Honda Culture Indonesia Vol. 2 Digelar 15-16 November, Ajang Jaga Setia Penggemar Lintas Generasi
Kamis, 13 November 2025 - 17:46 WIB
loading...
Di tengah ketatnya persaingan dengan pabrikan China, Honda memperkuat basisnya dengan mengumpulkan 37 komunitas dalam ajang Honda Culture Indonesia Vol.2 akhir pekan ini di CIBIS Park. Foto: HPM
A
A
A
JAKARTA - Pasar otomotif Indonesia kini kian sesak oleh gempuran pabrikan baru, terutama dari China, yang agresif menawarkan teknologi canggih dengan harga kompetitif.
Di tengah persaingan ketat ini, PT Honda Prospect Motor (HPM) memilih strategi berbeda untuk mempertahankan dominasinya: memperkuat "akar rumput".
Alih-alih hanya fokus pada perang harga, Honda justru mengonsolidasikan basis penggemar setianya melalui ajang komunitas masif. Akhir pekan ini, pada 15–16 November 2025, HPM menggelar acara puncak Honda Culture Indonesia Vol.2 di CIBIS Park, Jakarta.
Perang Emosi Melawan Perang Harga
Langkah ini dapat dibaca sebagai strategi defensif sekaligus ofensif. Di saat kompetitor baru fokus merebut konsumen dengan spesifikasi dan harga, Honda memanfaatkan aset terbesarnya: loyalitas dan warisan (heritage) yang telah dibangun puluhan tahun.
Acara yang mengusung tema "Menyala Sepanjang Masa" ini bukan sekadar ajang kumpul biasa. Ini adalah puncak dari roadshow yang telah menyapa lebih dari sepuluh kota di Indonesia. Honda secara sadar "merawat" ekosistemnya yang diklaim terdiri dari 37 komunitas resmi, dengan lebih dari 100 chapter (cabang) dan total 50.000 anggota terdaftar di seluruh Indonesia.
Yusak Billy, Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor, mengatakan acara ini adalah ruang ekspresi bagi komunitas yang telah menjadi bagian penting perjalanan Honda.
"Honda Culture Indonesia kami hadirkan sebagai ruang berkumpul dan berekspresi. Semangat kebersamaan ini tidak hanya untuk komunitas, tapi juga terbuka bagi seluruh masyarakat," ujar Yusak Billy, Kamis (13/11/2025).
Dari Nostalgia hingga Purna Jual
Untuk mengikat emosi pengunjung, Honda memadukan berbagai elemen. Pengunjung akan disuguhi pameran mobil ikonik Honda lintas generasi, sebuah langkah untuk membangkitkan nostalgia sekaligus menunjukkan warisan panjang merek tersebut.
Namun, Honda tidak hanya menjual nostalgia. Acara ini secara spesifik dirancang untuk melibatkan pemilik mobil saat ini melalui kompetisi modifikasi.
Lebih jauh, Honda secara cerdas mengintegrasikan layanan bisnis intinya. Dibuka "Honda Service Point" yang menyediakan layanan perawatan, suku cadang, serta program penjualan khusus.
Ada pula "Trunk Market" tempat komunitas bisa menjual produk mereka, mulai dari pakaian hingga spare parts langka.
Strategi ini jelas: merangkul komunitas, sekaligus menstimulasi ekosistem purna jual (after-sales), yang sering menjadi benteng pertahanan loyalitas pelanggan.
Komunitas fotografi Hayomoto juga turut memamerkan 30 karya foto terbaik dari hasil dokumentasi roadshow di 10 kota sebelumnya.
Sebagai penutup, acara ini dimeriahkan panggung musik yang diisi oleh Diskopantera dan Moluccan Soul (Sabtu, 15 November), serta Diskoria dan Neida (Minggu, 16 November).
Yusak Billy menegaskan bahwa seluruh rangkaian acara ini dapat dinikmati secara gratis. "Acara ini kami selenggarakan secara gratis agar siapa pun dapat datang, menikmati, dan menjadi bagian dari semangat yang terus menyala bersama Honda,"tutupnya.
