Gagal Capai Target 2025, Duo Korea Hyundai-Kia Nekat Bidik Penjualan 7,51 Juta Unit di 2026 Lewat Strategi Hybrid
Senin, 05 Januari 2026 - 20:48 WIB
loading...
Duo otomotif Korea Selatan, Hyundai dan Kia, menargetkan penjualan global 7,51 juta unit pada 2026 dengan mengandalkan segmen hibrida untuk melawan dominasi Toyota di pasar Amerika Serikat. Foto: ist
A
A
A
KOREA SELATAN - Setelah meleset tipis dari target penjualan tahun lalu, raksasa otomotif Korea Selatan, Hyundai Motor Co. dan afiliasinya Kia Corp., kini memasang kuda-kuda baru dengan menargetkan pertumbuhan penjualan global gabungan sebesar 3,2 persen menjadi 7,51 juta kendaraan pada 2026.
Ini adalah ambisi yang kini bertumpu kuat pada segmen hibrida di tengah lesunya permintaan mobil listrik murni pasca-pencabutan subsidi.
Langkah tersebut mencerminkan optimisme yang berhati-hati dari grup otomotif terbesar ketiga di dunia tersebut.
Pada 2025, kedua pabrikan mencatatkan penjualan gabungan sebanyak 7,27 juta kendaraan, atau hanya tumbuh tipis 0,6 persen dari tahun 2024.
Pertumbuhan moderat ini diselamatkan oleh lonjakan penjualan kendaraan hibrida di Amerika Serikat yang berhasil menutupi lubang besar akibat melemahnya permintaan kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) setelah subsidi pembelian di AS berakhir pada September lalu.
Perusahaan menyatakan telah mencatatkan rekor penjualan ritel di AS selama lima tahun berturut-turut pada 2025.
Data internal memperlihatkan pergeseran tren yang signifikan: kendaraan elektrifikasi kini menyumbang 30 persen dari bauran ritel Hyundai.
Namun, rincian pertumbuhannya menunjukkan anomali; penjualan mobil hibrida meroket tajam sebesar 36 persen, sementara penjualan EV hanya tumbuh satu digit di angka 7 persen.
Kia pun mengambil langkah serupa dengan memperluas fokus penjualan kendaraan hibrida di Negeri Paman Sam dan memperkuat posisi EV di Eropa, meskipun bayang-bayang ketidakpastian tarif impor AS masih menghantui.
Analis Korea Investment & Securities, Kim Chang-ho, menilai target Hyundai tahun ini mencerminkan ekspektasi lingkungan bisnis yang menantang.
Hyundai menetapkan target penjualan 2026 sebesar 4,16 juta unit. Angka ini memang lebih tinggi dari realisasi penjualan 2025 yang mencapai 4,14 juta unit, namun ironisnya lebih rendah dari target awal yang mereka tetapkan untuk tahun 2025 yakni 4,17 juta kendaraan.
Sebaliknya, Kia dinilai memiliki ruang pertumbuhan yang lebih leluasa. Analis menyoroti model Telluride yang diperbarui sebagai kunci; mobil ini akan diproduksi dan dijual secara lokal di Amerika Serikat, sehingga bebas dari jeratan tarif impor otomotif AS yang membebani kompetitor.
Para analis sepakat bahwa memperluas produksi hibrida berbasis di AS adalah kunci mutlak bagi Hyundai dan Kia untuk berkompetisi.
Data S&P Global per November tahun lalu menunjukkan Toyota menguasai hampir 50 persen pasar hibrida AS, sementara Hyundai Motor baru mengamankan pangsa pasar sebesar 13 persen.
Untuk merespons dinamika ini dan kebijakan proteksionisme Amerika, Hyundai Motor pada September lalu telah menegaskan komitmennya untuk memproduksi lebih dari 80 persen kendaraan yang dijualnya di AS secara lokal di Amerika pada 2030.
Tahun 2026 akan menjadi tahun optimalisasi profit bagi Hyundai. Strategi utamanya meliputi peluncuran model elektrifikasi baru dan pengoperasian fasilitas produksi canggih, termasuk pabrik khusus EV di Ulsan, Korea Selatan, dan pabrik di Pune, India.
Langkah diversifikasi basis produksi ini diambil untuk merespons pergeseran permintaan regional yang dinamis dan mengurangi ketergantungan pada satu pasar saja.
Ini adalah ambisi yang kini bertumpu kuat pada segmen hibrida di tengah lesunya permintaan mobil listrik murni pasca-pencabutan subsidi.
Langkah tersebut mencerminkan optimisme yang berhati-hati dari grup otomotif terbesar ketiga di dunia tersebut.
Pada 2025, kedua pabrikan mencatatkan penjualan gabungan sebanyak 7,27 juta kendaraan, atau hanya tumbuh tipis 0,6 persen dari tahun 2024.
Pertumbuhan moderat ini diselamatkan oleh lonjakan penjualan kendaraan hibrida di Amerika Serikat yang berhasil menutupi lubang besar akibat melemahnya permintaan kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) setelah subsidi pembelian di AS berakhir pada September lalu.
Amerika Serikat: Tulang Punggung dan Medan Tempur Hibrida
Pasar Amerika Serikat terbukti menjadi penyelamat sekaligus medan pertempuran utama bagi Hyundai, yang menggantungkan sekitar 40 persen pendapatannya dari wilayah tersebut.Perusahaan menyatakan telah mencatatkan rekor penjualan ritel di AS selama lima tahun berturut-turut pada 2025.
Data internal memperlihatkan pergeseran tren yang signifikan: kendaraan elektrifikasi kini menyumbang 30 persen dari bauran ritel Hyundai.
Namun, rincian pertumbuhannya menunjukkan anomali; penjualan mobil hibrida meroket tajam sebesar 36 persen, sementara penjualan EV hanya tumbuh satu digit di angka 7 persen.
Kia pun mengambil langkah serupa dengan memperluas fokus penjualan kendaraan hibrida di Negeri Paman Sam dan memperkuat posisi EV di Eropa, meskipun bayang-bayang ketidakpastian tarif impor AS masih menghantui.
Analis Korea Investment & Securities, Kim Chang-ho, menilai target Hyundai tahun ini mencerminkan ekspektasi lingkungan bisnis yang menantang.
Hyundai menetapkan target penjualan 2026 sebesar 4,16 juta unit. Angka ini memang lebih tinggi dari realisasi penjualan 2025 yang mencapai 4,14 juta unit, namun ironisnya lebih rendah dari target awal yang mereka tetapkan untuk tahun 2025 yakni 4,17 juta kendaraan.
Sebaliknya, Kia dinilai memiliki ruang pertumbuhan yang lebih leluasa. Analis menyoroti model Telluride yang diperbarui sebagai kunci; mobil ini akan diproduksi dan dijual secara lokal di Amerika Serikat, sehingga bebas dari jeratan tarif impor otomotif AS yang membebani kompetitor.
Melawan Dominasi Toyota dan Mitigasi Tarif
Tantangan terbesar bagi duo Korea ini adalah mematahkan dominasi Toyota di segmen hibrida.Para analis sepakat bahwa memperluas produksi hibrida berbasis di AS adalah kunci mutlak bagi Hyundai dan Kia untuk berkompetisi.
Data S&P Global per November tahun lalu menunjukkan Toyota menguasai hampir 50 persen pasar hibrida AS, sementara Hyundai Motor baru mengamankan pangsa pasar sebesar 13 persen.
Untuk merespons dinamika ini dan kebijakan proteksionisme Amerika, Hyundai Motor pada September lalu telah menegaskan komitmennya untuk memproduksi lebih dari 80 persen kendaraan yang dijualnya di AS secara lokal di Amerika pada 2030.
Tahun 2026 akan menjadi tahun optimalisasi profit bagi Hyundai. Strategi utamanya meliputi peluncuran model elektrifikasi baru dan pengoperasian fasilitas produksi canggih, termasuk pabrik khusus EV di Ulsan, Korea Selatan, dan pabrik di Pune, India.
Langkah diversifikasi basis produksi ini diambil untuk merespons pergeseran permintaan regional yang dinamis dan mengurangi ketergantungan pada satu pasar saja.
(dan)
Lihat Juga :