Investasi Rp4,7 Triliun di Ningbo: Geely Bangun Laboratorium Penyiksa Mobil Terbesar di Dunia
Rabu, 17 Desember 2025 - 11:05 WIB
loading...
Melampaui standar global, Geely hadirkan fasilitas uji tabrak paling brutal dan canggih sejagad. Foto: Geely Indonesia
A
A
A
NINGBO, CHINA - Di kota pelabuhan Ningbo, China, sejarah baru dalam dunia otomotif global resmi terukir pada Selasa (16/12/2025).
Geely Auto Group tidak sekadar meresmikan gedung baru, melainkan menancapkan tonggak revolusioner berupa "benteng" keselamatan canggih yang diklaim terbesar di muka bumi.
Dengan nilai investasi awal menembus RMB 2 miliar atau setara Rp4,7 triliun, fasilitas ini adalah bukti bahwa bagi Geely, nyawa manusia tak ternilai harganya di tengah transformasi industri menuju era elektrifikasi.
Berdiri megah di atas lahan seluas 45.000 meter persegi, Geely Safety Centre bukan sekadar laboratorium biasa. Ia dirancang sebagai kawah candradimuka bagi kendaraan masa depan, tempat di mana mobil-mobil pintar "disiksa" hingga batas maksimalnya demi menjamin keamanan penggunanya.
Memecahkan Lima Rekor Dunia Sekaligus
Dalam lanskap industri yang kompetitif, Geely tak tanggung-tanggung memamerkan otot teknologinya. Melalui jaringan fasilitas ini, Geely sukses mencatatkan lima rekor dunia sekaligus yang mencengangkan.
Pertama, fasilitas ini menjadi bagian dari ekosistem laboratorium keselamatan terbesar di dunia dengan total luas area mencapai 81.930,745 meter persegi.
Di dalamnya, terdapat lintasan uji tabrak dalam ruangan terpanjang di dunia, membentang sejauh 293,39 meter.
Panjang lintasan ini krusial untuk mensimulasikan tabrakan pada kecepatan ekstrem yang presisi.
Rekor selanjutnya adalah kepemilikan terowongan angin (wind tunnel) terbesar seluas 28.536,224 meter persegi.
Terowongan ini tidak hanya menguji aerodinamika, tetapi juga dilengkapi kemampuan simulasi iklim dan pengaturan ketinggian, memastikan kendaraan aman dipakai dari gurun panas hingga pegunungan bersalju.
Tak berhenti di situ, Geely juga membangun zona uji tabrak dengan sudut benturan paling variatif dan luas, yakni 12.709,293 meter persegi.
Di zona ini, mobil dapat ditabrakkan dari sudut 0 hingga 180 derajat, meniru skenario kecelakaan nyata yang sering kali tak terduga arahnya.
Terakhir, pusat ini memegang rekor sebagai fasilitas dengan cakupan jenis pengujian terbanyak dalam satu atap, yakni 27 jenis pengujian berbeda.
Pergeseran Definisi Keselamatan
Peresmian ini menandai pergeseran paradigma Geely dalam memandang keselamatan. Jerry Gan, CEO Geely Auto Group, menegaskan bahwa langkah ini adalah upaya melampaui standar, bukan sekadar memenuhinya.
"Kami berkomitmen untuk melampaui standar nasional maupun regional guna menetapkan kriteria baru dalam keselamatan yang memberi manfaat bagi industri otomotif secara luas serta konsumen di seluruh dunia," ujar Jerry Gan.
Analisis pasar menunjukkan bahwa di era kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) dan otonom, definisi "aman" telah berubah.
Jika dulu aman hanya berarti bodi mobil yang kuat saat tabrakan, kini aman mencakup perlindungan baterai dari ledakan, keandalan sistem penggerak listrik, hingga keamanan siber.
Konsep Comprehensive Safety yang diusung Geely di fasilitas ini menjawab tantangan tersebut.
Pengujian tidak lagi terbatas pada hancurnya logam saat benturan fisik, tetapi meluas ke ranah non-fisik: perlindungan data pribadi pengguna, kesehatan lingkungan kabin, hingga privasi digital.
Ini adalah respons strategis Geely untuk memenangkan kepercayaan konsumen global yang kian kritis terhadap isu keamanan mobil pintar.
Dengan fasilitas yang mampu mengevaluasi kesejahteraan pengguna hingga simulasi baterai ekstrem ini, Geely seolah mengirim pesan tegas kepada dunia: bahwa mobil masa depan tidak hanya harus cerdas dan ramah lingkungan, tetapi juga harus menjadi tempat paling aman bagi setiap nyawa yang ada di dalamnya.
Geely Auto Group tidak sekadar meresmikan gedung baru, melainkan menancapkan tonggak revolusioner berupa "benteng" keselamatan canggih yang diklaim terbesar di muka bumi.
Dengan nilai investasi awal menembus RMB 2 miliar atau setara Rp4,7 triliun, fasilitas ini adalah bukti bahwa bagi Geely, nyawa manusia tak ternilai harganya di tengah transformasi industri menuju era elektrifikasi.
Berdiri megah di atas lahan seluas 45.000 meter persegi, Geely Safety Centre bukan sekadar laboratorium biasa. Ia dirancang sebagai kawah candradimuka bagi kendaraan masa depan, tempat di mana mobil-mobil pintar "disiksa" hingga batas maksimalnya demi menjamin keamanan penggunanya.
Memecahkan Lima Rekor Dunia Sekaligus
![Investasi Rp4,7 Triliun di Ningbo: Geely Bangun Laboratorium Penyiksa Mobil Terbesar di Dunia]()
Dalam lanskap industri yang kompetitif, Geely tak tanggung-tanggung memamerkan otot teknologinya. Melalui jaringan fasilitas ini, Geely sukses mencatatkan lima rekor dunia sekaligus yang mencengangkan.
Pertama, fasilitas ini menjadi bagian dari ekosistem laboratorium keselamatan terbesar di dunia dengan total luas area mencapai 81.930,745 meter persegi.
Di dalamnya, terdapat lintasan uji tabrak dalam ruangan terpanjang di dunia, membentang sejauh 293,39 meter.
Panjang lintasan ini krusial untuk mensimulasikan tabrakan pada kecepatan ekstrem yang presisi.
Rekor selanjutnya adalah kepemilikan terowongan angin (wind tunnel) terbesar seluas 28.536,224 meter persegi.
Terowongan ini tidak hanya menguji aerodinamika, tetapi juga dilengkapi kemampuan simulasi iklim dan pengaturan ketinggian, memastikan kendaraan aman dipakai dari gurun panas hingga pegunungan bersalju.
Tak berhenti di situ, Geely juga membangun zona uji tabrak dengan sudut benturan paling variatif dan luas, yakni 12.709,293 meter persegi.
Di zona ini, mobil dapat ditabrakkan dari sudut 0 hingga 180 derajat, meniru skenario kecelakaan nyata yang sering kali tak terduga arahnya.
Terakhir, pusat ini memegang rekor sebagai fasilitas dengan cakupan jenis pengujian terbanyak dalam satu atap, yakni 27 jenis pengujian berbeda.
Pergeseran Definisi Keselamatan
![Investasi Rp4,7 Triliun di Ningbo: Geely Bangun Laboratorium Penyiksa Mobil Terbesar di Dunia]()
Peresmian ini menandai pergeseran paradigma Geely dalam memandang keselamatan. Jerry Gan, CEO Geely Auto Group, menegaskan bahwa langkah ini adalah upaya melampaui standar, bukan sekadar memenuhinya.
"Kami berkomitmen untuk melampaui standar nasional maupun regional guna menetapkan kriteria baru dalam keselamatan yang memberi manfaat bagi industri otomotif secara luas serta konsumen di seluruh dunia," ujar Jerry Gan.
Analisis pasar menunjukkan bahwa di era kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) dan otonom, definisi "aman" telah berubah.
Jika dulu aman hanya berarti bodi mobil yang kuat saat tabrakan, kini aman mencakup perlindungan baterai dari ledakan, keandalan sistem penggerak listrik, hingga keamanan siber.
Konsep Comprehensive Safety yang diusung Geely di fasilitas ini menjawab tantangan tersebut.
Pengujian tidak lagi terbatas pada hancurnya logam saat benturan fisik, tetapi meluas ke ranah non-fisik: perlindungan data pribadi pengguna, kesehatan lingkungan kabin, hingga privasi digital.
Ini adalah respons strategis Geely untuk memenangkan kepercayaan konsumen global yang kian kritis terhadap isu keamanan mobil pintar.
Dengan fasilitas yang mampu mengevaluasi kesejahteraan pengguna hingga simulasi baterai ekstrem ini, Geely seolah mengirim pesan tegas kepada dunia: bahwa mobil masa depan tidak hanya harus cerdas dan ramah lingkungan, tetapi juga harus menjadi tempat paling aman bagi setiap nyawa yang ada di dalamnya.
(dan)
Lihat Juga :