Melihat Langsung Laboratorium Penelitian Etanol raBit di Fukushima

Kamis, 06 November 2025 - 08:08 WIB
loading...
Melihat Langsung Laboratorium...
Laboratorium Penelitian Etanol raBit di Fukushima Jepang. FOTO/ DOK SindoNews
A A A
FUKUSHIMA - Di tengah perdebatan global mengenai penggunaan bahan pangan untuk energi,ToyotaMotor Corporation (TMC) mengambil langkah maju dengan serius mengkaji produksietanoldari komoditas non-pangan.



Toyota kini menyorotisorgum, tanaman tangguh yang berpotensi menjadi 'bensin' masa depan, tanpa harus mengorbankan pasokan makanan dunia.


Untuk menunjukan keseriusannya, Toyota mengajak SindoNews ke Fukushima kelaboratorium raBit untuk melihat fasilitas dan menunjukkan sampel etanol.

raBit, fasilitas penelitian yang menjadi simbol kebangkitan Fukushima, Jepang, tak menggunakan jagung atau gula sebagai material etanol karena bahan pangan seharusnya menjadi makanan, bukan bahan bakar. Target riset tiga tahun dan kelak hasilnya ditujukan untuk dunia.

Di Okuma Town, jantung Prefektur Fukushima, berdiri sebuah fasilitas penelitian yang menjadi simbol baru kebangkitan: Research Association of Biomass Innovation for Next Generation of Renewable Fuels atau disingkat raBit.

Di sinilah para ilmuwan bekerja tanpa henti meneliti bahan bakar alternatif yang disebut etanol generasi kedua -energi yang lahir bukan dari ladang pangan, melainkan dari limbah pertanian.

”Kawasan ini terus berupaya untuk bangkit dan memulihkan diri,” ujar Chairperson of Steering Committee raBit Yasunobu Seki dengan nada tenang namun penuh makna, kepada rombongan media trip Toyota-Japan Mobility Show 2025, Jumat (31/10/2025) lalu.
Melihat Langsung Laboratorium Penelitian Etanol raBit di Fukushima


Fokus penelitian utama raBit mencakup tiga bidang. Masing-masing pengembangan sistem produksi etanol generasi kedua yang tidak bersaing dengan pangan, pemanfaatan oksigen dan CO₂ sebagai produk samping untuk meningkatkan efisiensi produksi biofuel dan hidrogen serta riset mengenai metode operasi sistem secara keseluruhan, termasuk penggunaan biofuel pada sektor otomotif.

Menurut Seki, riset mereka bukan sekadar soal energi, tapi juga tentang etika dan keberlanjutan. Etanol yang digunakan saat ini umumnya berasal dari jagung atau gula, bahan pangan yang seharusnya menjadi makanan, bukan bahan bakar.

Dari situlah lahir gagasan untuk menciptakan etanol nonpangan berbasis limbah seperti jerami dan ampas tebu. Untuk mewujudkannya, raBit harus mengurai biomassa menjadi tiga komponen utama: selulosa, hemiselulosa dan lignin.

Hanya dua yang pertama bisa diolah menjadi etanol, sementara lignin yang keras tetap menjadi limbah padat. Proses ini menuntut teknologi canggih, enzim khusus dan ragi unggulan -pekerjaan rumit yang hanya bisa dilakukan di fasilitas berteknologi tinggi seperti raBit.

Tak hanya para ilmuwan yang terlibat. Riset ini adalah kolaborasi besar antara raksasa industri Jepang seperti Toyota, Subaru, Suzuki, Mazda, Eneos, hingga Yamaha. Mereka bersatu dalam satu visi: menciptakan bahan bakar karbon netral yang terjangkau dan berkelanjutan.

Pada kesempatan terpisah, dalam sesi Toyota Global Workshop bersama media, Chief Technology Officer Toyota Motor Corporation Hiroki Nakajima mengamini bahwa pengembangan etanol berbasis komoditas nonpangan penting dilakukan.

