Honda Ungkap Strategi AI: Percepat Desain dari 3 Bulan Jadi 1 Hari, Teknologi Cerdas Akan Hadir di Semua Lini Termasuk Hybrid
Minggu, 02 November 2025 - 08:51 WIB
loading...
Motor Co., Ltd. mengumumkan implementasi kecerdasan buatan (AI) secara masif di seluruh lini bisnis, dengan fokus pada efisiensi operasional dan demokratisasi teknologi canggih. Foto: Sindonews/Danang Arradian
A
A
A
TOKYO - Tak mau kalah dengan pabrikan China, Honda Motor Co., Ltd. menempatkan Kecerdasan Buatan (AI) dan pengembangan perangkat lunak sebagai pilar utama untuk efisiensi bisnis dan evolusi produk di masa depan.
Perusahaan menegaskan bahwa teknologi canggih ini akan di demokratisasi di semua lini kendaraan, tidak terbatas pada model EV premium.
Strategi ini dirancang untuk mengubah Honda menjadi perusahaan mobilitas yang lebih lincah, dengan fokus pada "human-centered engineering" (rekayasa yang berpusat pada manusia).
Fokus utamanya adalah efisiensi operasional. AI digunakan untuk mengurangi beban kerja berbasis data, memungkinkan karyawan beralih dari tugas repetitif ke pekerjaan yang lebih strategis dan berorientasi ke masa depan.
Contoh data efisiensi paling signifikan terlihat di divisi desain: "AI membantu mengurangi beban kerja berbasis data. Dalam desain, misalnya, proses yang sebelumnya memakan waktu dua hingga tiga bulan kini dapat diselesaikan hanya dalam satu hari," ungkap CEO Honda Motor Co., Ltd., Toshihiro Mibe, kepada media di Indonesia di kantor pusat Honda Motor di Tokyo, Jepang.
Tentu saja, pemangkasan waktu proses dari 3 bulan menjadi 1 hari menjadi lompatan efisiensi. Ini mengindikasikan bahwa Honda menggunakan AI tidak hanya sebagai fitur produk, tetapi sebagai alat transformasi bisnis inti untuk mempercepat time-to-market.
Demokratisasi Teknologi: AI dan ADAS untuk Semua
Berbeda dengan strategi yang membatasi teknologi baru pada flagship EV, Honda mengkonfirmasi pendekatan yang lebih inklusif.
"Ya. Fitur kecerdasan dan sistem ADAS akan diterapkan tidak hanya pada EV (mobil listrik), tetapi juga pada HEV (mobil hybrid), sehingga teknologi ini dapat dinikmati oleh lebih banyak konsumen tanpa terbatas pada satu lini produk saja," jelas Mibe-san.
Langkah ini memastikan bahwa pelanggan di segmen hybrid (HEV), yang masih menjadi pilar utama di banyak pasar, tetap mendapatkan manfaat inovasi keselamatan dan kenyamanan terbaru.
Untuk memperkuat visi ini, Honda secara aktif menjalin aliansi strategis. "Kolaborasi dengan mitra seperti Google dan Sony akan memperkuat ekosistem layanan ini, memastikan kendaraan Honda selalu relevan dengan kehidupan digital konsumen," ungkap Mibe.
Teknologi yang Berpusat pada Manusia
Mibe mengatakan, elektrifikasi dan AI bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk mencapai visi yang lebih besar.
"Teknologi bagi Honda selalu berangkat dari manusia. Tujuan kami adalah menghadirkan inovasi yang tidak hanya efisien, tetapi juga memperkaya kehidupan," tegas Mibe.
"Misi kami lebih dari sekadar memproduksi kendaraan—kami ingin menciptakan mobilitas yang membawa kebahagiaan, keselamatan, dan keberlanjutan. Elektrifikasi bukanlah tujuan akhir, melainkan langkah menuju masa depan di mana manusia dan teknologi hidup berdampingan secara harmonis,” tutupnya.
Perusahaan menegaskan bahwa teknologi canggih ini akan di demokratisasi di semua lini kendaraan, tidak terbatas pada model EV premium.
