Fakta bahwa Indonesia kini tertinggal membuat "teriakan" Gaikindo yang selama ini meminta insentif kepada pemerintah terdengar jauh lebih mendesak.

Isu ini bukan lagi sekadar soal mencapai target penjualan domestik, tetapi sudah menyangkut harga diri dan daya saing bangsa di tingkat regional.

Kukuh kembali menegaskan bahwa kunci untuk membangkitkan pasar, terutama di segmen menengah ke bawah yang paling terpukul, adalah dengan mengadopsi kembali kebijakan serupa.

"Kebijakan insentifnya harus dipertahankan. Kalau dalam waktu 2-3 tahun ada insentif yang menarik, seperti yang dilakukan pada waktu pandemi, mungkin kita bisa segera naik lagi," tuturnya.

Kejadian ini menjadi sebuah studi kasus nyata dari "adu strategi" kebijakan antara dua negara. Malaysia memilih jalur stimulus jangka panjang yang konsisten, sementara Indonesia menerapkan insentif "terapi kejut" yang terbukti ampuh namun bersifat sementara. Hasilnya kini terlihat jelas di papan skor penjualan.

Bola panas kini berada di tangan pemerintah. Pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah insentif perlu diberikan, melainkan seberapa cepat pemerintah akan bertindak untuk merebut kembali mahkota raja otomotif ASEAN yang kini telah berpindah ke tangan negaratetangga.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hadirkan BRUSKY 125,...
Hadirkan BRUSKY 125, MODENAS Siap Banjiri Indonesia dengan Motor Malaysia
Barisan Mobil Terbaru...
Barisan Mobil Terbaru yang Akan Tampil di GIIAS 2026 Diumumkan
Merek China Mulai Kuasai...
Merek China Mulai Kuasai Pasar, Honda Nyaris Terlempar dari Daftar 10 Terlaris Nasional
Heboh! Penjualan Mobil...
Heboh! Penjualan Mobil Nasional April 2026 Tembus 80 Ribu Unit, Rekor Baru Pasca-Lebaran
Inilah 5 Merek Mobil...
Inilah 5 Merek Mobil Paling Tidak Laku di Indonesia
Pertaruhan Pabrik Onderdil:...
Pertaruhan Pabrik Onderdil: Siasat Toyota Selamatkan 760 Pemasok Lokal dari Tsunami Mobil Listrik
Gaikindo Minta Stimulus...
Gaikindo Minta Stimulus Semua Jenis Kendaraan, Tak Hanya Mobil Listrik
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Rekomendasi
Deteksi Dini Kanker...
Deteksi Dini Kanker Serviks, DWP BNPP RI Gelar Pemeriksaan Pap Smear Gratis
Dominasi Bintang Liga...
Dominasi Bintang Liga Inggris di Piala Dunia 2026
MNC Digital Entertainment...
MNC Digital Entertainment Raih Penghargaan Bisnis Indonesia Awards 2026 Kategori Media dan Hiburan
Berita Terkini
GWM Tank 300 Facelift...
GWM Tank 300 Facelift Terungkap, Jangkauan EV 200 km Kemampuan Off-Road Ditingkatkan
Jelajahi Dataran Tinggi...
Jelajahi Dataran Tinggi dan Perkotaan, BYD M6 DM Media Challenge Buktikan Efisiensi Teknologi Dual Mode
Hadirkan BRUSKY 125,...
Hadirkan BRUSKY 125, MODENAS Siap Banjiri Indonesia dengan Motor Malaysia
Ternyata Ini Alasan...
Ternyata Ini Alasan Koenigsegg Tidak Mau Bikin Mobil Listrik
Sistem Isi Daya Dua...
Sistem Isi Daya Dua Arah Memicu Persaingan antara BMW, VW, dan BYD
Honda Terbitkan Obligasi...
Honda Terbitkan Obligasi Rp44 Triliun: Bukan Ekspansi, tapi Ganti Rugi
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved