Penjualan Nyungsep dan Kalah Laris dari BYD, Kenapa Tesla Malah Jadi Perusahaan Mobil Termahal di Dunia?
Sabtu, 03 Januari 2026 - 13:05 WIB
loading...
A
A
A
Janji manis inilah yang "membeli" kepercayaan investor, membuat mereka rela mengabaikan penurunan penjualan unit fisik demi potensi monopoli transportasi masa depan.
Pernyataan ini bukan tanpa dasar. Tesla saat ini tengah berada di bawah penyelidikan keselamatan federal. Di California, perusahaan bahkan terancam kehilangan lisensi penjualan mobilnya untuk sementara waktu setelah hakim memutuskan bahwa Tesla telah menyesatkan konsumen terkait klaim keselamatan fitur otonomnya.
Lebih jauh lagi, Musk diprediksi bisa menjadi triliuner (dalam mata uang dolar AS) pertama di dunia pada akhir tahun ini, seiring rencana penjualan saham perdana (IPO) perusahaan roket miliknya, SpaceX.
Ironisnya, saat Tesla kehilangan dominasi pasarnya di jalan raya, sang pendiri justru terbang semakin tinggi meninggalkan kompetisi, baik secara harfiah maupun finansial.
Tahun 2026 akan menjadi pembuktian: apakah pertaruhan Tesla pada Robotaxi adalah visi jenius yang akan mengubah dunia, atau sekadar gelembung valuasi yang siap meletus saat realitas gagal memenuhi ekspektasi.
Risiko Regulasi dan Keselamatan
Namun, jalan menuju utopia otonom tidaklah mulus. Dan Ives, analis dari Wedbush Securities, mengingatkan besarnya tantangan regulasi yang menanti. "Kita berurusan dengan nyawa manusia," tegas Ives.Pernyataan ini bukan tanpa dasar. Tesla saat ini tengah berada di bawah penyelidikan keselamatan federal. Di California, perusahaan bahkan terancam kehilangan lisensi penjualan mobilnya untuk sementara waktu setelah hakim memutuskan bahwa Tesla telah menyesatkan konsumen terkait klaim keselamatan fitur otonomnya.
Menuju Status Triliuner
Di tengah gejolak perusahaan, Elon Musk pribadi justru semakin kaya. Direksi Tesla telah memberikan paket gaji baru yang nilainya sangat fantastis, yang telah disetujui pemegang saham pada November lalu. Langkah ini diambil untuk menjaga fokus Musk agar tetap di Tesla.Lebih jauh lagi, Musk diprediksi bisa menjadi triliuner (dalam mata uang dolar AS) pertama di dunia pada akhir tahun ini, seiring rencana penjualan saham perdana (IPO) perusahaan roket miliknya, SpaceX.
Ironisnya, saat Tesla kehilangan dominasi pasarnya di jalan raya, sang pendiri justru terbang semakin tinggi meninggalkan kompetisi, baik secara harfiah maupun finansial.
Tahun 2026 akan menjadi pembuktian: apakah pertaruhan Tesla pada Robotaxi adalah visi jenius yang akan mengubah dunia, atau sekadar gelembung valuasi yang siap meletus saat realitas gagal memenuhi ekspektasi.
(dan)
Lihat Juga :