8 Merek China Terancam Bangkrut Akibat Gagal Mendapatkan Subsidi

Minggu, 19 Oktober 2025 - 09:24 WIB
loading...
8 Merek China Terancam...
8 Merek China Terancam Bangkrut . FOTO/ CNC
A A A
BEIJING - Beberapa tahun lalu, dunia otomotif dilanda demam baru di mana semua orang ingin menjadi Tesla berikutnya. Setiap minggu, merek baru bermunculan menjanjikan masa depan bebas karbon, desain futuristik, layar seukuran TV 50 inci, dan menjanjikan jangkauan 1.000 km dengan sekali pengisian daya penuh.

BACA JUGA - Soal Mobil Listrik, China Gagal Luluhkan Eropa

Namun kenyataannya, dunia mobil listrik bukan hanya papan sirkuit dan investor Silicon Valley serta Shenzhen. Biaya pengembangan, rantai pasokan, dan psikologi pasar akhirnya menjadi gelombang besar yang berubah menjadi tsunami dan menenggelamkan banyak pemain.

Berikut adalah 10 perusahaan EV dari China, Amerika Serikat, dan Eropa yang akhirnya terdampar di pinggir jalan revolusi listrik, dengan masing-masing perusahaan berakhir dengan mimpi, investasi, dan kebangkrutan.

China adalah pusat kebangkitan EV dunia, tetapi di saat yang sama juga merupakan kuburan bagi jumlah startup yang gagal terbanyak. Sejak 2018, lebih dari 400 merek kendaraan listrik dilaporkan tutup atau bangkrut.

Di atas kertas, peluang mereka tampak besar. Namun, ketika subsidi pemerintah mulai dikurangi dan pasar didominasi oleh raksasa seperti BYD dan Geely, banyak perusahaan tidak dapat bertahan.

1. Qiantu Motor
Diluncurkan dengan meriah pada tahun 2018, Qiantu ingin menjadi "Tesla-nya China" dengan mobil sport listrik K50. Desain kendaraan listriknya menarik, lengkap dengan performa cepat, tetapi masalahnya adalah harganya terlalu mahal dan produksinya terlalu kecil. Akhirnya, perusahaan tersebut dilikuidasi pada tahun 2025 dengan utang miliaran yuan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wang Chuanfu Yakin 5...
Wang Chuanfu Yakin 5 Tahun Lagi BYD Akan Jadi Penguasa Pasar Otomotif
Huawei Luncurkan MPV...
Huawei Luncurkan MPV Supermewah ala Rolls-Royce
Mitsubishi Triton Ralliart...
Mitsubishi Triton Ralliart Merapat, Nissan Tendang Navara Nismo
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
BYD, Nio, CALB Terdaftar...
BYD, Nio, CALB Terdaftar dalam Daftar Perusahaan Militer China oleh Pentagon
Jurus China Singkirkan...
Jurus China Singkirkan Mobil PHEV Eropa dari Pasar Otomotif
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Rekomendasi
Orang Kaya Diminta Lepas...
Orang Kaya Diminta Lepas Dolar, Dasco Sebut Rupiah Menguat Minggu Depan
Enggan Bebani Daerah...
Enggan Bebani Daerah Penyangga soal Subsidi Transjabodetabek, Pramono: Minimal Renovasi Halte
KPK Tetapkan 4 Tersangka...
KPK Tetapkan 4 Tersangka terkait OTT BPK, Salah Satunya Bupati Muara Enim Edison
Berita Terkini
Tata Diam-diam Gunakan...
Tata Diam-diam Gunakan Platform Freelander dan Teknologi Chery untuk Mobil Premium
Mengapa Seres E5 Plus...
Mengapa Seres E5 Plus Jadi Ancaman Baru di Kelas SUV PHEV 7-Seater Indonesia?
Wang Chuanfu Yakin 5...
Wang Chuanfu Yakin 5 Tahun Lagi BYD Akan Jadi Penguasa Pasar Otomotif
DUNLOP Hadirkan SmartCare...
DUNLOP Hadirkan SmartCare Warranty, Solusi Tenang Pengguna Ban BLUE RESPONSE TG
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Huawei Luncurkan MPV...
Huawei Luncurkan MPV Supermewah ala Rolls-Royce
Infografis
Industri Perbankan China...
Industri Perbankan China Memburuk, 40 Bank bangkrut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved