Badai PHK Massal Hantam Otomotif Eropa: Renault Siap Pangkas 3.000 Karyawan, Total Korban Tembus 34.000 Jiwa di 2025!
Senin, 06 Oktober 2025 - 08:33 WIB
loading...
A
A
A
5. Ford (Jerman): Memotong 1.000 pekerjaan di pabrik mobil listriknya karena permintaan yang lebih rendah dari perkiraan.
Jika digabungkan dengan rencana Renault, total lebih dari 34.600 pekerja otomotif di Eropa kehilangan mata pencaharian mereka hanya dalam setahun.
Kondisi keuangan Renault sendiri memang sedang berdarah-darah. Pada paruh pertama tahun ini, mereka melaporkan kerugian bersih sebesar 11,2 miliar euro (sekitar Rp200 triliun lebih).
Meskipun sebagian besar disebabkan oleh penghapusan nilai aset mitra mereka, Nissan, laba bersih mereka jika tanpa pos tersebut tetap anjlok drastis menjadi hanya 461 juta euro.
Dengan total 98.636 karyawan di seluruh dunia per akhir 2024, pemangkasan 3.000 orang ini adalah langkah pahit yang harus diambil oleh CEO baru, Francois Provost.
Ia kini memikul beban berat untuk memulihkan margin keuntungan dan menavigasi Renault keluar dari badai paling mematikan dalam sejarah industri otomotif modern. Ribuan nasib karyawan kini berada diujungtanduk.
Jika digabungkan dengan rencana Renault, total lebih dari 34.600 pekerja otomotif di Eropa kehilangan mata pencaharian mereka hanya dalam setahun.
Kondisi Internal Renault yang Berdarah-darah
Meskipun belum ada keputusan final, juru bicara Renault kepada Reuters mengonfirmasi bahwa perusahaan sedang mempertimbangkan langkah efisiensi. "Mengingat ketidakpastian di pasar otomotif dan lingkungan yang sangat kompetitif, kami mengonfirmasi bahwa kami sedang mempertimbangkan cara untuk menyederhanakan operasi kami".Kondisi keuangan Renault sendiri memang sedang berdarah-darah. Pada paruh pertama tahun ini, mereka melaporkan kerugian bersih sebesar 11,2 miliar euro (sekitar Rp200 triliun lebih).
Meskipun sebagian besar disebabkan oleh penghapusan nilai aset mitra mereka, Nissan, laba bersih mereka jika tanpa pos tersebut tetap anjlok drastis menjadi hanya 461 juta euro.
Dengan total 98.636 karyawan di seluruh dunia per akhir 2024, pemangkasan 3.000 orang ini adalah langkah pahit yang harus diambil oleh CEO baru, Francois Provost.
Ia kini memikul beban berat untuk memulihkan margin keuntungan dan menavigasi Renault keluar dari badai paling mematikan dalam sejarah industri otomotif modern. Ribuan nasib karyawan kini berada diujungtanduk.
(dan)
Lihat Juga :