Main Padel Naik Lamborghini? Intip Gaya Hidup Baru Old Money Jakarta di Peluncuran Urus SE Hybrid
Selasa, 09 Desember 2025 - 11:37 WIB
loading...
Lamborghini Urus SE resmi mengaspal di Tanah Air, diramu dengan olah raga padel. Foto: Lamborghini Indonesia
A
A
A
JAKARTA SELATAN - Di bawah pendar lampu sorot yang membelah kelamnya langit Jakarta, Menara Tendean malam itu, Sabtu (23/11/2025), seolah berubah menjadi kuil pemujaan bagi kecepatan dan eksklusivitas.
Deru mesin belum sepenuhnya senyap ketika Lamborghini Jakarta (Prosper Auto Pte. Ltd.) membuka tabir showroom flagship terbarunya. Sebuah etalase kaca yang dirancang untuk memamerkan hegemoni DNA Italia, tempat di mana status sosial dan performa mesin berbaur menjadi satu aroma kemewahan yang memabukkan.
Namun, di balik kilau cat metalik dan denting gelas champagne, terselip sebuah paradoks. Malam itu bukan hanya soal peluncuran Lamborghini Urus SE—Super SUV plug-in hybrid pertama sang Banteng Mengamuk—tetapi juga sebuah seremoni amal bertajuk "Movember" yang berkolaborasi dengan Metro Padel.
Perhelatan tersebut mempertemukan raksasa otomotif dengan olahraga yang sedang naik daun di kalangan elit. Namun berakhir dengan angka donasi.
![Main Padel Naik Lamborghini? Intip Gaya Hidup Baru Old Money Jakarta di Peluncuran Urus SE Hybrid]()
Acara ini menjadi panggung debut Lamborghini Urus SE di tanah air. Francesco Scardaoni, Region Director Automobili Lamborghini Asia Pacific, hadir langsung untuk memastikan pesan elektrifikasi sampai ke telinga para taipan Indonesia.
Langkah ini disebut sebagai tonggak strategi masa depan pabrikan asal Sant'Agata Bolognese tersebut.
Kehadiran Urus SE dengan teknologi PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) ini sejatinya cukup memancing skeptisisme. Apakah ini murni kesadaran lingkungan, atau sekadar siasat cerdik untuk tetap bisa menjual mesin bertenaga buas di tengah regulasi emisi global yang kian mencekik?
Di satu sisi, Lamborghini menjanjikan emisi yang lebih rendah, namun di sisi lain, mereka tetap menjual mimpi tentang kecepatan yang membakar fosil.
Padel dan Supercar: Perkawinan Gaya Hidup Eksklusif
Di tengah euforia otomotif, Lamborghini menggandeng Metro Padel, entitas di bawah Metro Tennis Terminal (MTT) yang sudah berdiri sejak 1977. Padel, olahraga raket yang tengah digandrungi kaum urban berduit, dianggap memiliki irisan demografi yang sama dengan pembeli supercar.
“Padel dan Lamborghini punya semangat yang sama — presisi, passion, dan performa dengan tujuan yang jelas,” ujar Jay Kuckreja, Managing Director Metro Tennis Terminal. Sebuah retorika manis yang menegaskan bahwa olahraga ini, di mata mereka, bukan sekadar soal keringat, melainkan soal siapa yang memainkannya.
Malam itu juga ada sesi lelang amal. Sebuah raket padel eksklusif Babolat x Lamborghini BL002 edisi hitam, yang desainnya terinspirasi aerodinamika supercar dan ditandatangani langsung oleh Francesco Scardaoni, diangkat ke atas panggung.
Tujuannya mulia: mendukung gerakan global Movember untuk kesadaran kesehatan pria, kanker prostat, testis, dan kesehatan mental.
Andy Goh, Direktur Eksekutif Lamborghini Jakarta, dengan optimis menyebut bahwa kolaborasi ini memberi arti lebih. "Ini menunjukkan keyakinan kami bahwa performa bukan hanya soal mesin, tetapi juga bagaimana kami bisa memberi dampak positif bagi komunitas," ujarnya. Raket one-of-one tersebut terjual di angkaRp28.000.000.
Deru mesin belum sepenuhnya senyap ketika Lamborghini Jakarta (Prosper Auto Pte. Ltd.) membuka tabir showroom flagship terbarunya. Sebuah etalase kaca yang dirancang untuk memamerkan hegemoni DNA Italia, tempat di mana status sosial dan performa mesin berbaur menjadi satu aroma kemewahan yang memabukkan.
Namun, di balik kilau cat metalik dan denting gelas champagne, terselip sebuah paradoks. Malam itu bukan hanya soal peluncuran Lamborghini Urus SE—Super SUV plug-in hybrid pertama sang Banteng Mengamuk—tetapi juga sebuah seremoni amal bertajuk "Movember" yang berkolaborasi dengan Metro Padel.
Perhelatan tersebut mempertemukan raksasa otomotif dengan olahraga yang sedang naik daun di kalangan elit. Namun berakhir dengan angka donasi.

Acara ini menjadi panggung debut Lamborghini Urus SE di tanah air. Francesco Scardaoni, Region Director Automobili Lamborghini Asia Pacific, hadir langsung untuk memastikan pesan elektrifikasi sampai ke telinga para taipan Indonesia.
Langkah ini disebut sebagai tonggak strategi masa depan pabrikan asal Sant'Agata Bolognese tersebut.
Kehadiran Urus SE dengan teknologi PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) ini sejatinya cukup memancing skeptisisme. Apakah ini murni kesadaran lingkungan, atau sekadar siasat cerdik untuk tetap bisa menjual mesin bertenaga buas di tengah regulasi emisi global yang kian mencekik?
Di satu sisi, Lamborghini menjanjikan emisi yang lebih rendah, namun di sisi lain, mereka tetap menjual mimpi tentang kecepatan yang membakar fosil.
Padel dan Supercar: Perkawinan Gaya Hidup Eksklusif
![Main Padel Naik Lamborghini? Intip Gaya Hidup Baru Old Money Jakarta di Peluncuran Urus SE Hybrid]()
Di tengah euforia otomotif, Lamborghini menggandeng Metro Padel, entitas di bawah Metro Tennis Terminal (MTT) yang sudah berdiri sejak 1977. Padel, olahraga raket yang tengah digandrungi kaum urban berduit, dianggap memiliki irisan demografi yang sama dengan pembeli supercar.
“Padel dan Lamborghini punya semangat yang sama — presisi, passion, dan performa dengan tujuan yang jelas,” ujar Jay Kuckreja, Managing Director Metro Tennis Terminal. Sebuah retorika manis yang menegaskan bahwa olahraga ini, di mata mereka, bukan sekadar soal keringat, melainkan soal siapa yang memainkannya.
Malam itu juga ada sesi lelang amal. Sebuah raket padel eksklusif Babolat x Lamborghini BL002 edisi hitam, yang desainnya terinspirasi aerodinamika supercar dan ditandatangani langsung oleh Francesco Scardaoni, diangkat ke atas panggung.
Tujuannya mulia: mendukung gerakan global Movember untuk kesadaran kesehatan pria, kanker prostat, testis, dan kesehatan mental.
Andy Goh, Direktur Eksekutif Lamborghini Jakarta, dengan optimis menyebut bahwa kolaborasi ini memberi arti lebih. "Ini menunjukkan keyakinan kami bahwa performa bukan hanya soal mesin, tetapi juga bagaimana kami bisa memberi dampak positif bagi komunitas," ujarnya. Raket one-of-one tersebut terjual di angkaRp28.000.000.
(dan)
Lihat Juga :