Di tengah persaingan ketat ini, PT Honda Prospect Motor (HPM) memilih strategi berbeda untuk mempertahankan dominasinya: memperkuat "akar rumput".
Alih-alih hanya fokus pada perang harga, Honda justru mengonsolidasikan basis penggemar setianya melalui ajang komunitas masif. Akhir pekan ini, pada 15–16 November 2025, HPM menggelar acara puncak Honda Culture Indonesia Vol.2 di CIBIS Park, Jakarta.
Perang Emosi Melawan Perang Harga
![Honda Culture Indonesia Vol. 2 Digelar 15-16 November, Ajang Jaga Setia Penggemar Lintas Generasi]()
Langkah ini dapat dibaca sebagai strategi defensif sekaligus ofensif. Di saat kompetitor baru fokus merebut konsumen dengan spesifikasi dan harga, Honda memanfaatkan aset terbesarnya: loyalitas dan warisan (heritage) yang telah dibangun puluhan tahun.
Acara yang mengusung tema "Menyala Sepanjang Masa" ini bukan sekadar ajang kumpul biasa. Ini adalah puncak dari roadshow yang telah menyapa lebih dari sepuluh kota di Indonesia. Honda secara sadar "merawat" ekosistemnya yang diklaim terdiri dari 37 komunitas resmi, dengan lebih dari 100 chapter (cabang) dan total 50.000 anggota terdaftar di seluruh Indonesia.
Yusak Billy, Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor, mengatakan acara ini adalah ruang ekspresi bagi komunitas yang telah menjadi bagian penting perjalanan Honda.
"Honda Culture Indonesia kami hadirkan sebagai ruang berkumpul dan berekspresi. Semangat kebersamaan ini tidak hanya untuk komunitas, tapi juga terbuka bagi seluruh masyarakat," ujar Yusak Billy, Kamis (13/11/2025).
Dari Nostalgia hingga Purna Jual
![Honda Culture Indonesia Vol. 2 Digelar 15-16 November, Ajang Jaga Setia Penggemar Lintas Generasi]()
Untuk mengikat emosi pengunjung, Honda memadukan berbagai elemen. Pengunjung akan disuguhi pameran mobil ikonik Honda lintas generasi, sebuah langkah untuk membangkitkan nostalgia sekaligus menunjukkan warisan panjang merek tersebut.
Namun, Honda tidak hanya menjual nostalgia. Acara ini secara spesifik dirancang untuk melibatkan pemilik mobil saat ini melalui kompetisi modifikasi.
Lebih jauh, Honda secara cerdas mengintegrasikan layanan bisnis intinya. Dibuka "Honda Service Point" yang menyediakan layanan perawatan, suku cadang, serta program penjualan khusus.
Ada pula "Trunk Market" tempat komunitas bisa menjual produk mereka, mulai dari pakaian hingga spare parts langka.
Strategi ini jelas: merangkul komunitas, sekaligus menstimulasi ekosistem purna jual (after-sales), yang sering menjadi benteng pertahanan loyalitas pelanggan.
Kolaborasi Lintas Budaya Urban
Untuk menegaskan citra sebagai merek gaya hidup, Honda menggandeng kolaborator dari subkultur lain. Perusahaan Twilo berkolaborasi dengan seniman jalanan (street artist) dan skateboarder untuk memodifikasi unit Honda Brio dan Honda Type R dengan sentuhan budaya urban.Komunitas fotografi Hayomoto juga turut memamerkan 30 karya foto terbaik dari hasil dokumentasi roadshow di 10 kota sebelumnya.
Sebagai penutup, acara ini dimeriahkan panggung musik yang diisi oleh Diskopantera dan Moluccan Soul (Sabtu, 15 November), serta Diskoria dan Neida (Minggu, 16 November).
Yusak Billy menegaskan bahwa seluruh rangkaian acara ini dapat dinikmati secara gratis. "Acara ini kami selenggarakan secara gratis agar siapa pun dapat datang, menikmati, dan menjadi bagian dari semangat yang terus menyala bersama Honda,"tutupnya.
(dan)
Lihat Juga :