Pasar Motor Lesu, Suzuki Beri Kode ke Pemerintah: Turunkan Bunga, Penjualan Bisa Melesat 10%!
Rabu, 01 Oktober 2025 - 13:07 WIB
loading...
A
A
A
Di tengah data yang didominasi warna merah inilah, Suzuki menyuarakan harapannya. Teuku Agha Alravy, 2W Sales & Marketing Department Head PT SIS, secara terbuka mengaitkan nasib industri dengan kebijakan pemerintah yang akan datang.
"Proyeksi tahun depan pasar motor mungkin tetap akan tumbuh karena kita lihat akhir-akhir ini pemerintah juga punya plan untuk memudahkan lagi masalah fiskal kan," kata Agha di Tangerang, belum lama ini.
Pernyataannya adalah pertaruhan. Suzuki, dan mungkin juga pabrikan lain, kini menaruh harapan besar pada Program Paket Kebijakan Stimulus Ekonomi 2025 yang digagas pemerintah. Bagi mereka, stimulus ini bukan sekadar wacana, melainkan oksigen yang sangat dibutuhkan.
Agha bahkan berani memasang target angka yang spesifik jika "doa" mereka terkabul.
"Harusnya bisa naik 10% ya, kalau bener-bener diterapin kalau aturan fiskal itu menjadikan bunga murah," tegasnya.
Permintaan ini sangat beralasan. Bunga kredit yang lebih rendah berarti cicilan bulanan yang lebih ringan, faktor krusial bagi mayoritas pembeli sepeda motor di Tanah Air.
"Proyeksi tahun depan pasar motor mungkin tetap akan tumbuh karena kita lihat akhir-akhir ini pemerintah juga punya plan untuk memudahkan lagi masalah fiskal kan," kata Agha di Tangerang, belum lama ini.
Pernyataannya adalah pertaruhan. Suzuki, dan mungkin juga pabrikan lain, kini menaruh harapan besar pada Program Paket Kebijakan Stimulus Ekonomi 2025 yang digagas pemerintah. Bagi mereka, stimulus ini bukan sekadar wacana, melainkan oksigen yang sangat dibutuhkan.
Pertaruhan 10 Persen dan Bunga Murah
Secara lebih spesifik, "bantuan" yang paling dinanti adalah insentif fiskal yang bisa menekan suku bunga kredit kendaraan. Inilah kunci yang diyakini bisa membuka gerbang pembelian bagi jutaan calon konsumen di Indonesia.Agha bahkan berani memasang target angka yang spesifik jika "doa" mereka terkabul.
"Harusnya bisa naik 10% ya, kalau bener-bener diterapin kalau aturan fiskal itu menjadikan bunga murah," tegasnya.
Permintaan ini sangat beralasan. Bunga kredit yang lebih rendah berarti cicilan bulanan yang lebih ringan, faktor krusial bagi mayoritas pembeli sepeda motor di Tanah Air.
Lihat Juga :