Jual 4,6 Juta Kendaraan pada 2025, Ini Target BYD di 2026
Jum'at, 02 Januari 2026 - 10:17 WIB
loading...
A
A
A
Pencapaian ini menjadikan pasar luar negeri China sebagai faktor penting dalam mengakomodasi perlambatan permintaan domestik, terutama karena pasar kendaraan listrik Tiongkok semakin jenuh dan persaingan harga semakin agresif.
Meskipun mencetak rekor baru pada tahun 2025, BYD sebenarnya gagal mencapai target tahunan awalnya sebesar 5,5 juta unit, apalagi spekulasi awal bahwa angka tersebut dapat mencapai 6,5 juta unit.
Target tersebut kemudian direvisi menjadi sekitar 4,6 juta unit pada bulan September, angka yang akhirnya tercapai.
Namun, untuk tahun 2026, tantangan diperkirakan akan lebih besar. Penjualan domestik BYD dilaporkan turun lebih dari 35 persen pada bulan November, dan pasar Tiongkok secara keseluruhan diperkirakan menyusut lebih dari 10 persen.
Pada saat yang sama, pemerintah China telah mulai memperketat cengkeramannya pada strategi diskon agresif yang telah menjadi senjata utama produsen EV tersebut.
Dalam konteks ini, kinerja BYD pada tahun 2026 dipandang sangat bergantung pada pasar di luar China, serta kemampuan perusahaan untuk mempertahankan daya tarik merek dan teknologinya di lingkungan global yang semakin kompetitif.
Meskipun mencetak rekor baru pada tahun 2025, BYD sebenarnya gagal mencapai target tahunan awalnya sebesar 5,5 juta unit, apalagi spekulasi awal bahwa angka tersebut dapat mencapai 6,5 juta unit.
Target tersebut kemudian direvisi menjadi sekitar 4,6 juta unit pada bulan September, angka yang akhirnya tercapai.
Namun, untuk tahun 2026, tantangan diperkirakan akan lebih besar. Penjualan domestik BYD dilaporkan turun lebih dari 35 persen pada bulan November, dan pasar Tiongkok secara keseluruhan diperkirakan menyusut lebih dari 10 persen.
Pada saat yang sama, pemerintah China telah mulai memperketat cengkeramannya pada strategi diskon agresif yang telah menjadi senjata utama produsen EV tersebut.
Dalam konteks ini, kinerja BYD pada tahun 2026 dipandang sangat bergantung pada pasar di luar China, serta kemampuan perusahaan untuk mempertahankan daya tarik merek dan teknologinya di lingkungan global yang semakin kompetitif.
(wbs)
Lihat Juga :