Gebrakan Senyap Jetour di Pasar Mobil Listrik: Kode Keras X20E Terungkap, Perang Harga di Depan Mata?
Sabtu, 04 Oktober 2025 - 10:34 WIB
loading...
Jetour X20E akan menjadi city car listrik yang akan menyasar konsumen muda, bahkan pembeli mobil pertama. Foto: Sindonews/Danang Arradian
A
A
A
JAKARTA - Tanpa pengumuman resmi, nama Jetour X20e tiba-tiba muncul dalam data Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) Samsat PKB Jakarta. Sinyal kuat bahwa mobil listrik kompak ini selangkah lagi akan mengaspal di jalanan Indonesia.
Kemunculan data ini jadi drama tersendiri. Setelah hanya berstatus sebagai "pajangan" di ajang GIIAS 2025 akhir Juli lalu, di mana calon konsumen hanya bisa memandang tanpa bisa memesan, angka-angka NJKB ini adalah bocoran resmi pertama yang membuka tabir harga sang penantang baru.
Data pemerintah menunjukkan dua varian strategis yang disiapkan Jetour. Varian pertama, dengan jarak tempuh 300 kilometer, terdaftar dengan NJKB mengejutkan di angka Rp165 jutaan.
Sementara itu, varian yang lebih superior dengan daya jelajah 410 kilometer dipatok pada NJKB Rp175 jutaan.
Angka-angka ini, meski belum final, sontak mengirimkan getaran ke seluruh segmen pasar. Sebuah deklarasi perang terbuka terhadap para penguasa pasar seperti Wuling Air ev dan Seres E1.
![Gebrakan Senyap Jetour di Pasar Mobil Listrik: Kode Keras X20E Terungkap, Perang Harga di Depan Mata?]()
Bahkan, Jetour secara ambisius menyebut akan bersaing langsung dengan BYD, meskipun model yang disebut (Atto 1) bermain di kelas yang berbeda— pernyataan yang menunjukkan kepercayaan diri tingkat tinggi atau sekadar strategi pemasaran untuk menaikkan citra.
Namun, penting bagi publik untuk memahami secara kritis. Angka yang tertera adalah Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB), yang merupakan harga dasar sebelum "dirias" oleh berbagai instrumen pajak seperti Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), dan Bea Balik Nama (BBNKB).
Artinya, harga jual resmi di dealer nanti dipastikan akan lebih tinggi. Pertanyaannya, seberapa tinggi?
Di tengah spekulasi yang memanas, pihak Jetour justru tampil lebih kalem dan terukur. Moch. Ranggy Radiansyah, Direktur Pemasaran PT Jetour Motor Indonesia, mencoba meredam euforia publik. Menurutnya, langkah ini belumlah peluncuran.
"Belum. Belum akan dijual," ujarnya dengan hati-hati. "Kita masih mempelajari dulu feedback dari konsumen. Di sini kita sediakan unit test drive yang sudah setir kanan, tujuannya supaya konsumen bisa tahu. Kalau ada yang kurang, bisa memberikan feedback."
Jetour agaknya sedang aktif mengumpulkan data dan masukan dari calon konsumen Indonesia menggunakan unit tes yang sudah disesuaikan (setir kanan).
Ini adalah strategi untuk memastikan produk yang diluncurkan nanti tidak hanya murah, tetapi juga sesuai dengan selera dan kebutuhan pasar lokal. Mereka ingin menemukan "harga yang tepat" sembari menyempurnakan produknya.
Kini, bola panas ada di tangan Jetour. Data NJKB telah menyebar, ekspektasi publik telah terbentuk. Akankah harga final Jetour X20e nantinya menjadi gebrakan yang benar-benar merusak dominasi pemain lama?
Kemunculan data ini jadi drama tersendiri. Setelah hanya berstatus sebagai "pajangan" di ajang GIIAS 2025 akhir Juli lalu, di mana calon konsumen hanya bisa memandang tanpa bisa memesan, angka-angka NJKB ini adalah bocoran resmi pertama yang membuka tabir harga sang penantang baru.
Data pemerintah menunjukkan dua varian strategis yang disiapkan Jetour. Varian pertama, dengan jarak tempuh 300 kilometer, terdaftar dengan NJKB mengejutkan di angka Rp165 jutaan.
Sementara itu, varian yang lebih superior dengan daya jelajah 410 kilometer dipatok pada NJKB Rp175 jutaan.
Angka-angka ini, meski belum final, sontak mengirimkan getaran ke seluruh segmen pasar. Sebuah deklarasi perang terbuka terhadap para penguasa pasar seperti Wuling Air ev dan Seres E1.

Bahkan, Jetour secara ambisius menyebut akan bersaing langsung dengan BYD, meskipun model yang disebut (Atto 1) bermain di kelas yang berbeda— pernyataan yang menunjukkan kepercayaan diri tingkat tinggi atau sekadar strategi pemasaran untuk menaikkan citra.
Namun, penting bagi publik untuk memahami secara kritis. Angka yang tertera adalah Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB), yang merupakan harga dasar sebelum "dirias" oleh berbagai instrumen pajak seperti Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), dan Bea Balik Nama (BBNKB).
Artinya, harga jual resmi di dealer nanti dipastikan akan lebih tinggi. Pertanyaannya, seberapa tinggi?
Di tengah spekulasi yang memanas, pihak Jetour justru tampil lebih kalem dan terukur. Moch. Ranggy Radiansyah, Direktur Pemasaran PT Jetour Motor Indonesia, mencoba meredam euforia publik. Menurutnya, langkah ini belumlah peluncuran.
"Belum. Belum akan dijual," ujarnya dengan hati-hati. "Kita masih mempelajari dulu feedback dari konsumen. Di sini kita sediakan unit test drive yang sudah setir kanan, tujuannya supaya konsumen bisa tahu. Kalau ada yang kurang, bisa memberikan feedback."
Jetour agaknya sedang aktif mengumpulkan data dan masukan dari calon konsumen Indonesia menggunakan unit tes yang sudah disesuaikan (setir kanan).
Ini adalah strategi untuk memastikan produk yang diluncurkan nanti tidak hanya murah, tetapi juga sesuai dengan selera dan kebutuhan pasar lokal. Mereka ingin menemukan "harga yang tepat" sembari menyempurnakan produknya.
Kini, bola panas ada di tangan Jetour. Data NJKB telah menyebar, ekspektasi publik telah terbentuk. Akankah harga final Jetour X20e nantinya menjadi gebrakan yang benar-benar merusak dominasi pemain lama?
(dan)
Lihat Juga :