Butuh Waktu 24 Jam Isi Penuh Baterai VF 8 Plus, VinFast Digugat
Kamis, 27 November 2025 - 16:04 WIB
loading...
VintFast VF 8 Plus. FOTO/ Car and Drive
A
A
A
CALIFORNIA - VinFast kembali menjadi sorotan, tetapi bukan tanpa alasan yang jelas. Produsen mobil Vietnam ini kini menghadapi gugatan hukum lain di Amerika Serikat, setelah sekelompok pemilik mengklaim bahwa SUV listrik VF 8 Plus AWD-nya membutuhkan waktu hingga 24 jam untuk terisi penuh.
Seperti dilansir dari Carscoops, gugatan tersebut diajukan di Pengadilan Distrik Pusat California dan melibatkan pelanggan yang membeli atau menyewa model tersebut dalam empat tahun terakhir.
Menurut gugatan tersebut, VF 8 seharusnya mendukung kecepatan pengisian daya 6,6 kW atau lebih. Namun, para pemilik mengklaim kendaraan mereka hanya dapat mengisi daya dengan kecepatan kurang dari 2 kW, kira-kira setara dengan kecepatan model EV generasi lama seperti Nissan Leaf pertama, bukan EV modern.
Dua penggugat utama, Gil Swigi dan Joseph Mizrahi, mengatakan mereka disesatkan sehingga percaya bahwa VF 8 dapat mengisi daya pada standar Level 2 hingga 32 amp.
Namun, ketika mencoba menggunakan arus sebesar itu, kendaraan tersebut diduga macet karena masalah perangkat lunak, yang memaksa mereka membatasi pengisian daya hingga hanya 19 amp. Hal ini menyebabkan kecepatan pengisian daya turun hampir 40 persen.
Lebih parah lagi, proses pengisian daya dikatakan sering berhenti di malam hari tanpa pemberitahuan, menyebabkan pemilik terbangun dengan baterai yang tidak terisi penuh, sehingga mengganggu perjalanan harian mereka.
Laporan Carcomplaints menyatakan bahwa VinFast telah beberapa kali mencoba memperbaiki kedua kendaraan tersebut, tetapi masalahnya baru teratasi setelah pemilik membeli peralatan pengisian daya tambahan.
Namun, VinFast berhasil berargumen bahwa kedua belah pihak telah sepakat untuk menyelesaikan sengketa melalui arbitrase. Hakim kemudian mengabulkan permohonan tersebut, dan sidang arbitrase dijadwalkan berlangsung pada 20 Februari 2026.
Seperti dilansir dari Carscoops, gugatan tersebut diajukan di Pengadilan Distrik Pusat California dan melibatkan pelanggan yang membeli atau menyewa model tersebut dalam empat tahun terakhir.
Menurut gugatan tersebut, VF 8 seharusnya mendukung kecepatan pengisian daya 6,6 kW atau lebih. Namun, para pemilik mengklaim kendaraan mereka hanya dapat mengisi daya dengan kecepatan kurang dari 2 kW, kira-kira setara dengan kecepatan model EV generasi lama seperti Nissan Leaf pertama, bukan EV modern.
Dua penggugat utama, Gil Swigi dan Joseph Mizrahi, mengatakan mereka disesatkan sehingga percaya bahwa VF 8 dapat mengisi daya pada standar Level 2 hingga 32 amp.
Namun, ketika mencoba menggunakan arus sebesar itu, kendaraan tersebut diduga macet karena masalah perangkat lunak, yang memaksa mereka membatasi pengisian daya hingga hanya 19 amp. Hal ini menyebabkan kecepatan pengisian daya turun hampir 40 persen.
Lebih parah lagi, proses pengisian daya dikatakan sering berhenti di malam hari tanpa pemberitahuan, menyebabkan pemilik terbangun dengan baterai yang tidak terisi penuh, sehingga mengganggu perjalanan harian mereka.
Laporan Carcomplaints menyatakan bahwa VinFast telah beberapa kali mencoba memperbaiki kedua kendaraan tersebut, tetapi masalahnya baru teratasi setelah pemilik membeli peralatan pengisian daya tambahan.
Namun, VinFast berhasil berargumen bahwa kedua belah pihak telah sepakat untuk menyelesaikan sengketa melalui arbitrase. Hakim kemudian mengabulkan permohonan tersebut, dan sidang arbitrase dijadwalkan berlangsung pada 20 Februari 2026.
(wbs)
Lihat Juga :