BYD U8 (1200 HP) vs Jetour G700 (892 HP) Adu Berenang, Siapa Paling Nekat?
Senin, 20 Oktober 2025 - 10:28 WIB
loading...
A
A
A
Cara Kerja: G700 dirancang dengan "bodi mulus tanpa lubang" dan ketahanan kabin terhadap tekanan air 20 kPa. Yang terpenting, ia memiliki dua turboprop (baling-baling) kelas militer di bagian belakang, masing-masing 18 kW (24 hp), yang menghasilkan total daya dorong 3.000 N.
Kapasitas: Baling-baling ini memungkinkannya bergerak di air dengan kecepatan 4,5 knot (sekitar 8,3 km/jam) selama 40 menit. Ini memungkinkannya melawan arus, terbukti saat menyeberangi Sungai Yangtze.
Tujuan: Ini adalah fitur off-road ekstrem, diposisikan sebagai kendaraan penjelajah serba bisa yang rugged.
Gengsi Teknologi sebagai Senjata Pemasaran
Mengapa membenamkan teknologi mahal ini ke dalam SUV? Jawabannya terletak pada strategi pasar yang jenuh.
Di China, puluhan merek EV bersaing ketat dalam hal jangkauan, kecepatan pengisian daya, dan harga. Kemampuan amfibi adalah pembeda (differentiator) yang paling visual dan dramatis. Ini bukan lagi soal kebutuhan, tapi soal gengsi teknologi.
Bagi BYD, U8 (dengan 1.200 hp) menggunakan fitur ini untuk memvalidasi posisinya sebagai merek ultra-mewah yang melampaui Mercedes G-Wagen. Bagi Chery, G700 (dengan 892 hp) menggunakannya untuk membuktikan keunggulan rekayasa 800V dan platform PHEV barunya.
Kelemahan yang Harus Dibayar Konsumen
Di balik klaim bombastis, teknologi ini memiliki kelemahan:
Biaya: Konsumen pada dasarnya dipaksa membayar harga premium (mulai Rp 767 Juta hingga Rp 2,48 Miliar) untuk sebuah fitur yang 99,9% tidak akan pernah mereka gunakan. Biaya R&D untuk fitur amfibi ini sangat besar dan dibebankan langsung ke harga jual.
Kapasitas: Baling-baling ini memungkinkannya bergerak di air dengan kecepatan 4,5 knot (sekitar 8,3 km/jam) selama 40 menit. Ini memungkinkannya melawan arus, terbukti saat menyeberangi Sungai Yangtze.
Tujuan: Ini adalah fitur off-road ekstrem, diposisikan sebagai kendaraan penjelajah serba bisa yang rugged.
Gengsi Teknologi sebagai Senjata Pemasaran
![BYD U8 (1200 HP) vs Jetour G700 (892 HP) Adu Berenang, Siapa Paling Nekat?]()
Mengapa membenamkan teknologi mahal ini ke dalam SUV? Jawabannya terletak pada strategi pasar yang jenuh.
Di China, puluhan merek EV bersaing ketat dalam hal jangkauan, kecepatan pengisian daya, dan harga. Kemampuan amfibi adalah pembeda (differentiator) yang paling visual dan dramatis. Ini bukan lagi soal kebutuhan, tapi soal gengsi teknologi.
Bagi BYD, U8 (dengan 1.200 hp) menggunakan fitur ini untuk memvalidasi posisinya sebagai merek ultra-mewah yang melampaui Mercedes G-Wagen. Bagi Chery, G700 (dengan 892 hp) menggunakannya untuk membuktikan keunggulan rekayasa 800V dan platform PHEV barunya.
Kelemahan yang Harus Dibayar Konsumen
![BYD U8 (1200 HP) vs Jetour G700 (892 HP) Adu Berenang, Siapa Paling Nekat?]()
Di balik klaim bombastis, teknologi ini memiliki kelemahan:
Biaya: Konsumen pada dasarnya dipaksa membayar harga premium (mulai Rp 767 Juta hingga Rp 2,48 Miliar) untuk sebuah fitur yang 99,9% tidak akan pernah mereka gunakan. Biaya R&D untuk fitur amfibi ini sangat besar dan dibebankan langsung ke harga jual.
Lihat Juga :