Toyota Sebut Merek Sebelah Jual Hybrid Palsu Menipu Konsumen

Senin, 06 Oktober 2025 - 07:48 WIB
loading...
Toyota Sebut Merek Sebelah...
Toyota Sebut Merek Sebelah Jual Hybrid Palsu . FOTO/ TOYOTA
A A A
TOKYO - Toyota memberikan pernyataan mengejutkan mengenai kendaraan elektrifikasi yang saat ini sedang ramai dijajaki oleh produsen lain. Menurut produsen asal Jepang itu, para rival menipu konsumen dengan menjual mobil "hybrid palsu".

Toyota mengatakan rival yang mencantumkan label "hybrid" pada kendaraan berteknologi 48-volt, suatu sistem yang menurut mereka bukan hybrid sejati. Tuduhan ini dilontarkan sebagai respons terhadap tren pemasaran mobil listrik ringkas dan teknologi bantu listrik ringan.



Melansir Carscoops, Toyota mengatakan sistem 48-volt hanyalah bantuan kecil untuk mesin pembakaran, dan tidak mampu menggerakkan kendaraan dengan listrik murni. Toyota mengatakan model hybrid sesungguhnya menggunakan motor listrik plus baterai agar kendaraan dapat bergerak dengan tenaga listrik.

Sean Hanley, Chief Sales & Marketing Toyota Australia mengatakan bahwa penggunaan istilah "hybrid" terhadap mobil dengan sistem 48-volt telah membingungkan konsumen. Bahkan, tidak menggambarkan yang sebenarnya disebut kendaraan hybrid.

"Sekarang, selamat datang kepada orang-orang. Tapi Toyota akan membuat batasan yang jelas apa itu sistem hybrid untuk efisiensi, apa itu sistem hybrid untuk performa, dan apa itu sistem bantu 48-volt," ujar Hanley.

Toyota menegaskan bahwa ketika konsumen membeli mobil dengan teknologi 48-volt seperti pada Hilux atau Land Cruiser Prado, mereka bukan membeli kendaraan hybrid sejati.

"Mereka (Hilux dan Prado) bukan hybrid, sama sekali bukan. Jadi kami sangat ingin memisahkan ketiga kondisi teknologi ini," ucap Hanley.

Menariknya, sikap Toyota ini tampak tidak konsisten secara global. Di Eropa, misalnya, versi 48-volt dari Hilux justru dipasarkan sebagai "Hilux Hybrid 48V". Ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran bisa berbeda tergantung pasar.

Dalam sudut pandang Toyota, penggunaan label hybrid untuk 48-volt bukan hanya soal marketing, melainkan soal tanggung jawab transparansi kepada konsumen. Mereka berpendapat bahwa produsen harus lebih jujur mengenai kemampuan teknis kendaraan yang ditawarkan agar konsumen tidak keliru membeli harapan vs realita teknologi.

Tuduhan ini memicu perdebatan di industri otomotif terkait batasan definisi “hybrid”, tanggung jawab branding, dan etika komunikasi pemasaran. Pasalnya makin banyak mobil didukung sistem listrik ringan, namun sejauh mana mereka layak disebut hybrid sejati?
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Persoalan Dana Talangan...
Persoalan Dana Talangan Membebani Industri Otomotif China
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Mitsubishi Pajero Targetkan...
Mitsubishi Pajero Targetkan Segmen yang Sama dengan Toyota Land Cruiser
Didukung TGRI, Eric...
Didukung TGRI, Eric Saputra Juara OMR Agya Mandalika
BMW Mengkonfirmasi M3...
BMW Mengkonfirmasi M3 Generasi Berikutnya Tidak Akan Gunakan PHEV
Menuju Tujuh Dekade...
Menuju Tujuh Dekade Astra: Perkuat Fokus Strategis untuk Dorong Pertumbuhan Perusahaan
Intip Kinerja MPMX Mengawali...
Intip Kinerja MPMX Mengawali 2026: Profitabilitas Meningkat di Tengah Dinamika Pendapatan
IIMS Jakarta 2026 Selesai...
IIMS Jakarta 2026 Selesai Digelar, Hadirkan Solusi Finansial Holistik bagi Industri Otomotif
Rekomendasi
Latihan Menembak Dihapus...
Latihan Menembak Dihapus dari Pembekalan Calon Manajer Kopdes Merah Putih
Kejutan! Maroko Singkirkan...
Kejutan! Maroko Singkirkan Belanda Lewat Drama Adu Penalti
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Vonis Korupsi Chromebook, Puluhan Ojol Gelar Aksi di Luar Pengadilan
Berita Terkini
Persoalan Dana Talangan...
Persoalan Dana Talangan Membebani Industri Otomotif China
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Mantan Karyawan Apple...
Mantan Karyawan Apple dan Audi Kembangkan Kendaraan Listrik Terinspirasi dari Armada Bulan
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Minat Mobil Bekas Menurun,...
Minat Mobil Bekas Menurun, Opsi Pilihan Mobil Baru Naik
Carlos Ghosn Klaim Cuma...
Carlos Ghosn Klaim Cuma Dirinya yang Bisa Memperbaiki Nissan
Infografis
AS Jual Rudal AMRAAM...
AS Jual Rudal AMRAAM ke Arab Saudi Senilai Rp57,6 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved