Terabas Banjir 600 mm Tanpa Waswas: Lepas L8 Jawab Keraguan Mobil Listrik di Musim Hujan

Rabu, 31 Desember 2025 - 14:46 WIB
loading...
Terabas Banjir 600 mm...
Lepas L8 mengusung baterai bersertifikasi IPX9K yang tahan semprotan air tekanan tinggi dan kemampuan melibas banjir hingga 600 mm. Foto: Lepas Indonesia
A A A
JAKARTA - Stigma lama masih menghantui benak konsumen otomotif Indonesia: keraguan terhadap ketahanan kendaraan listrik atau New Energy Vehicle (NEV) dalam menghadapi genangan air.

Menjawab kecemasan pasar tersebut, merek Lepas, meluncurkan model L8 dengan pendekatan teknis yang agresif namun elegan, menjanjikan ketenangan di tengah badai melalui spesifikasi "amfibi" dan kekedapan kabin tingkat tinggi.

Lepas L8 hadir bukan sekadar sebagai alat transportasi, melainkan pernyataan bahwa mobilitas modern tidak boleh terhenti oleh cuaca. Kendaraan ini menawarkan antitesis dari kekacauan jalanan basah: ketangguhan sasis di luar dan kesunyian absolut di dalam.

Melibas Batas Psikologis Genangan
Terabas Banjir 600 mm Tanpa Waswas: Lepas L8 Jawab Keraguan Mobil Listrik di Musim Hujan

Salah satu hambatan terbesar adopsi kendaraan listrik di negara tropis adalah ketakutan akan korsleting saat banjir. Lepas L8 mematahkan batasan ini dengan spesifikasi yang melampaui rata-rata segmennya.

Berdasarkan data teknis resmi, kendaraan ini dirancang mampu melintasi genangan air hingga kedalaman 600 milimeter (mm). Angka ini memberikan margin keamanan yang signifikan bagi pengemudi saat harus membelah jalanan ibu kota yang tergenang pasca-hujan lebat.

Kepercayaan diri ini ditopang oleh struktur underbody yang diperkuat secara rigid. Namun, inti dari ketahanan tersebut terletak pada perlindungan baterai—komponen paling vital dan mahal dari sebuah NEV. LEPAS L8 telah mengantongi sertifikasi perlindungan IP68 dan IPX9K.

Sebagai konteks analisis pasar, IP68 menjamin baterai tahan rendaman air, sementara IPX9K adalah standar ekstrem di mana komponen mampu menahan semprotan air bertekanan tinggi dan bersuhu tinggi.

Kombinasi ini menegaskan bahwa L8 bukan sekadar "tahan percikan", melainkan siap menghadapi kondisi ekstrem yang mungkin tidak pernah ditemui dalam penggunaan harian normal sekalipun.

Head of Marketing Lepas Indonesia, Arga Simanjuntak, menegaskan posisi strategis produk ini. “Di tengah intensitas hujan dan dinamika perjalanan, Lepas L8 dirancang untuk menghadirkan perjalanan yang tetap tenang dan nyaman,” ujarnya.

Sanctuarium Akustik: Sains di Balik Kesunyian

Jika sektor eksterior berbicara tentang ketahanan, sektor interior Lepas L8 berbicara tentang isolasi. Pasar otomotif premium saat ini tidak lagi hanya menuntut fitur hiburan, tetapi kualitas keheningan (NVH - Noise, Vibration, Harshness).

Lepas L8 mengimplementasikan teknologi Active Noise Cancellation (ANC) yang bekerja secara aktif meredam frekuensi suara yang tidak diinginkan. Sistem ini diklaim mampu meredam kebisingan hingga 9 desibel (dB) dengan tingkat penekanan suara mencapai 80 persen.

Secara logika, fitur ini memfilter suara gemuruh hujan lebat dan klakson kemacetan menjadi sekadar latar belakang yang sayup, menciptakan atmosfer meditatif bagi penumpang.

Tak berhenti pada perangkat lunak, rekayasa fisik juga diterapkan melalui penggunaan kaca laminasi dua sisi (double-sided laminated glass). Dengan ketebalan spesifik 4,6 mm, kaca ini berfungsi sebagai barikade suara tambahan yang mampu mengurangi kebisingan hingga 10 dB.

Hasil akhirnya adalah sebuah ruang kabin yang terisolasi dari kaosisme luar, ideal untuk beristirahat atau melakukan percakapan bisnis tanpa gangguan vokal.

Nama "Lepas" sendiri merupakan akronim filosofis dari "Leopard" (kelincahan) atau "Leap" (lompatan inovasi), dan "Passion" (gairah).

Strategi branding ini menunjukkan upaya Chery Group untuk menargetkan segmen pasar yang lebih emosional dan berorientasi gaya hidup, berbeda dengan pendekatan fungsional murni.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Alasan Harga Lepas...
Ini Alasan Harga Lepas E4 Belum Juga Diumumkan
Lepas E4 vs Jaecoo J5:...
Lepas E4 vs Jaecoo J5: Perbandingan SUV EV Rp300 Jutaan Terbaik
Leopard Aesthetics yang...
Leopard Aesthetics yang Menggigit: Lepas E4 EV Buktikan SUV Listrik Bisa Elegan Tanpa Radikal
Apa Itu PHEV? Begini...
Apa Itu PHEV? Begini Lepas L8 Tempuh 1.300 Km Sekali Isi Penuh
Strategi 12 Model Baru...
Strategi 12 Model Baru Lepas di Indonesia: Bisa Apa Melawan Dominasi Brand Jepang?
LEPAS Perkenalkan Portofolio...
LEPAS Perkenalkan Portofolio NEV di Auto China 2026
Rekomendasi
Polda Metro Jaya: Korban...
Polda Metro Jaya: Korban Penipuan Hanania Travel Capai 1.430 Orang
Minat Gen Z Meningkat,...
Minat Gen Z Meningkat, Diaspora RI Hadirkan Ruang Belajar tentang Jepang
Golkar: Capres-Cawapres...
Golkar: Capres-Cawapres Jangan Terlalu Sedikit dan Jangan juga Terlalu Banyak
Berita Terkini
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
XPENG V1SION Night 2026,...
XPENG V1SION Night 2026, Tandai Babak Baru XPENG di Indonesia
Volkswagen Group Disinyalir...
Volkswagen Group Disinyalir Akan Menjual Ducati?
Ber-DNA Lancer, Mitsubishi...
Ber-DNA Lancer, Mitsubishi Attrage 2026 Dipastikan Siap Diluncurkan
Mau Beli Mobil Baru...
Mau Beli Mobil Baru atau Bekas? OLX Kini Sediakan Keduanya dalam Satu Platform
Bawa SIMC ke PRJ 2026...
Bawa SIMC ke PRJ 2026 Bisa Dapat Subsidi Harga Kendaraan Listrik
Infografis
5 Manfaat Tomat, Menjaga...
5 Manfaat Tomat, Menjaga Daya Tahan Tubuh di Musim Tak Menentu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved