Raksasa Otomotif China Mulai Gemetar: Penjualan BYD Anjlok untuk Pertama Kalinya Sejak 2020

Kamis, 02 Oktober 2025 - 12:22 WIB
loading...
Raksasa Otomotif China...
BYD, pabrikan mobil listrik terbesar di China mengalami penjualan yang stagnan untuk pertama kalinya. Foto: BYD Indonesia
A A A
BEIJING - Selama bertahun-tahun, nama BYD identik dengan satu hal: pertumbuhan tanpa henti.

Namun, setiap era keemasan memiliki akhirnya, dan kini, retakan pertama pada baju zirah sang raksasa mobil listrik asal China itu mulai terlihat.

Untuk pertama kalinya dalam lebih dari lima tahun, BYD melaporkan penurunan penjualan kuartalan. Laju “sang predator” yang tampak tak terhentikan akhirnya tersandung, memicu pertanyaan : apakah ini hanyalah sandungan sesaat, atau awal dari berakhirnya sebuah dominasi?

Banjir Angka Merah

Laporan keuangan perusahaan yang dirilis pada hari Rabu (1/10/2025) melukiskan gambaran yang suram dan tak biasa bagi BYD. Berdasarkan perhitungan Reuters, data menunjukkan serangkaian angka merah yang mengkhawatirkan:

Penjualan Kuartal Ketiga (Q3) 2025: Anjlok 2,1% dibanding periode yang sama tahun lalu. Ini adalah penurunan kuartalan pertama sejak kuartal kedua 2020, saat dunia pertama kali dilumpuhkan oleh pandemi COVID.

Total Unit Terjual (Q3): Sebanyak 1,106 juta mobil.

Penjualan Bulan September: Turun 5,88% dibanding tahun sebelumnya, menandai penurunan bulanan pertama sejak Februari 2024.

Produksi Bulan September: Perusahaan juga memangkas produksinya signifikan sebesar 8,47%, melanjutkan tren pengurangan output di pabrik-pabrik raksasa mereka.

Dampak Perang Harga?

Mengapa mesin pertumbuhan BYD tiba-tiba melambat? Jawabannya terletak di pasar domestik mereka sendiri: "perang harga yang semakin intensif" di China, merupakan pasar mobil terbesar di dunia.

Selama ini, ekspansi fenomenal BYD ditopang oleh dukungan besar-besaran dari pemerintah China untuk adopsi kendaraan listrik.

Namun, 'subsidi' kesuksesan itu tampaknya tidak lagi cukup. Ketika para pesaing membanting harga demi merebut pangsa pasar, BYD kini terjebak dalam dilema: ikut dalam perlombaan berdarah ke dasar (dan mengorbankan margin keuntungan) atau mempertahankan harga dan kehilangan pelanggan. Penurunan penjualan adalah bukti bahwa mereka mulai merasakan dampaknya.

Menyerah pada Realita: Target Penjualan Dipangkas Habis

Tanda paling jelas bahwa BYD menyadari masalah ini datang dari internal mereka sendiri. Perusahaan resmi 'menurunkan benderanya' dan memangkas target penjualan ambisius mereka untuk 2025.

Menurut laporan, target penjualan tahun ini telah dipotong hingga 16%, menjadi 4,6 juta kendaraan. Angka baru yang lebih realistis ini dikonfirmasi oleh General Manager Branding dan Humas BYD, Li Yunfei, dalam laporan South China Morning Post pada hari Senin lalu.

Ini adalah pengakuan pahit bahwa era pertumbuhan fantastis dengan rekor yang terus pecah mungkin akan segera berakhir.

Untuk sang raksasa yang terbiasa berlari kencang, BYD harus belajar bagaimana cara bertarung di tengah badai.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus Mobil Listrik...
Kasus Mobil Listrik Meledak Tinggi, Ahli Otomotif Angkat Bicara
Perbandingan 5 Varian...
Perbandingan 5 Varian BYD M6 DM: Mana yang Pas untuk Kebutuhan Anda?
BYD M6 DM Diklaim Irit...
BYD M6 DM Diklaim Irit 65 Km/Liter, Sudah Diuji 150 Km Nyaris Tanpa Minum Bensin
Harga BYD M6 DM Dirilis:...
Harga BYD M6 DM Dirilis: Mulai Rp298 Juta, Klaim Irit 65 Km/Liter Setara Motor Matic
Wang Chuanfu Yakin 5...
Wang Chuanfu Yakin 5 Tahun Lagi BYD Akan Jadi Penguasa Pasar Otomotif
BYD, Nio, CALB Terdaftar...
BYD, Nio, CALB Terdaftar dalam Daftar Perusahaan Militer China oleh Pentagon
Putusan Mahkamah Agung...
Putusan Mahkamah Agung Tetapkan Worcas Group Menang atas Sengketa Merek DENZA
BYD Rilis Sedan Mewah...
BYD Rilis Sedan Mewah Yangwang U7 Bermesin Empat Motor Listrik dengan Jangkauan 1.006 Km
Usai Mobil Listrik,...
Usai Mobil Listrik, China Siap Bombardir Dunia dengan Robot
Rekomendasi
TMII: Temuan Benda di...
TMII: Temuan Benda di Anjungan Sumbar Bukan Bom Tapi Mortir Peninggalan Lama
Harry Kane Lewati Pele,...
Harry Kane Lewati Pele, Kini Bidik Rekor Messi di Piala Dunia
Gratis! Kemnaker Buka...
Gratis! Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi untuk Lulusan Magang Nasional
Berita Terkini
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
XPENG V1SION Night 2026,...
XPENG V1SION Night 2026, Tandai Babak Baru XPENG di Indonesia
Volkswagen Group Disinyalir...
Volkswagen Group Disinyalir Akan Menjual Ducati?
Ber-DNA Lancer, Mitsubishi...
Ber-DNA Lancer, Mitsubishi Attrage 2026 Dipastikan Siap Diluncurkan
Mau Beli Mobil Baru...
Mau Beli Mobil Baru atau Bekas? OLX Kini Sediakan Keduanya dalam Satu Platform
Bawa SIMC ke PRJ 2026...
Bawa SIMC ke PRJ 2026 Bisa Dapat Subsidi Harga Kendaraan Listrik
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved