36 Jam di Bawah Langit Lido: Ketika Ratusan Mobil Legendaris Berkemah di Festival Otomotif Asia Pertama
Kamis, 27 November 2025 - 13:02 WIB
loading...
Auto Kultur Re/Creation Vol. 02 menyulap Lido Music and Arts Center menjadi surga otomotif 36 jam nonstop. Foto: ist
A
A
A
LIDO - Langit malam di kaki Gunung Salak, Bogor, tak lagi senyap. Deru mesin halus bercampur tawa hangat memecah keheningan Lido Music and Arts Center (LMAC) saat ribuan pecinta otomotif menggelar "hajatan" yang tak biasa.
Bukan di dalam gedung pameran berpendingin udara, melainkan di alam terbuka, di bawah atap bintang, selama 36 jam tanpa henti.
Inilah Auto Kultur Re/Creation Vol. 02, sebuah festival yang menorehkan sejarah baru sebagai The First Overnight Autofest in Asia.
Digelar pada 22–23 November 2025, acara ini bukan sekadar pameran mobil. Ia adalah sebuah anomali yang indah.
Bayangkan, lebih dari 300 mobil terkurasi terparkir rapi di hamparan rumput hijau, berlatar kemegahan tiga gunung: Salak, Gede, dan Pangrango.
Ini adalah galeri seni berjalan. Dari JDM retro yang nostalgik, kegagahan American classic, presisi euro stance, hingga ketangguhan off-roader, semuanya hadir tanpa sekat, meruntuhkan ego antarkomunitas.
Rama J Baskoro, Festival Director Auto Kultur Re/Creation Vol. 02, melukiskan acara ini sebagai sebuah "outing" besar bagi keluarga otomotif.
"Auto Kultur bagi kami adalah perayaan kebersamaan. Tempat di mana semua penggemar otomotif dapat bertemu, berekreasi, dan merayakan passion yang sama. Konsep camping yang kami usung juga menghadirkan suasana baru, lebih dekat, dan lebih hangat," ujar Rama.
Pergeseran Kultur dari Pameran ke Rekreasi
Auto Kultur menjadi bukti nyata pergeseran paradigma dalam dunia otomotif Tanah Air. Pameran mobil tak lagi melulu soal transaksi jual-beli yang kaku. Atau show off teknologi baru.
Data menunjukkan lonjakan signifikan: jumlah peserta auto show naik dua kali lipat dibandingkan volume pertama.
Ini mengindikasikan bahwa komunitas otomotif merindukan ruang interaksi yang lebih organik dan humanis.
Suddenly, selaku promotor, cerdik membaca kerinduan ini dengan menyuntikkan konten-konten segar yang belum pernah ada. Salah satunya adalah Taxi Rally, kolaborasi dengan Gazpoll Racing Team yang memberikan pengalaman adrenalin menjadi navigator reli bagi pengunjung.
Namun, momen paling magis justru terjadi saat fajar menyingsing. Lebih dari 500 peserta dari komunitas "Bapack-bapack Subuhan" menggelar shalat Subuh berjamaah di tengah hamparan mobil-mobil modifikasi, diselimuti kabut tipis Lido.
Sebuah pemandangan kontemplatif yang menyatukan hobi duniawi dengan spiritualitas, sesuatu yang mustahil ditemukan di pameran otomotif konvensional.
Oase bagi Keluarga dan Ekonomi Kreatif
Acara ini juga mendobrak stigma bahwa car meet adalah ranah eksklusif pria dewasa. Dengan konsep family friendly, tersedia area bermain anak (kids playground) yang luas, memungkinkan keluarga menikmati akhir pekan tanpa rasa was-was. Anak-anak berlarian di ruang terbuka yang aman, sementara para orang tua bertukar cerita di area Overnight Campout.
Ekosistem ekonomi kreatif pun berputar kencang. Pasar otomotif, bursa suku cadang (spare part), lapak mode (fashion), hingga kuliner tumpah ruah. Area khusus Diecast dan Remote Control menjadi surga kecil bagi para kolektor.
Dukungan dari sponsor besar seperti Bank BRI, Pria Punya Selera, dan Simpati, serta kolaborasi dengan berbagai exhibitor seperti VW Indonesia dan Audi Indonesia, menegaskan kepercayaan industri terhadap format festival hibrida semacam ini.
Auto Kultur Re/Creation Vol. 02 telah melampaui definisi sebuah festival. Ia adalah rekreasi, silaturahmi, dan selebrasi kultur yang membumi. Di sini, mesin-mesin besi tak lagi sekadar benda mati, melainkan medium yang merekatkan hatidialambebas.
Bukan di dalam gedung pameran berpendingin udara, melainkan di alam terbuka, di bawah atap bintang, selama 36 jam tanpa henti.
Inilah Auto Kultur Re/Creation Vol. 02, sebuah festival yang menorehkan sejarah baru sebagai The First Overnight Autofest in Asia.
Digelar pada 22–23 November 2025, acara ini bukan sekadar pameran mobil. Ia adalah sebuah anomali yang indah.
Bayangkan, lebih dari 300 mobil terkurasi terparkir rapi di hamparan rumput hijau, berlatar kemegahan tiga gunung: Salak, Gede, dan Pangrango.
Ini adalah galeri seni berjalan. Dari JDM retro yang nostalgik, kegagahan American classic, presisi euro stance, hingga ketangguhan off-roader, semuanya hadir tanpa sekat, meruntuhkan ego antarkomunitas.
Rama J Baskoro, Festival Director Auto Kultur Re/Creation Vol. 02, melukiskan acara ini sebagai sebuah "outing" besar bagi keluarga otomotif.
"Auto Kultur bagi kami adalah perayaan kebersamaan. Tempat di mana semua penggemar otomotif dapat bertemu, berekreasi, dan merayakan passion yang sama. Konsep camping yang kami usung juga menghadirkan suasana baru, lebih dekat, dan lebih hangat," ujar Rama.
Pergeseran Kultur dari Pameran ke Rekreasi
![36 Jam di Bawah Langit Lido: Ketika Ratusan Mobil Legendaris Berkemah di Festival Otomotif Asia Pertama]()
Auto Kultur menjadi bukti nyata pergeseran paradigma dalam dunia otomotif Tanah Air. Pameran mobil tak lagi melulu soal transaksi jual-beli yang kaku. Atau show off teknologi baru.
Data menunjukkan lonjakan signifikan: jumlah peserta auto show naik dua kali lipat dibandingkan volume pertama.
Ini mengindikasikan bahwa komunitas otomotif merindukan ruang interaksi yang lebih organik dan humanis.
Suddenly, selaku promotor, cerdik membaca kerinduan ini dengan menyuntikkan konten-konten segar yang belum pernah ada. Salah satunya adalah Taxi Rally, kolaborasi dengan Gazpoll Racing Team yang memberikan pengalaman adrenalin menjadi navigator reli bagi pengunjung.
Namun, momen paling magis justru terjadi saat fajar menyingsing. Lebih dari 500 peserta dari komunitas "Bapack-bapack Subuhan" menggelar shalat Subuh berjamaah di tengah hamparan mobil-mobil modifikasi, diselimuti kabut tipis Lido.
Sebuah pemandangan kontemplatif yang menyatukan hobi duniawi dengan spiritualitas, sesuatu yang mustahil ditemukan di pameran otomotif konvensional.
Oase bagi Keluarga dan Ekonomi Kreatif
![36 Jam di Bawah Langit Lido: Ketika Ratusan Mobil Legendaris Berkemah di Festival Otomotif Asia Pertama]()
Acara ini juga mendobrak stigma bahwa car meet adalah ranah eksklusif pria dewasa. Dengan konsep family friendly, tersedia area bermain anak (kids playground) yang luas, memungkinkan keluarga menikmati akhir pekan tanpa rasa was-was. Anak-anak berlarian di ruang terbuka yang aman, sementara para orang tua bertukar cerita di area Overnight Campout.
Ekosistem ekonomi kreatif pun berputar kencang. Pasar otomotif, bursa suku cadang (spare part), lapak mode (fashion), hingga kuliner tumpah ruah. Area khusus Diecast dan Remote Control menjadi surga kecil bagi para kolektor.
Dukungan dari sponsor besar seperti Bank BRI, Pria Punya Selera, dan Simpati, serta kolaborasi dengan berbagai exhibitor seperti VW Indonesia dan Audi Indonesia, menegaskan kepercayaan industri terhadap format festival hibrida semacam ini.
Auto Kultur Re/Creation Vol. 02 telah melampaui definisi sebuah festival. Ia adalah rekreasi, silaturahmi, dan selebrasi kultur yang membumi. Di sini, mesin-mesin besi tak lagi sekadar benda mati, melainkan medium yang merekatkan hatidialambebas.
(dan)
Lihat Juga :