Tesla Rilis Mobil Listrik Murah, Pasar Kecewa Harga Dianggap Masih Terlalu Mahal

Rabu, 08 Oktober 2025 - 09:36 WIB
loading...
Tesla Rilis Mobil Listrik...
Saham Tesla anjlok 4,5% setelah peluncuran Model Y dan 3 versi Standar yang dinilai kurang kompetitif untuk menarik basis konsumen baru. Foto: Tesla
A A A
AMERIKA - Emiten kendaraan listrik global, Tesla, secara resmi meluncurkan varian “terjangkau” dari produk terlarisnya, Model Y SUV dan Model 3 sedan.

Namun, aksi korporasi yang ditujukan untuk memperluas basis konsumen ini disambut dengan sentimen negatif dari pasar, yang menganggap harga yang ditawarkan masih terlalu tinggi untuk menarik segmen pembeli baru.

Tesla membuka harga untuk Model Y versi Standar di USD39.990 (Rp640 juta) dan Model 3 Standar di USD36.990 (Rp592 juta). Harga ini dinilai mengecewakan oleh sebagian analis dan investor, yang merefleksikan kekecewaan mereka pada perdagangan saham TSLA yang ditutup anjlok 4,5%.

Peluncuran ini merupakan respons strategis Tesla di tengah tantangan penurunan penjualan, persaingan yang semakin ketat di Eropa dan China, serta hilangnya insentif pajak federal AS sebesar USD7.500 (sekitar Rp120 juta) yang berakhir pada 30 September lalu.

CEO Elon Musk sebelumnya menekankan pentingnya harga di bawah USD30.000 (sekitar Rp480 juta) setelah insentif, sebagai kunci untuk membuka pasar massal.

Analis Dan Ives dari Wedbush menyatakan dirinya "kecewa" karena pemotongan harga hanya sekitar USD5.000 dari varian di atasnya.

Kritikus lain menyoroti bahwa harga efektif model baru ini bahkan lebih mahal dibandingkan model termurah pada bulan September saat insentif pajak masih berlaku.

"Ini bukan produk yang berdampak besar pada konsumen," kata Shay Boloor, Chief Market Strategist di Futurum Equities. "Saya tidak melihat ini akan membuka permintaan baru dalam skala besar."

Sebelumnya, Musk telah membatalkan rencana untuk memproduksi mobil seharga USD25.000 (Rp400 juta) dan memilih untuk merilis versi lebih murah dari model yang ada.

Keputusan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor akan potensi kanibalisasi penjualan terhadap varian yang lebih premium dan membatasi pertumbuhan pendapatan perseroan.

Spesifikasi dan Kompromi Fitur
Tesla Rilis Mobil Listrik Murah, Pasar Kecewa Harga Dianggap Masih Terlalu Mahal

Untuk mencapai harga yang lebih rendah, Tesla melakukan sejumlah kompromi. Varian Standar ini tidak dilengkapi dengan sistem asistensi pengemudi Autosteer, layar sentuh, dan pemanas kursi untuk penumpang belakang.

Tesla juga menghilangkan lightbar LED pada Model Y, menggunakan kaca spion yang diatur manual, serta kursi berbahan fabric.

Meskipun demikian, kedua model tetap menawarkan spesifikasi performa yang kompetitif, dengan jarak tempuh mencapai 321 mil (sekitar 516 km) dan akselerasi yang sedikit lebih rendah dari varian Premium. Perseroan menyatakan pesanan sudah dapat dilakukan, dengan jadwal pengiriman untuk sebagian besar lokasi dimulai antara Desember 2025 hingga Januari 2026.

Analis dan investor memandang bahwa dengan harga di bawah USD40.000, model baru ini akan bersaing dengan Chevrolet Equinox, Hyundai Ioniq 5, dan Kia EV4 tahun depan. Namun, banyak yang berpendapat langkah ini belum cukup.

"Saya tidak yakin ini cukup," ujar Shawn Campbell, penasihat di Camelthorn Investments. "Dalam jangka panjang, berita ini tidak menyelesaikan masalah yang ditimbulkan oleh kompetitor China berbiaya rendah di pasar global. Menurut saya, Tesla membutuhkan mobil listrik di bawah USD30.000."

Sentimen ini diperkuat oleh Michael Ashley Schulman, CIO di Running Point, yang memberikan analogi tajam. "Bagi pasar, ini seperti Tesla menanggalkan turtleneck Steve Jobs-nya dan mengenakan hoodie Walmart," katanya. "Tesla bukan lagi sang pemberontak keren di ujung inovasi—ia adalah pemain mapan yang mencoba menjadi Tesla dan Toyota secarabersamaan."
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Akhirnya Eropa Izinkan...
Akhirnya Eropa Izinkan Fitur FSD Tesla Digunakan
Pria Ini Ditangkap karena...
Pria Ini Ditangkap karena Kemudikan Tesla Cybertruck ke Dalam Danau
Tesla Kembali Rebut...
Tesla Kembali Rebut Posisinya sebagai Mobil Listrik Nomor 1
Tesla dan SpaceX Siap...
Tesla dan SpaceX Siap Bangun Pabrik Chip Terbesar
Tesla Mendaftarkan Merek...
Tesla Mendaftarkan Merek Baru, Disinyalir Roadster Generasi Kedua
Mengapa China Melarang...
Mengapa China Melarang Gagang Pintu Tersembunyi di 2027?
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Kekayaan Elon Musk Tembus...
Kekayaan Elon Musk Tembus Rp11.620 Triliun, Resmi Lebih Kaya dari Negara Belgia dan Argentina
Elon Musk Siap Mengendalikan...
Elon Musk Siap Mengendalikan Pasukan Robot Tesla
Rekomendasi
Pengacara: Penangkapan...
Pengacara: Penangkapan Roy Suryo-Tifa seperti Penculikan para Jenderal di Film
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Berita Terkini
DFSK E5 Plus: Pre-Booking...
DFSK E5 Plus: Pre-Booking Dibuka, Ratusan Unit Ludes di Hari Pertama
Lepas E4 vs Jaecoo J5:...
Lepas E4 vs Jaecoo J5: Perbandingan SUV EV Rp300 Jutaan Terbaik
Leopard Aesthetics yang...
Leopard Aesthetics yang Menggigit: Lepas E4 EV Buktikan SUV Listrik Bisa Elegan Tanpa Radikal
Fakta Baru Pasar Mobil...
Fakta Baru Pasar Mobil Eropa: Mobil Bensin Turun, EV dan Merek China Melesat
IMX 2026: Setelah Jepang,...
IMX 2026: Setelah Jepang, Kini Bersiap Pecahkan Rekor di ICE BSD
Ford Gunakan Beruang...
Ford Gunakan Beruang Raksasa untuk Menguji Kualitas F150
Infografis
Mobil Listrik Paling...
Mobil Listrik Paling Ditunggu: Tesla Roadster dan Cybertruck
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved