Mobil Listrik Renault Twingo Bocor sebelum Diluncurkan
Rabu, 05 November 2025 - 09:03 WIB
loading...
Mobil listrik Renault Twingo. Foto/ Carscoops
A
A
A
PARIS - Renault tampaknya siap menghidupkan kembali salah satu ikon mungil Eropa, karena foto resmi Renault Twingo generasi keempat telah bocor menjelang peluncuran resminya pada 6 November.
Model kompak ini tak hanya bernuansa nostalgia, tetapi kini hadir sebagai mobil kota bertenaga listrik penuh yang membawa kembali semangat Twingo asli dari tahun 1992.
Meskipun sudah tiga dekade sejak Twingo pertama kali diperkenalkan, desain barunya masih mempertahankan DNA aslinya.
Lampu depan bundar yang besar, bentuk kotak yang ringkas, dan bagian belakang yang membulat membuatnya tetap mudah dikenali bahkan dalam versi modernnya.
Model produksinya hampir mempertahankan desain konsep yang diperkenalkan pada tahun 2023, hanya saja kini terlihat lebih praktis dengan gagang pintu standar, bumper yang dilengkapi pelindung plastik, dan penutup pelek yang aerodinamis.
Desainnya terlihat bersih, sederhana, dan penuh karakter, sejalan dengan tren kendaraan listrik perkotaan saat ini.
Kabinnya mempertahankan semangat ceria dari model aslinya, tetapi telah disesuaikan dengan realitas produksi massal. Panel interior kini menggunakan lapisan plastik keras dengan sentuhan kuning dan merah sebagai elemen dekoratif.
Layar infotainment mengapung di tengah dasbor, ditemani oleh panel digital kecil di belakang kemudi, sementara kontrol AC masih mempertahankan kenop fisik, sesuatu yang akan diapresiasi oleh banyak pengemudi modern.
Meskipun kecil, tata letak interior Twingo baru ini cukup cerdas. Kursi belakang dapat dilipat rata untuk menambah kapasitas kargo, sehingga ideal untuk penggunaan sehari-hari di dalam kota.
Renault Twingo 2025 dibangun di atas platform AmpR Kecil (sebelumnya dikenal sebagai CMF-BEV), sama seperti Renault 5 baru, Renault 4 EV, dan Nissan Micra generasi berikutnya.
Mobil ini diperkirakan akan menggunakan motor listrik tunggal yang menggerakkan roda depan, bersama dengan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas antara 30 dan 40 kWh.
Perkiraan jarak tempuhnya diperkirakan sekitar 250 hingga 300 km (WLTP), cukup untuk penggunaan sehari-hari di dalam kota termasuk perjalanan ke tempat kerja tanpa perlu khawatir jarak.
Baterai LFP juga menawarkan daya tahan jangka panjang dan biaya produksi yang lebih rendah dibandingkan baterai tipe NMC.
Model kompak ini tak hanya bernuansa nostalgia, tetapi kini hadir sebagai mobil kota bertenaga listrik penuh yang membawa kembali semangat Twingo asli dari tahun 1992.
Meskipun sudah tiga dekade sejak Twingo pertama kali diperkenalkan, desain barunya masih mempertahankan DNA aslinya.
Lampu depan bundar yang besar, bentuk kotak yang ringkas, dan bagian belakang yang membulat membuatnya tetap mudah dikenali bahkan dalam versi modernnya.
Model produksinya hampir mempertahankan desain konsep yang diperkenalkan pada tahun 2023, hanya saja kini terlihat lebih praktis dengan gagang pintu standar, bumper yang dilengkapi pelindung plastik, dan penutup pelek yang aerodinamis.
Desainnya terlihat bersih, sederhana, dan penuh karakter, sejalan dengan tren kendaraan listrik perkotaan saat ini.
Kabinnya mempertahankan semangat ceria dari model aslinya, tetapi telah disesuaikan dengan realitas produksi massal. Panel interior kini menggunakan lapisan plastik keras dengan sentuhan kuning dan merah sebagai elemen dekoratif.
Layar infotainment mengapung di tengah dasbor, ditemani oleh panel digital kecil di belakang kemudi, sementara kontrol AC masih mempertahankan kenop fisik, sesuatu yang akan diapresiasi oleh banyak pengemudi modern.
Meskipun kecil, tata letak interior Twingo baru ini cukup cerdas. Kursi belakang dapat dilipat rata untuk menambah kapasitas kargo, sehingga ideal untuk penggunaan sehari-hari di dalam kota.
Renault Twingo 2025 dibangun di atas platform AmpR Kecil (sebelumnya dikenal sebagai CMF-BEV), sama seperti Renault 5 baru, Renault 4 EV, dan Nissan Micra generasi berikutnya.
Mobil ini diperkirakan akan menggunakan motor listrik tunggal yang menggerakkan roda depan, bersama dengan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas antara 30 dan 40 kWh.
Perkiraan jarak tempuhnya diperkirakan sekitar 250 hingga 300 km (WLTP), cukup untuk penggunaan sehari-hari di dalam kota termasuk perjalanan ke tempat kerja tanpa perlu khawatir jarak.
Baterai LFP juga menawarkan daya tahan jangka panjang dan biaya produksi yang lebih rendah dibandingkan baterai tipe NMC.
(wbs)
Lihat Juga :