Pasar Otomotif Anjlok 11,3%, Gaikindo All-In di GJAW 2025: Pasang Target Transaksi Rp5,1 Triliun!
Sabtu, 25 Oktober 2025 - 11:59 WIB
loading...
Di tengah data penjualan nasional yang terkontraksi 11,3% (YTD September), Gaikindo (23/10) mengumumkan GJAW 2025 (21-30 Nov) dengan target transaksi ambisius Rp5,1 triliun untuk menstimulasi pasar di akhir tahun. Foto: Sindonews/Muhamad Fadli Ramadan
A
A
A
JAKARTA - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) resmi mengumumkan penyelenggaraan Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025. Pameran ini diposisikan sebagai strategi pamungkas untuk menstimulasi demand pasar yang lesu menjelang penutupan tahun fiskal.
GJAW 2025 akan digelar pada 21-30 November 2025 dengan skala yang jauh lebih besar. Gaikindo memutuskan menggunakan seluruh area ICE BSD, Tangerang, mencakup Hall 1 hingga Hall 10.
Langkah ekspansi ini sangat signifikan, mengingat penyelenggaraan tahun lalu hanya menempati Hall 5 sampai Hall 10.
Gaikindo menetapkan target transaksi yang sangat ambisius untuk pameran 10 hari ini, yakni menembus Rp 5,1 triliun.
Pameran ini akan diikuti oleh lebih dari 80 peserta, mencakup merek kendaraan penumpang, sepeda motor, industri pendukung, dan mencatat debut dua karoseri ternama, Adiputro dan Tentrem.
Langkah ekspansi besar-besaran dan penetapan target triliunan rupiah ini dilakukan di tengah kondisi pasar otomotif nasional yang sedang mengalami kontraksi tajam.
Berdasarkan data resmi Gaikindo per September 2025 (YTD), pasar berada di zona merah:
Penjualan Wholesale (pabrik ke diler) tercatat 561.819 unit, anjlok 11,3% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Penjualan Retail (diler ke konsumen) tercatat 585.917 unit, turun 10,9% (YoY).
Penurunan paling dalam terjadi di segmen Low Cost Green Car (LCGC), yang terjun bebas 33,9% (YoY), dengan penjualan hanya 89.051 unit (Jan-Sep 2025).
Meskipun data 9 bulan pertama negatif, Gaikindo belum merevisi target penjualan nasional tahun 2025, yang tetap dipatok di angka 900.000 unit.
Analisis data menunjukkan, untuk mencapai target 900.000 unit, industri harus mengejar defisit penjualan wholesale sebesar 338.181 unit hanya dalam tiga bulan terakhir (Oktober-Desember). Ini membutuhkan rata-rata penjualan 112.727 unit per bulan di Q4, sebuah lonjakan drastis nyaris dua kali lipat (80.6% lebih tinggi) dibandingkan rata-rata penjualan 9 bulan pertama (62.424 unit/bulan).
GJAW 2025, dengan target Rp 5,1 triliun, jelas diposisikan sebagai tumpuan utama untuk menciptakan lonjakan permintaan masif tersebut.
Strategi Stimulus dan Dukungan Finansial
Ketua Harian Gaikindo, Anton Kemal Tasli, menegaskan bahwa GJAW 2025 dirancang khusus untuk mendorong penjualan demi mengejar target industri.
"Tujuan utama penyelenggaran GJAW 2025 adalah untuk meningkatkan penjualan kenderaan secara masif dan mendorong pasar otomotif nasional agar industri ini dapat mencapai target penjualan di akhir tahun," kata Anton di Jakarta, Kamis (23/10/2025).
Anton menambahkan, GJAW akan menjadi momentum bagi konsumen berkat penawaran program menarik yang diyakini dapat "memulihkan kondisi pasar yang sedang lesu."
"Tentunya pameran ini akan menjadi momentum yang tepat bagi masyarakat untuk memperoleh beragam pilihan kendaraan terbaru. Dengan penawaran terbaik dari lebih dari 80 merek otomotif," tuturnya.
Untuk mendukung stimulus transaksi, GJAW 2025 untuk pertama kalinya menggandeng Permata Bank sebagai sponsor utama. Kolaborasi ini diharapkan menyuntikkan likuiditas pembiayaan yang agresif ke konsumen.
"Kami yakin kolaborasi ini akan memberikan nilai tambah bagi konsumen baik melalui penawaran spesial, kemudahan pembiayaan maupun berbagai promo istimewa selama GJAW 2025 berlangsung," ujar Anton.
Untuk menarik trafik pengunjung, GJAW 2025 akan menggelar total 13 program unggulan, termasuk "Indoor EV Test Track" untuk membuktikan klaim bebas emisi kendaraan listrik di dalam ruangan.
"Kami harapkan [program] ini akan dapat menjadi pendorong kegiatan penjualan selama pameran ini berlangsung,"tutupAnton.
GJAW 2025 akan digelar pada 21-30 November 2025 dengan skala yang jauh lebih besar. Gaikindo memutuskan menggunakan seluruh area ICE BSD, Tangerang, mencakup Hall 1 hingga Hall 10.
Langkah ekspansi ini sangat signifikan, mengingat penyelenggaraan tahun lalu hanya menempati Hall 5 sampai Hall 10.
Gaikindo menetapkan target transaksi yang sangat ambisius untuk pameran 10 hari ini, yakni menembus Rp 5,1 triliun.
Pameran ini akan diikuti oleh lebih dari 80 peserta, mencakup merek kendaraan penumpang, sepeda motor, industri pendukung, dan mencatat debut dua karoseri ternama, Adiputro dan Tentrem.
Langkah ekspansi besar-besaran dan penetapan target triliunan rupiah ini dilakukan di tengah kondisi pasar otomotif nasional yang sedang mengalami kontraksi tajam.
Berdasarkan data resmi Gaikindo per September 2025 (YTD), pasar berada di zona merah:
Penjualan Wholesale (pabrik ke diler) tercatat 561.819 unit, anjlok 11,3% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Penjualan Retail (diler ke konsumen) tercatat 585.917 unit, turun 10,9% (YoY).
Penurunan paling dalam terjadi di segmen Low Cost Green Car (LCGC), yang terjun bebas 33,9% (YoY), dengan penjualan hanya 89.051 unit (Jan-Sep 2025).
Meskipun data 9 bulan pertama negatif, Gaikindo belum merevisi target penjualan nasional tahun 2025, yang tetap dipatok di angka 900.000 unit.
Analisis data menunjukkan, untuk mencapai target 900.000 unit, industri harus mengejar defisit penjualan wholesale sebesar 338.181 unit hanya dalam tiga bulan terakhir (Oktober-Desember). Ini membutuhkan rata-rata penjualan 112.727 unit per bulan di Q4, sebuah lonjakan drastis nyaris dua kali lipat (80.6% lebih tinggi) dibandingkan rata-rata penjualan 9 bulan pertama (62.424 unit/bulan).
GJAW 2025, dengan target Rp 5,1 triliun, jelas diposisikan sebagai tumpuan utama untuk menciptakan lonjakan permintaan masif tersebut.
Strategi Stimulus dan Dukungan Finansial
![Pasar Otomotif Anjlok 11,3%, Gaikindo All-In di GJAW 2025: Pasang Target Transaksi Rp5,1 Triliun!]()
Ketua Harian Gaikindo, Anton Kemal Tasli, menegaskan bahwa GJAW 2025 dirancang khusus untuk mendorong penjualan demi mengejar target industri.
"Tujuan utama penyelenggaran GJAW 2025 adalah untuk meningkatkan penjualan kenderaan secara masif dan mendorong pasar otomotif nasional agar industri ini dapat mencapai target penjualan di akhir tahun," kata Anton di Jakarta, Kamis (23/10/2025).
Anton menambahkan, GJAW akan menjadi momentum bagi konsumen berkat penawaran program menarik yang diyakini dapat "memulihkan kondisi pasar yang sedang lesu."
"Tentunya pameran ini akan menjadi momentum yang tepat bagi masyarakat untuk memperoleh beragam pilihan kendaraan terbaru. Dengan penawaran terbaik dari lebih dari 80 merek otomotif," tuturnya.
Untuk mendukung stimulus transaksi, GJAW 2025 untuk pertama kalinya menggandeng Permata Bank sebagai sponsor utama. Kolaborasi ini diharapkan menyuntikkan likuiditas pembiayaan yang agresif ke konsumen.
"Kami yakin kolaborasi ini akan memberikan nilai tambah bagi konsumen baik melalui penawaran spesial, kemudahan pembiayaan maupun berbagai promo istimewa selama GJAW 2025 berlangsung," ujar Anton.
Untuk menarik trafik pengunjung, GJAW 2025 akan menggelar total 13 program unggulan, termasuk "Indoor EV Test Track" untuk membuktikan klaim bebas emisi kendaraan listrik di dalam ruangan.
"Kami harapkan [program] ini akan dapat menjadi pendorong kegiatan penjualan selama pameran ini berlangsung,"tutupAnton.
(dan)
Lihat Juga :