Jetour 2025: Jual 622 Ribu Mobil Global, Indonesia Cuma Sumbang Ratusan Unit

Senin, 05 Januari 2026 - 13:41 WIB
loading...
Jetour 2025: Jual 622...
Di panggung otomotif global, Jetour adalah raksasa baru yang sedang berlari kencang mematahkan dominasi merek-merek lama. Namun, di aspal Indonesia, pabrikan asal China ini masih tertatih mencari pijakan dengan angka penjualan yang bahkan belum menyentuh
A A A
JAKARTA - Ketimpangan performa yang mencolok ini menjadi sorotan utama menutup tahun buku 2025. Di satu sisi, Jetour berhasil menorehkan rekor fantastis dengan total penjualan global mencapai 622.590 unit, lonjakan 9,5 persen dibanding tahun sebelumnya (year-on-year).

Di sisi lain, realitas di pasar domestik Indonesia menunjukkan angka yang jauh lebih moderat; hingga November 2025, penjualan retail Jetour di Tanah Air baru mencapai 664 unit.

Hanya dalam kurun waktu tujuh tahun sejak berdiri, merek yang bernaung di bawah Chery Group ini telah mengakumulasi penjualan total melebihi 2,15 juta unit.

Jetour mengklaim diri sebagai satu-satunya merek otomotif di dunia yang mampu mencapai tonggak sejarah tersebut dalam tempo sesingkat itu.

Pasar Timur Tengah menjadi lumbung emas bagi Jetour. Di kawasan ini, penjualan meroket lebih dari 80 persen dengan volume melebihi 70.000 unit pada 2025.

Strategi mereka terbukti ampuh: Jetour kini menguasai 8,45 persen pangsa pasar SUV di Timur Tengah, menempatkannya di peringkat tiga besar secara keseluruhan dan nomor satu di antara merek mobil China.

Model Light Off-road seri T (T1 dan T2) menjadi ujung tombak, menduduki peringkat pertama di segmennya di pasar-pasar kunci seperti Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, dan Kuwait.

Citra merek ini kian mengkilap setelah peluncuran model premium G700 di UEA pada November lalu, yang langsung dipinang oleh juara maraton Olimpiade, Sir Mo Farah, sebagai pemilik selebritas pertamanya.

Realitas Pasar Indonesia: Menanti Efek "Halo" Jetour T2
Jetour 2025: Jual 622 Ribu Mobil Global, Indonesia Cuma Sumbang Ratusan Unit

Kontras dengan gemerlap prestasi global, perjalanan Jetour di Indonesia masih dalam tahap "babat alas". Dengan target penjualan akhir tahun 2025 yang dipatok moderat di angka 780 unit, Jetour Indonesia masih berjuang membangun kepercayaan konsumen.

Data hingga November 2025 menunjukkan penjualan retail baru menyentuh 664 unit. Angka ini disumbangkan oleh model-model awal seperti Jetour Dashing dan X70 Plus.

Namun, optimisme baru muncul menjelang tutup tahun melalui ajang Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025.

Peluncuran Jetour T2 menjadi pertaruhan besar sekaligus harapan baru. Mobil berdesain kotak nan maskulin ini ditawarkan dengan harga khusus Rp568 jutaan untuk 1.000 pembeli pertama.

Strategi harga psikologis ini diharapkan menciptakan efek "halo" yang tidak hanya mendongkrak penjualan model T2, tetapi juga meningkatkan brand awareness terhadap model lain seperti Dashing dan X70 Plus.

Manajemen Jetour Indonesia menyadari bahwa untuk mengejar ketertinggalan volume, mereka harus agresif melakukan penetrasi ke wilayah potensial di luar Jawa, seperti Pontianak, serta menggelar pameran di pusat-pusat perbelanjaan untuk menjemput bola di sisa waktu akhir tahun.

Strategi "Travel+" dan Koneksi Emosional
Jetour 2025: Jual 622 Ribu Mobil Global, Indonesia Cuma Sumbang Ratusan Unit

Kesuksesan global Jetour tidak lepas dari strategi pemasaran yang unik bertajuk "Travel+". Mereka tidak sekadar menjual alat transportasi, melainkan menjual identitas dan gaya hidup.

Kolaborasi global dengan musisi Alan Walker pada 2025 untuk menciptakan lagu tema jenama, serta kemitraan dengan klub sepak bola bersejarah Al Ahly di Afrika, adalah bukti upaya mereka membangun koneksi emosional lintas batas.

Filosofi produk mereka jelas: desain harus mencerminkan kepribadian pengguna. Seri T2, misalnya, diposisikan sebagai simbol kebebasan dan petualangan, sementara seri T1 mewakili kemandirian urban. Pendekatan ini sukses mengubah persepsi konsumen, dari sekadar membeli mobil buatan China menjadi membeli bagian dari gaya hidup global.

Fondasi Sistemik dan Masa Depan 2026

Di balik angka penjualan yang timpang, Jetour sebenarnya sedang membangun fondasi sistemik yang kuat. Secara global, mereka telah beroperasi di lebih dari 100 pasar dengan jaringan 2.000 outlet penjualan dan layanan.

Di Timur Tengah, mereka bahkan telah membangun gudang suku cadang seluas 12.000 meter persegi untuk menjamin ketersediaan spare parts hingga 95 persen pada 2026.

Memasuki tahun 2026, Jetour bersiap meluncurkan varian Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) untuk model T2.

Bagi pasar Indonesia, tahun depan akan menjadi ujian sesungguhnya: apakah reputasi raksasa global Jetour mampu dikonversi menjadi angka penjualan yang signifikan, ataukah mereka akan tetap menjadi pemain niche di tengah kerasnya persaingan otomotif Tanah Air.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jetour T1 Hadir Dua...
Jetour T1 Hadir Dua Rasa, Mana yang Lebih Layak Dibeli: ICE Rp388 Juta atau PHEV Rp538 Juta?
Adu Kuat SUV Pintar:...
Adu Kuat SUV Pintar: Jetour T1 Hybrid Tantang Dominasi Merek Jepang
SUV Boxy Lagi Naik Daun,...
SUV Boxy Lagi Naik Daun, Jetour T1 Mau Jadi Raja Baru Jalanan Kota
Spesifikasi dan Harga...
Spesifikasi dan Harga Lini SUV Jetour 2026: Dari T2, Dashing, hingga X70 Plus
Monster Kebal Banjir...
Monster Kebal Banjir Jetour T2 Turun Gunung Keliling Mal, Bikin Pengunjung Grand Indonesia Melongo!
Jetour T2 Buktikan Atapnya...
Jetour T2 Buktikan Atapnya Sanggup Menahan Beban 350 Kilogram
Rekomendasi
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Berita Terkini
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Mantan Karyawan Apple...
Mantan Karyawan Apple dan Audi Kembangkan Kendaraan Listrik Terinspirasi dari Armada Bulan
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Carlos Ghosn Klaim Cuma...
Carlos Ghosn Klaim Cuma Dirinya yang Bisa Memperbaiki Nissan
Teknologi Chery Super...
Teknologi Chery Super Hybrid Bikin Biaya Mobilitas hanya Rp13 Ribuan Sehari
Flying Flea C6 Motor...
Flying Flea C6 Motor Listrik Pertama Royal Enfield Diperkenalkan
Infografis
Citroen Berencana Jual...
Citroen Berencana Jual Mobil Listrik Mini Ami Secara Global
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved