Kreativitas Ciamik Bengkel Lokal, Sulap Mio Harian Jadi 2 Silinder
Minggu, 11 Januari 2026 - 17:48 WIB
loading...
Bengkel modifikasi Johan Garage di Bekasi sukses mengoperasi mesin Yamaha Mio yang aslinya 1 silinder menjadi 2 silinder alias Twin Cylinder. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
BEKASI - Kalau bicara soal kreativitas modifikasi motor , mekanik Indonesia memang tidak ada matinya. Salah satu buktinya baru saja lahir dari bengkel otomotif Johan Garage di Bekasi. Bukan sekadar modifikasi tampilan, mereka sukses “mengoperasi” mesin Yamaha Mio yang aslinya 1 silinder menjadi 2 silinder alias Twin Cylinder.
Hasilnya? Skuter matic yang biasanya dipakai santai ini berubah menjadi monster dengan kapasitas mesin yang jauh lebih besar. Karya Johan Garage ini menjadi bukti bahwa bengkel lokal di Bekasi punya standar engineering yang nggak main-main. Baca juga: Penjualan Motor 2025 Tembus 6,41 Juta Unit, 65 Persen Beli Secara Kredit
Yang menarik, Johan Garage tidak menggunakan part racing mahal yang tinggal pasang. Mereka justru mengulik komponen standar bawaan pabrik. "Kita pakai seher (piston) standar diameter 50mm dan head standar, tapi kita jadikan dua. Jadi kalau dihitung total, kapasitasnya sekarang tembus 226cc," cerita tim teknis Johan Garage santai, Minggu (11/1/2025).
Ini membuktikan bahwa dengan perhitungan yang tepat, part standar pun bisa menghasilkan performa yang jauh di atas rata-rata. Tentu saja, menggabungkan dua mesin tidak semudah menempelkan Lego.
Tim Johan Garage mengakui ada kerumitan tingkat tinggi di balik layar, terutama di sektor crankcase (bak mesin) dan kruk as. "Paling susah itu proses penyatuannya. Crankcase dan kruk as harus benar-benar menyatu presisi dengan head dan bloknya. Meleset sedikit saja, mesin pasti gagal," jelasnya.
Biasanya, modifikasi motor matic jadi 2 silinder punya satu musuh utama: panas mesin yang berlebihan (overheat). Kebanyakan modifikator membiarkan mesin berpendingin udara karena keterbatasan ruang.
Tapi Johan Garage memilih jalan yang lebih sulit namun aman. "Nah, 2 silinder garapan kita beda, Bang. Kita bikinkan jalur radiator di bloknya. Kalau yang lain kan rata-rata nggak pakai radiator," tambahnya.
Dengan sistem pendingin cairan ini, motor tidak hanya kencang saat di-gas, tapi juga lebih "sehat" suhunya untuk dipakai jalan lebih lama. Kuncinya Ada di Tukang Bubut Sendiri Suksesnya proyek ambisius ini ternyata didukung oleh fasilitas bengkel yang mandiri. Baca juga: Johan Garage, Bengkel Motor All-in-One yang Menarik Perhatian Pecinta Otomotif
Johan Garage memiliki spesialis bubut (machining) internal, sehingga semua pengerjaan logam yang rumit itu dikerjakan di "dapur" sendiri. "Kita kebantu banget ada tukang bubut asli Johan Garage. Jadi nggak perlu lempar ke luar, dan hasilnya bisa kita pantau langsung," tuturnya.
Hasilnya? Skuter matic yang biasanya dipakai santai ini berubah menjadi monster dengan kapasitas mesin yang jauh lebih besar. Karya Johan Garage ini menjadi bukti bahwa bengkel lokal di Bekasi punya standar engineering yang nggak main-main. Baca juga: Penjualan Motor 2025 Tembus 6,41 Juta Unit, 65 Persen Beli Secara Kredit
Yang menarik, Johan Garage tidak menggunakan part racing mahal yang tinggal pasang. Mereka justru mengulik komponen standar bawaan pabrik. "Kita pakai seher (piston) standar diameter 50mm dan head standar, tapi kita jadikan dua. Jadi kalau dihitung total, kapasitasnya sekarang tembus 226cc," cerita tim teknis Johan Garage santai, Minggu (11/1/2025).
Ini membuktikan bahwa dengan perhitungan yang tepat, part standar pun bisa menghasilkan performa yang jauh di atas rata-rata. Tentu saja, menggabungkan dua mesin tidak semudah menempelkan Lego.
Tim Johan Garage mengakui ada kerumitan tingkat tinggi di balik layar, terutama di sektor crankcase (bak mesin) dan kruk as. "Paling susah itu proses penyatuannya. Crankcase dan kruk as harus benar-benar menyatu presisi dengan head dan bloknya. Meleset sedikit saja, mesin pasti gagal," jelasnya.
Biasanya, modifikasi motor matic jadi 2 silinder punya satu musuh utama: panas mesin yang berlebihan (overheat). Kebanyakan modifikator membiarkan mesin berpendingin udara karena keterbatasan ruang.
Tapi Johan Garage memilih jalan yang lebih sulit namun aman. "Nah, 2 silinder garapan kita beda, Bang. Kita bikinkan jalur radiator di bloknya. Kalau yang lain kan rata-rata nggak pakai radiator," tambahnya.
Dengan sistem pendingin cairan ini, motor tidak hanya kencang saat di-gas, tapi juga lebih "sehat" suhunya untuk dipakai jalan lebih lama. Kuncinya Ada di Tukang Bubut Sendiri Suksesnya proyek ambisius ini ternyata didukung oleh fasilitas bengkel yang mandiri. Baca juga: Johan Garage, Bengkel Motor All-in-One yang Menarik Perhatian Pecinta Otomotif
Johan Garage memiliki spesialis bubut (machining) internal, sehingga semua pengerjaan logam yang rumit itu dikerjakan di "dapur" sendiri. "Kita kebantu banget ada tukang bubut asli Johan Garage. Jadi nggak perlu lempar ke luar, dan hasilnya bisa kita pantau langsung," tuturnya.
(poe)
Lihat Juga :