Xpeng Siap Berbagi Teknologi Semi-Otonom dengan Volkswagen
Jum'at, 07 November 2025 - 08:56 WIB
loading...
A
A
A
Sistem ini diklaim mampu mengurangi kebutuhan intervensi manusia secara signifikan, termasuk saat berkendara di jalan sempit.
Menurut Xiaopeng, sistem generasi baru ini bukan sekadar peningkatan kecil, melainkan dibangun di atas teknologi mengemudi berbantuan yang sudah ada seperti XNGP (Navigation Guided Pilot) yang sudah populer di Tiongkok, tetapi kini lebih cerdas, lebih responsif, dan lebih "manusiawi" dalam merespons situasi dunia nyata.
Salah satu keunggulan utama yang disorot adalah kemampuannya untuk berkendara dengan mulus di jalan sempit, sebuah skenario yang menurut Xpeng sangat cocok untuk pasar Eropa, yang penuh dengan gang-gang kecil dan kawasan perkotaan tua.
Xiaopeng juga mengklaim bahwa sistem baru ini telah mengungguli Tesla Full Self-Driving (FSD) dalam beberapa aspek, termasuk membutuhkan lebih sedikit intervensi manusia dan mampu menyelesaikan rute uji beberapa menit lebih cepat daripada sistem Tesla.
Xiaopeng mengatakan, "Bulan depan saya akan pergi ke AS untuk membandingkan sistem ini dengan FSD lagi," ujarnya dalam sebuah wawancara dengan CNBC.
Sistem pengemudian semi-otonom Xpeng juga dapat mengenali sinyal tangan dari pengatur lalu lintas, serta membaca sinyal lampu lalu lintas dari merah ke hijau, sesuatu yang menunjukkan seberapa baik sistem ini memahami pola lalu lintas yang sebenarnya di jalan.
Menariknya, langkah ini juga dilakukan ketika Tesla masih bergelut dengan birokrasi Tiongkok untuk mendapatkan persetujuan peluncuran FSD di Tiongkok daratan.
Menurut Xiaopeng, sistem generasi baru ini bukan sekadar peningkatan kecil, melainkan dibangun di atas teknologi mengemudi berbantuan yang sudah ada seperti XNGP (Navigation Guided Pilot) yang sudah populer di Tiongkok, tetapi kini lebih cerdas, lebih responsif, dan lebih "manusiawi" dalam merespons situasi dunia nyata.
Salah satu keunggulan utama yang disorot adalah kemampuannya untuk berkendara dengan mulus di jalan sempit, sebuah skenario yang menurut Xpeng sangat cocok untuk pasar Eropa, yang penuh dengan gang-gang kecil dan kawasan perkotaan tua.
Xiaopeng juga mengklaim bahwa sistem baru ini telah mengungguli Tesla Full Self-Driving (FSD) dalam beberapa aspek, termasuk membutuhkan lebih sedikit intervensi manusia dan mampu menyelesaikan rute uji beberapa menit lebih cepat daripada sistem Tesla.
Xiaopeng mengatakan, "Bulan depan saya akan pergi ke AS untuk membandingkan sistem ini dengan FSD lagi," ujarnya dalam sebuah wawancara dengan CNBC.
Sistem pengemudian semi-otonom Xpeng juga dapat mengenali sinyal tangan dari pengatur lalu lintas, serta membaca sinyal lampu lalu lintas dari merah ke hijau, sesuatu yang menunjukkan seberapa baik sistem ini memahami pola lalu lintas yang sebenarnya di jalan.
Menariknya, langkah ini juga dilakukan ketika Tesla masih bergelut dengan birokrasi Tiongkok untuk mendapatkan persetujuan peluncuran FSD di Tiongkok daratan.
Lihat Juga :