Terungkap! Mobil Listrik Honda 0 Alpha Bakal Pakai Baterai Buatan Indonesia!
Minggu, 02 November 2025 - 10:12 WIB
loading...
CEO Honda Toshihiro Mibe mengkonfirmasi bahwa mobil listrik 0 Series Alpha (2027) untuk India akan menggunakan sel baterai buatan CATL dari pabriknya di Indonesia. Foto: Sindonews/Danang Arradian
A
A
A
TOKYO - Honda Motor Company telah menetapkan strategi pengadaan baterai regional krusial untuk pasar India, dengan menunjuk Indonesia sebagai basis pasokan sel baterai.
Hal tersebut diungkap CEO Honda Toshihiro Mibe di gelaran Japan Mobility Show 2025.
Kendaraan listrik baterai (BEV) pertama Honda untuk India—Honda 0 Series Alpha—yang dijadwalkan meluncur pada 2027, akan menggunakan sel baterai yang dipasok dari fasilitas manufaktur CATL di Indonesia.
Langkah strategis ini diumumkan langsung oleh Presiden dan CEO Honda, Toshihiro Mibe, sebagai bagian dari upaya Honda mengurangi risiko rantai pasok.
“Baterai untuk 0 Series Alpha, meskipun kami menggunakan teknologi CATL, sel yang diproduksi di Indonesia, akan dibawa ke India. Jadi, Anda bisa mengatakan baterai itu berasal dari Indonesia,” ujar Toshihiro Mibe kepada wartawan.
![Terungkap! Mobil Listrik Honda 0 Alpha Bakal Pakai Baterai Buatan Indonesia!]()
Keputusan Honda untuk tidak mengimpor langsung dari China–meski menggunakan teknologi dari CATL (perusahaan China)—menyoroti strategi mitigasi risiko yang kini menjadi standar di industri otomotif global.
Industri kendaraan listrik India saat ini masih sangat bergantung pada China untuk sel baterai.
Ketergantungan ini menimbulkan kerentanan strategis di tengah ketegangan geopolitik dan potensi disrupsi pasokan.
Seperti dilaporkan Autocar India, kekhawatiran baru-baru ini juga disuarakan oleh produsen mobil terbesar di India, Maruti Suzuki, yang menyoroti kurangnya manufaktur sel domestik di India sebagai hambatan utama.
Dengan memilih Indonesia sebagai sumber pasokan regional, Honda mendiversifikasi rantai pasoknya tanpa menunggu kematangan penuh industri sel baterai domestik India, yang proses insentifnya (PLI scheme) dinilai belum memberikan dampak signifikan.
Miba-san menegaskan, pengadaan baterai dilakukan secara regional untuk mengoptimalkan logistik, mengingat baterai berukuran besar dan sulit diangkut dalam jarak jauh.
Toshihiro Mibe merinci strategi pengadaan Honda secara global:
Amerika Utara: Pasokan baterai berasal dari perusahaan patungan (JV) L-H Battery Company dengan LG Energy Solution di pabrik yang sedang dibangun di Ohio.
China: Pasokan untuk pasar China dipenuhi langsung dari CATL di China.
Jepang: Pasokan baterai untuk kendaraan EV yang dibuat di Jepang akan dipenuhi secara domestik di Jepang.
Rencana Ofensif Honda di India dan Indonesia
Peluncuran Honda 0 Series Alpha pada 2027 merupakan bagian dari rencana ofensif produk yang agresif di India. Honda menargetkan peluncuran 10 model baru pada akhir dekade ini (2030).
Perusahaan juga menegaskan tidak akan hanya fokus pada BEV, tetapi juga memperkuat teknologi hybrid, yang saat ini baru ditawarkan pada satu dari tiga model Honda yang tersedia di India.
Honda 0 Series Alpha sendiri kemungkinan besar juga akan diluncurkan di Indonesia. Ketika ditanya baterai apa yang akan digunakan untuk mobil listrik tersebut, Shugo Watanabe, Presiden Direktur Honda Prospect Motor, belum memberikan kepastian.
“Kami masih belum memutuskan apakah memakai LFP (Litihium Iron Phospate) ataumun NMC (Nickel, Manganese, dan Cobalt). Tentu saja, Indonesia diuntungkan sebagai salah satu produsen nikel terbesar. Kami masih melakukan studi,” bebernya.
Hal tersebut diungkap CEO Honda Toshihiro Mibe di gelaran Japan Mobility Show 2025.
Kendaraan listrik baterai (BEV) pertama Honda untuk India—Honda 0 Series Alpha—yang dijadwalkan meluncur pada 2027, akan menggunakan sel baterai yang dipasok dari fasilitas manufaktur CATL di Indonesia.
Langkah strategis ini diumumkan langsung oleh Presiden dan CEO Honda, Toshihiro Mibe, sebagai bagian dari upaya Honda mengurangi risiko rantai pasok.
“Baterai untuk 0 Series Alpha, meskipun kami menggunakan teknologi CATL, sel yang diproduksi di Indonesia, akan dibawa ke India. Jadi, Anda bisa mengatakan baterai itu berasal dari Indonesia,” ujar Toshihiro Mibe kepada wartawan.

Keputusan Honda untuk tidak mengimpor langsung dari China–meski menggunakan teknologi dari CATL (perusahaan China)—menyoroti strategi mitigasi risiko yang kini menjadi standar di industri otomotif global.
Industri kendaraan listrik India saat ini masih sangat bergantung pada China untuk sel baterai.
Ketergantungan ini menimbulkan kerentanan strategis di tengah ketegangan geopolitik dan potensi disrupsi pasokan.
Seperti dilaporkan Autocar India, kekhawatiran baru-baru ini juga disuarakan oleh produsen mobil terbesar di India, Maruti Suzuki, yang menyoroti kurangnya manufaktur sel domestik di India sebagai hambatan utama.
Dengan memilih Indonesia sebagai sumber pasokan regional, Honda mendiversifikasi rantai pasoknya tanpa menunggu kematangan penuh industri sel baterai domestik India, yang proses insentifnya (PLI scheme) dinilai belum memberikan dampak signifikan.
Miba-san menegaskan, pengadaan baterai dilakukan secara regional untuk mengoptimalkan logistik, mengingat baterai berukuran besar dan sulit diangkut dalam jarak jauh.
Toshihiro Mibe merinci strategi pengadaan Honda secara global:
Amerika Utara: Pasokan baterai berasal dari perusahaan patungan (JV) L-H Battery Company dengan LG Energy Solution di pabrik yang sedang dibangun di Ohio.
China: Pasokan untuk pasar China dipenuhi langsung dari CATL di China.
Jepang: Pasokan baterai untuk kendaraan EV yang dibuat di Jepang akan dipenuhi secara domestik di Jepang.
Rencana Ofensif Honda di India dan Indonesia
![Terungkap! Mobil Listrik Honda 0 Alpha Bakal Pakai Baterai Buatan Indonesia!]()
Peluncuran Honda 0 Series Alpha pada 2027 merupakan bagian dari rencana ofensif produk yang agresif di India. Honda menargetkan peluncuran 10 model baru pada akhir dekade ini (2030).
Perusahaan juga menegaskan tidak akan hanya fokus pada BEV, tetapi juga memperkuat teknologi hybrid, yang saat ini baru ditawarkan pada satu dari tiga model Honda yang tersedia di India.
Honda 0 Series Alpha sendiri kemungkinan besar juga akan diluncurkan di Indonesia. Ketika ditanya baterai apa yang akan digunakan untuk mobil listrik tersebut, Shugo Watanabe, Presiden Direktur Honda Prospect Motor, belum memberikan kepastian.
“Kami masih belum memutuskan apakah memakai LFP (Litihium Iron Phospate) ataumun NMC (Nickel, Manganese, dan Cobalt). Tentu saja, Indonesia diuntungkan sebagai salah satu produsen nikel terbesar. Kami masih melakukan studi,” bebernya.
(dan)
Lihat Juga :