Spesifikasi Monster, Nasib Apes: Mengintip Jeroan Chery Fulwin X3L Bertenaga 422 HP yang Gagal Taklukkan Gunung Tianmen
Jum'at, 28 November 2025 - 16:13 WIB
loading...
Ambisi Chery mengulang sejarah Range Rover menaklukkan 999 anak tangga ekstrem Gunung Tianmen berakhir dramatis. Foto: ist
A
A
A
ZHANGJIAJIE - Langit di atas pegunungan Tianmen, Hunan, menjadi saksi bisu kegagalan dramatis uji ketangguhan yang semula dirancang sebagai panggung pembuktian.
Chery Fulwin X3L, SUV Extended-Range Electric Vehicle (EREV) andalan Chery, gagal mencapai puncak 999 anak tangga menuju "Gerbang Surga" yang legendaris.
Insiden yang terjadi pada 12 November 2025 pukul 12.00 waktu setempat ini sontak memicu perdebatan global, mengingat pada 2018, Range Rover Sport berhasil menaklukkan tantangan serupa dengan mulus di tangan pembalap Ho-Pin Tung.
Rekaman video yang beredar memperlihatkan SUV tersebut kehilangan traksi di tengah tanjakan curam berkemiringan 45 derajat, meluncur mundur tak terkendali, dan berakhir menghantam pagar pembatas hingga roboh.
Spekulasi liar pun bermunculan: apakah performa mesin Chery tak sanggup melawan gravitasi?
Investigasi: Bukan Kegagalan Mesin, tapi Tali Pengaman
Menjawab keraguan publik, PT Chery Sales Indonesia (CSI) merilis pernyataan resmi yang meluruskan duduk perkara.
Berdasarkan investigasi awal, insiden tersebut murni disebabkan oleh kegagalan teknis pada peralatan pendukung eksternal, bukan performa kendaraan.
"Masalah terjadi karena pengait utama tali pengaman tiba-tiba lepas. Ketika pengait itu lepas, tali menjadi bebas dan kemudian tersangkut di roda kanan kendaraan, sehingga membuat kendaraan kehilangan traksi, meluncur mundur dan menabrak pagar pengaman," tulis pernyataan resmi Chery.
Chery mengakui adanya kelalaian dalam penilaian risiko dan pengendalian detail perencanaan uji ekstrem di area wisata umum.
Perusahaan menyampaikan permohonan maaf terbuka dan menegaskan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Monster di Balik Kap Mesin
Secara teknis, kegagalan ini ironis mengingat spesifikasi Chery Fulwin X3L yang sebenarnya sangat mumpuni, bahkan "buas" di atas kertas. SUV EREV ini dirancang untuk medan berat dengan data performa sebagai berikut:
• Dapur Pacu: Kombinasi mesin bensin 1.5T (sebagai range extender) dan motor listrik ganda.
• Tenaga Maksimum (AWD): Mencapai 315 kW atau setara 422 hp.
• Torsi Puncak: Tembus 505 Nm, angka yang seharusnya lebih dari cukup untuk melahap tanjakan ekstrem.
• Akselerasi: 0-100 km/jam hanya dalam 4,7 detik.
• Kapabilitas Off-road: Dilengkapi sistem penggerak semua roda (AWD), ground clearance 225 mm, kedalaman rendam air (wading depth) 625 mm, serta sudut datang (approach angle) 22 derajat dan sudut pergi (departure angle) 30 derajat.
Bahkan untuk urusan durabilitas perjalanan, X3L menawarkan total jarak tempuh hingga 1.080 km (WLTP), berkat baterai 33,7 kWh dan tangki bensinnya.
Di dalam kabin, teknologi canggih seperti layar sentral 15,6 inci 2.5K dan prosesor Qualcomm 8155 menjadi standar.
Pelajaran Berharga
Insiden ini menjadi pengingat keras bagi industri otomotif bahwa dalam uji ekstrem, kekuatan mesin bukanlah satu-satunya variabel penentu. Faktor eksternal seperti rigging keamanan memegang peran vital.
Bagi Chery, kejadian di Tianmen adalah "biaya belajar" yang mahal untuk membuktikan bahwa produk mereka setara dengan legenda Eropa, sekaligus ujian transparansi dalam menghadapi krisis komunikasidieradigital.
Chery Fulwin X3L, SUV Extended-Range Electric Vehicle (EREV) andalan Chery, gagal mencapai puncak 999 anak tangga menuju "Gerbang Surga" yang legendaris.
Insiden yang terjadi pada 12 November 2025 pukul 12.00 waktu setempat ini sontak memicu perdebatan global, mengingat pada 2018, Range Rover Sport berhasil menaklukkan tantangan serupa dengan mulus di tangan pembalap Ho-Pin Tung.
Rekaman video yang beredar memperlihatkan SUV tersebut kehilangan traksi di tengah tanjakan curam berkemiringan 45 derajat, meluncur mundur tak terkendali, dan berakhir menghantam pagar pembatas hingga roboh.
Spekulasi liar pun bermunculan: apakah performa mesin Chery tak sanggup melawan gravitasi?
Investigasi: Bukan Kegagalan Mesin, tapi Tali Pengaman
![Spesifikasi Monster, Nasib Apes: Mengintip Jeroan Chery Fulwin X3L Bertenaga 422 HP yang Gagal Taklukkan Gunung Tianmen]()
Menjawab keraguan publik, PT Chery Sales Indonesia (CSI) merilis pernyataan resmi yang meluruskan duduk perkara. 
Berdasarkan investigasi awal, insiden tersebut murni disebabkan oleh kegagalan teknis pada peralatan pendukung eksternal, bukan performa kendaraan.
"Masalah terjadi karena pengait utama tali pengaman tiba-tiba lepas. Ketika pengait itu lepas, tali menjadi bebas dan kemudian tersangkut di roda kanan kendaraan, sehingga membuat kendaraan kehilangan traksi, meluncur mundur dan menabrak pagar pengaman," tulis pernyataan resmi Chery.
Chery mengakui adanya kelalaian dalam penilaian risiko dan pengendalian detail perencanaan uji ekstrem di area wisata umum.
Perusahaan menyampaikan permohonan maaf terbuka dan menegaskan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Monster di Balik Kap Mesin
![Spesifikasi Monster, Nasib Apes: Mengintip Jeroan Chery Fulwin X3L Bertenaga 422 HP yang Gagal Taklukkan Gunung Tianmen]()
Secara teknis, kegagalan ini ironis mengingat spesifikasi Chery Fulwin X3L yang sebenarnya sangat mumpuni, bahkan "buas" di atas kertas. SUV EREV ini dirancang untuk medan berat dengan data performa sebagai berikut:
• Dapur Pacu: Kombinasi mesin bensin 1.5T (sebagai range extender) dan motor listrik ganda.
• Tenaga Maksimum (AWD): Mencapai 315 kW atau setara 422 hp.
• Torsi Puncak: Tembus 505 Nm, angka yang seharusnya lebih dari cukup untuk melahap tanjakan ekstrem.
• Akselerasi: 0-100 km/jam hanya dalam 4,7 detik.
• Kapabilitas Off-road: Dilengkapi sistem penggerak semua roda (AWD), ground clearance 225 mm, kedalaman rendam air (wading depth) 625 mm, serta sudut datang (approach angle) 22 derajat dan sudut pergi (departure angle) 30 derajat.
Bahkan untuk urusan durabilitas perjalanan, X3L menawarkan total jarak tempuh hingga 1.080 km (WLTP), berkat baterai 33,7 kWh dan tangki bensinnya.
Di dalam kabin, teknologi canggih seperti layar sentral 15,6 inci 2.5K dan prosesor Qualcomm 8155 menjadi standar.
Pelajaran Berharga
![Spesifikasi Monster, Nasib Apes: Mengintip Jeroan Chery Fulwin X3L Bertenaga 422 HP yang Gagal Taklukkan Gunung Tianmen]()
Insiden ini menjadi pengingat keras bagi industri otomotif bahwa dalam uji ekstrem, kekuatan mesin bukanlah satu-satunya variabel penentu. Faktor eksternal seperti rigging keamanan memegang peran vital.
Bagi Chery, kejadian di Tianmen adalah "biaya belajar" yang mahal untuk membuktikan bahwa produk mereka setara dengan legenda Eropa, sekaligus ujian transparansi dalam menghadapi krisis komunikasidieradigital.
(dan)
Lihat Juga :