Bukan SUV Hardcore, tapi Cukup Berani: Mencoba Jetour T2 dari Medan Offroad
Selasa, 23 Desember 2025 - 16:23 WIB
loading...
A
A
A
Namun, sistem AWD cerdas tersebut tetap bekerja. Perlahan, torsi mesin bensin 2.0 liter turbo GDI yang menghasilkan 245 dk pada 5.500 rpm dan torsi 375 Nm pada 1.750–4.000 rpm disalurkan ke roda yang memiliki traksi.
Mobil akhirnya berhasil menaklukkan tanjakan yang sempat membuat roda depan dan belakang berputar tidak sinkron.
![Bukan SUV Hardcore, tapi Cukup Berani: Mencoba Jetour T2 dari Medan Offroad]()
Dalam sesi uji ini, Jetour T2 beberapa kali menunjukkan gejala kenaikan overheat. Indikator overheat muncul ketika mobil dipaksa berulang kali merayap di jalur lumpur berat dengan kecepatan rendah. Pengemudi diminta berhenti sejenak, membiarkan sistem pendinginan bekerja sebelum kembali melanjutkan lintasan.
Secara teknis, Jetour T2 telah dibekali offroad radiator dengan extra fan, namun kejadian ini menunjukkan batas alami kendaraan yang memang tidak dirancang untuk terus-menerus bertempur di lumpur. Ini bukan kegagalan, melainkan pengingat bahwa desainnya memiliki orientasi jelas.
Bodi Tangguh, Kabin Tetap Nyaman
Dari sisi konstruksi, Jetour T2 menunjukkan karakter solid. Struktur rangka dengan 80 persen Steel Cage dan High Density Roof, jarak sumbu roda 2.800 mm, serta ground clearance 220 mm memberi rasa percaya diri saat melibas permukaan tanah tidak rata. Underbody engine shield juga bekerja baik melindungi bagian kolong dari benturan batu.
Menariknya, di tengah guncangan luar, kabin tetap relatif tenang. Jetour mengandalkan 24 titik insulator, kaca lapis ganda, serta suspensi yang disetel tidak terlalu kaku. Suspensi belakang independen mampu meredam lubang dalam tanpa membuat penumpang terlempar.
Kenyamanan ini diperkuat oleh detail kabin: panoramic skyroof 64 inci, layar sentral 15,6 inci, driving cam 540 derajat, wading radar, 12 speaker Sony, Dual Zone Auto AC, dan filter udara CN95 di baris kedua. Semua ini menegaskan bahwa Jetour T2 tetaplah SUV yang harus nyaman dipakai setiap hari.
Mobil akhirnya berhasil menaklukkan tanjakan yang sempat membuat roda depan dan belakang berputar tidak sinkron.
.jpg)
Dalam sesi uji ini, Jetour T2 beberapa kali menunjukkan gejala kenaikan overheat. Indikator overheat muncul ketika mobil dipaksa berulang kali merayap di jalur lumpur berat dengan kecepatan rendah. Pengemudi diminta berhenti sejenak, membiarkan sistem pendinginan bekerja sebelum kembali melanjutkan lintasan.
Secara teknis, Jetour T2 telah dibekali offroad radiator dengan extra fan, namun kejadian ini menunjukkan batas alami kendaraan yang memang tidak dirancang untuk terus-menerus bertempur di lumpur. Ini bukan kegagalan, melainkan pengingat bahwa desainnya memiliki orientasi jelas.
Bodi Tangguh, Kabin Tetap Nyaman
![Bukan SUV Hardcore, tapi Cukup Berani: Mencoba Jetour T2 dari Medan Offroad]()
Dari sisi konstruksi, Jetour T2 menunjukkan karakter solid. Struktur rangka dengan 80 persen Steel Cage dan High Density Roof, jarak sumbu roda 2.800 mm, serta ground clearance 220 mm memberi rasa percaya diri saat melibas permukaan tanah tidak rata. Underbody engine shield juga bekerja baik melindungi bagian kolong dari benturan batu..jpg)
Menariknya, di tengah guncangan luar, kabin tetap relatif tenang. Jetour mengandalkan 24 titik insulator, kaca lapis ganda, serta suspensi yang disetel tidak terlalu kaku. Suspensi belakang independen mampu meredam lubang dalam tanpa membuat penumpang terlempar.
Kenyamanan ini diperkuat oleh detail kabin: panoramic skyroof 64 inci, layar sentral 15,6 inci, driving cam 540 derajat, wading radar, 12 speaker Sony, Dual Zone Auto AC, dan filter udara CN95 di baris kedua. Semua ini menegaskan bahwa Jetour T2 tetaplah SUV yang harus nyaman dipakai setiap hari.
Lihat Juga :