Strategi ini dirancang untuk mengubah Honda menjadi perusahaan mobilitas yang lebih lincah, dengan fokus pada "human-centered engineering" (rekayasa yang berpusat pada manusia).
Kecerdasan Buatan atau AI Sebagai Akselerator Bisnis
Honda mengungkapkan bahwa perusahaan saat ini sedang mengkaji secara mendalam lebih dari 40 tema penggunaan AI di berbagai sektor, mulai dari pengembangan, produksi, hingga penjualan.Fokus utamanya adalah efisiensi operasional. AI digunakan untuk mengurangi beban kerja berbasis data, memungkinkan karyawan beralih dari tugas repetitif ke pekerjaan yang lebih strategis dan berorientasi ke masa depan.
Contoh data efisiensi paling signifikan terlihat di divisi desain: "AI membantu mengurangi beban kerja berbasis data. Dalam desain, misalnya, proses yang sebelumnya memakan waktu dua hingga tiga bulan kini dapat diselesaikan hanya dalam satu hari," ungkap CEO Honda Motor Co., Ltd., Toshihiro Mibe, kepada media di Indonesia di kantor pusat Honda Motor di Tokyo, Jepang.
Tentu saja, pemangkasan waktu proses dari 3 bulan menjadi 1 hari menjadi lompatan efisiensi. Ini mengindikasikan bahwa Honda menggunakan AI tidak hanya sebagai fitur produk, tetapi sebagai alat transformasi bisnis inti untuk mempercepat time-to-market.
Demokratisasi Teknologi: AI dan ADAS untuk Semua
![Honda Ungkap Strategi AI: Percepat Desain dari 3 Bulan Jadi 1 Hari, Teknologi Cerdas Akan Hadir di Semua Lini Termasuk Hybrid]()
Berbeda dengan strategi yang membatasi teknologi baru pada flagship EV, Honda mengkonfirmasi pendekatan yang lebih inklusif.
"Ya. Fitur kecerdasan dan sistem ADAS akan diterapkan tidak hanya pada EV (mobil listrik), tetapi juga pada HEV (mobil hybrid), sehingga teknologi ini dapat dinikmati oleh lebih banyak konsumen tanpa terbatas pada satu lini produk saja," jelas Mibe-san.
Langkah ini memastikan bahwa pelanggan di segmen hybrid (HEV), yang masih menjadi pilar utama di banyak pasar, tetap mendapatkan manfaat inovasi keselamatan dan kenyamanan terbaru.
Era "Software-First" dan Aliansi Digital
Ke depan, Honda melihat evolusi kendaraan menjadi "software-first" (berbasis perangkat lunak). Ini memungkinkan pembaruan perangkat lunak jarak jauh (OTA), integrasi AI mendalam, dan layanan digital yang terus berkembang sesuai kebutuhan pengguna.Untuk memperkuat visi ini, Honda secara aktif menjalin aliansi strategis. "Kolaborasi dengan mitra seperti Google dan Sony akan memperkuat ekosistem layanan ini, memastikan kendaraan Honda selalu relevan dengan kehidupan digital konsumen," ungkap Mibe.
Teknologi yang Berpusat pada Manusia
![Honda Ungkap Strategi AI: Percepat Desain dari 3 Bulan Jadi 1 Hari, Teknologi Cerdas Akan Hadir di Semua Lini Termasuk Hybrid]()
Mibe mengatakan, elektrifikasi dan AI bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk mencapai visi yang lebih besar.
"Teknologi bagi Honda selalu berangkat dari manusia. Tujuan kami adalah menghadirkan inovasi yang tidak hanya efisien, tetapi juga memperkaya kehidupan," tegas Mibe.
"Misi kami lebih dari sekadar memproduksi kendaraan—kami ingin menciptakan mobilitas yang membawa kebahagiaan, keselamatan, dan keberlanjutan. Elektrifikasi bukanlah tujuan akhir, melainkan langkah menuju masa depan di mana manusia dan teknologi hidup berdampingan secara harmonis,” tutupnya.
(dan)
Lihat Juga :