”Secara global, pemanfaatan bahan pangan untuk memproduksi bahan bakar kendaraan kerap memunculkan perdebatan, apakah itu sesuatu yang etis. Itulah mengapa penting untuk terus mengembangkan riset etanol berbasis komoditas nonpangan,” ujar Nakajima.

Nakajima membenarkan bahwa pihaknya melakukan penelitian bersama sejumlah perusahaan terkait otomotif lain guna meningkatkan pemahaman proses produksi etanol yang lebih efisien.

”Saat ini, riset tersebut masih dalam tahap eksperimental, namun kami optimistis bahwa etanol berbasis non-pangan dapat menjadi solusi penting untuk memperluas pemanfaatan biofuel di berbagai wilayah,” tambahnya.

Namun, jalan menuju ke sana tidak mudah. Seki mengakui, tantangan utama terletak pada logistik dan biaya. Mengumpulkan limbah pertanian dalam jumlah besar bukan perkara sederhana.

”Ini bukan masalah kebijakan atau ketersediaan bahan, tapi lebih pada teknis pengumpulan dan distribusi logistiknya,” ujarnya.

Sebagai organisasi nirlaba, mereka menargetkan tiga tahun ke depan sebagai masa riset intensif. Visinya bukan hanya untuk Jepang, tapi juga untuk dunia.

”Tujuan akhirnya adalah menjadikan bahan bakar karbon netral sebagai solusi global,” tutup Seki.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Strategi BYD Kuasai...
Strategi BYD Kuasai Pasar Otomotif yang Wajib Diwaspadai Jepang
Toyota Siap Terjun Langsung...
Toyota Siap Terjun Langsung ke Produksi Taksi Terbang Listrik
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Mitsubishi Pajero Targetkan...
Mitsubishi Pajero Targetkan Segmen yang Sama dengan Toyota Land Cruiser
Didukung TGRI, Eric...
Didukung TGRI, Eric Saputra Juara OMR Agya Mandalika
Lawan Toyota Yaris Cross,...
Lawan Toyota Yaris Cross, Hyundai i20 Berubah Ukuran
Indonesia Bakal Ciptakan...
Indonesia Bakal Ciptakan BBM Baru E20, Butuh 4 Juta KL Etanol per Tahun
Dicampur ke BBM, Bahlil...
Dicampur ke BBM, Bahlil Buka Peluang Impor Etanol dari AS
Aturan BBM Campur Etanol...
Aturan BBM Campur Etanol 10-20% Digodok, Hanya untuk RON 90 ke Atas
Rekomendasi
Geledah Kafe deClan,...
Geledah Kafe de'Clan, Polri Temukan Brankas Besar di dalam Tembok
Indonesia-India Kerja...
Indonesia-India Kerja Sama Program Rudal Canggih BrahMos dan Udara ke Udara
Baim Wong Pertama Kali...
Baim Wong Pertama Kali Garap Film Komedi, Gandeng Aktor dan Aktris Ternama
Berita Terkini
Bentley Siap Luncurkan...
Bentley Siap Luncurkan Mobil Listrik Pertamanya September Tahun Ini
Risiko Berkendara Jarak...
Risiko Berkendara Jarak Jauh dengan Mobil Listrik Selain Kehabisan Baterai
Dituduh Meniru Porsche...
Dituduh Meniru Porsche Taycan, Bos MG Kehilangan Muka
Baojun Yep Plus: SUV...
Baojun Yep Plus: SUV Kotak Listrik Mirip Suzuki Jimny Harga Rp200 Jutaan
Baojun Huajing S: Wuling...
Baojun Huajing S: Wuling Bikin Kejutan dengan SUV yang Mendekati Kelas Range Rover
Melihat Langsung Dapur...
Melihat Langsung Dapur Perakitan Baterai Wuling di Liuzhou China!
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved