Gara-gara Segel Baterai Rusak, 115.000 Mobil BYD Terancam Korsleting, Recall Terbesar Dimulai!

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 09:29 WIB
loading...
Gara-gara Segel Baterai...
Pukulan telak bagi BYD, 115.000 unit mobilnya ditarik paksa di China akibat cacat fatal pada motor penggerak dan segel baterai yang rawan kemasukan air. Foto: BYD
A A A
SHENZEN - Raksasa kendaraan listrik (EV) China, BYD (Build Your Dreams), mengumumkan penarikan kembali (recall) terbesar dalam sejarah korporasi, yang mencakup 115.000 unit kendaraan di pasar domestik China.

Penarikan massal ini dipicu oleh temuan cacat desain yang signifikan dan risiko keamanan terkait baterai, yang secara langsung mempertanyakan pilar strategi ekspansi global BYD yang berbasis pada model bisnis berbiaya rendah.

Penarikan ini berdampak pada dua model populer, baik varian listrik penuh maupun hibrida, yang diproduksi dalam rentang waktu tujuh tahun (2015 hingga 2022), yang mengindikasikan adanya potensi masalah kualitas sistemik jangka panjang.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Administrasi Negara China untuk Peraturan Pasar (SAMR), penarikan 115.000 unit tersebut terbagi sebagai berikut:

Seri BYD Tang (Hibrida dan EV):

Volume Terdampak: Sekitar 44.500 unit.

Cacat Teknis: Kerusakan pada controller motor penggerak.

Risiko Material: Cacat ini dapat menyebabkan korosi pada papan sirkuit, yang berpotensi mengakibatkan kendaraan kehilangan tenaga listrik secara tiba-tiba saat beroperasi.

Seri BYD Yuan Pro (Hibrida dan EV):

Volume Terdampak: Sekitar 71.200 unit.

Cacat Teknis: Pemasangan segel baterai yang tidak tepat atau salah.

Risiko Material: Kesalahan instalasi ini dapat memungkinkan air masuk ke dalam unit baterai, yang berpotensi menyebabkan korsleting atau penurunan daya keluaran secara drastis.

Menanggapi temuan ini, SAMR merilis pernyataan mengenai langkah mitigasi yang diwajibkan:

"BYD Auto Industry Co., Ltd. akan mengotorisasi dealernya untuk mengaplikasikan sealant khusus guna memperkuat casing baterai secara gratis pada kendaraan yang terdampak, memulihkan kedap air, dan menghilangkan risiko keselamatan," demikian pernyataan regulator.

Penarikan 115.000 unit ini bukan sekadar insiden teknis; tapi poin kritis yang menguji tesis fundamental model bisnis EV China.

Selama ini, dominasi pasar global oleh perusahaan seperti BYD ditopang oleh dua faktor utama: subsidi besar dari pemerintah dan strategi harga agresif yang menekan kompetitor Eropa.

Penarikan yang mencakup rentang produksi 7 tahun (2015-2022) menunjukkan bahwa cacat desain ini bukanlah kesalahan produksi sesaat, melainkan potensi kegagalan dalam kontrol kualitas (Quality Control) jangka panjang.

Insiden ini memperkuat sentimen negatif pasar yang sebelumnya telah muncul. Pada bulan April, perusahaan EV China lainnya, Xiaomi, menuai kritik tajam setelah tiga orang tewas dalam kecelakaan yang melibatkan salah satu unit SU7 mereka.

Meskipun fokus tertuju pada BYD dan Xiaomi, penting untuk dicatat secara objektif bahwa isu keselamatan tidak eksklusif menimpa merek China.

Raksasa EV Amerika, Tesla, telah menghadapi pengawasan dari berbagai regulator global terkait keamanan desain gagang pintu elektriknya.

Desain yang bergantung pada sensor dan listrik ini—yang kemudian ditiru oleh merek seperti Xiaomi—dianggap berisiko gagal berfungsi saat terjadi kebakaran atau pemadaman listrik, yang dapat menjebak penumpang.

Sebagai respons atas risiko desain ini, regulator China kini dilaporkan telah mengusulkan peraturan baru yang mewajibkan semua kendaraan penumpang untuk menyertakan mekanisme pelepasan pintu mekanis yang dapat diakses dari dalammaupunluar.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jelajahi Dataran Tinggi...
Jelajahi Dataran Tinggi dan Perkotaan, BYD M6 DM Media Challenge Buktikan Efisiensi Teknologi Dual Mode
Sistem Isi Daya Dua...
Sistem Isi Daya Dua Arah Memicu Persaingan antara BMW, VW, dan BYD
Kasus Mobil Listrik...
Kasus Mobil Listrik Meledak Tinggi, Ahli Otomotif Angkat Bicara
Perbandingan 5 Varian...
Perbandingan 5 Varian BYD M6 DM: Mana yang Pas untuk Kebutuhan Anda?
BYD M6 DM Diklaim Irit...
BYD M6 DM Diklaim Irit 65 Km/Liter, Sudah Diuji 150 Km Nyaris Tanpa Minum Bensin
Harga BYD M6 DM Dirilis:...
Harga BYD M6 DM Dirilis: Mulai Rp298 Juta, Klaim Irit 65 Km/Liter Setara Motor Matic
Pemprov Jatim Dukung...
Pemprov Jatim Dukung BYD Tech-Culture Fest 2026
Putusan Mahkamah Agung...
Putusan Mahkamah Agung Tetapkan Worcas Group Menang atas Sengketa Merek DENZA
BYD Rilis Sedan Mewah...
BYD Rilis Sedan Mewah Yangwang U7 Bermesin Empat Motor Listrik dengan Jangkauan 1.006 Km
Rekomendasi
Sistem Payment Gateway...
Sistem Payment Gateway Revolusioner untuk UMKM & Startup Dirilis, Jaminan Uptime 99,95%
Tol Prambanan-Purwomartani...
Tol Prambanan-Purwomartani Siap Beroperasi Mudik Lebaran 2027
Kemlu: Dubes RI untuk...
Kemlu: Dubes RI untuk Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Berita Terkini
Rapor Penjualan Wuling...
Rapor Penjualan Wuling 1 Dekade Terakhir, Mampukah Aira Mengembalikan Takhta?
Tesla Cybercab, Mobil...
Tesla Cybercab, Mobil Listrik Tanpa Setir Mulai Mengaspal
Perempuan Indonesia...
Perempuan Indonesia 27 Tahun Jadi Sopir Bus di Jepang: Bagaimana Ia Lolos Seleksi Ketat Tokyu Bus?
Modifikator Indonesia...
Modifikator Indonesia Ini Dapat Penghargaan Tertinggi IMI, Ini Sosoknya!
Ironi Polestar: Dirakit...
Ironi Polestar: Dirakit di Amerika, tapi Tetap Dilarang Karena Software China
Hyundai Hadirkan Powertrain...
Hyundai Hadirkan Powertrain Lengkap di GIIAS 2026
Infografis
Marwah Piala Dunia 2026...
Marwah Piala Dunia 2026 Terancam, 5 Negara Berpotensi Absen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved