China dan Eropa Sepakat Soal Harga Minimum Mobil Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 - 06:43 WIB
loading...
China dan Eropa Sepakat...
Ekspor mobil listrik China di Eropa. FOTO/ CNC
A A A
BERLIN - China dan Uni Eropa (UE) telah mencapai kesepakatan awal tentang mekanisme penetapan harga untuk kendaraan listrik baterai (BEV) buatan China yang diekspor ke pasar Eropa.

Langkah ini dipandang sebagai jalan tengah untuk meredakan ketegangan perdagangan setelah pemberlakuan tarif anti-subsidi UE sebelumnya.

Pada tahun 2024, UE memberlakukan tarif anti-subsidi pada BEV dari China setelah penyelidikan menemukan bahwa industri tersebut menerima dukungan negara yang dianggap memberikan keuntungan yang tidak adil.

Tarif tambahan yang dikenakan mencapai 35,3% di atas tarif impor standar 10%, yang memberikan tekanan besar pada produsen EV China yang secara agresif menembus pasar Eropa.

China secara terbuka menyuarakan penentangannya terhadap langkah tersebut, menganggapnya bertentangan dengan prinsip-prinsip perdagangan bebas dan aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Pada Januari 2026, Kementerian Perdagangan China mengumumkan bahwa kedua pihak telah mencapai konsensus berdasarkan rasa saling menghormati, menyetujui untuk memberikan pedoman umum bagi eksportir BEV China ke UE.

Mekanisme jaminan harga memungkinkan produsen China untuk menawarkan harga minimum tertentu untuk setiap model EV yang diekspor.

UE akan mengeluarkan dokumen panduan resmi tentang pengajuan jaminan harga. Setiap permohonan akan dinilai berdasarkan kriteria hukum yang sama, secara objektif dan adil, sesuai dengan prinsip non-diskriminasi dan aturan WTO.

Sejauh ini, masih belum jelas apakah tarif anti-subsidi hingga 35,3% akan sepenuhnya dihapuskan.

Namun, Kamar Dagang China untuk Impor dan Ekspor Mesin dan Produk Elektronik (CCCME) melaporkan bahwa Komisi Eropa telah berjanji untuk melakukan penilaian objektif terhadap permohonan yang diajukan oleh perusahaan-perusahaan China.

Perusahaan yang memenuhi syarat diizinkan untuk menggunakan kesepakatan harga sebagai pengganti tarif anti-subsidi, sehingga membuka ruang bagi produsen kendaraan listrik (EV) China untuk kembali bersaing dalam hal harga di pasar Eropa.

Menurut CCCME, mekanisme ini bertindak sebagai alternatif langsung untuk tarif. Uni Eropa akan menetapkan harga impor minimum untuk setiap produsen kendaraan listrik Tiongkok, dan selama harga jual sesuai dengan tingkat tersebut, tarif anti-subsidi tidak akan dikenakan.

Eksportir Tiongkok menggambarkan pengumuman tersebut sebagai bentuk "pendaratan lunak" dalam sengketa perdagangan EV antara Tiongkok dan Uni Eropa, alih-alih konfrontasi berkepanjangan yang dapat merugikan kedua belah pihak.

Langkah ini berpotensi memberikan keringanan bagi merek EV Tiongkok seperti BYD, SAIC, Geely, dan Leapmotor, sekaligus memastikan bahwa Uni Eropa tetap mempertahankan kendali atas stabilitas pasar otomotif domestiknya.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wang Chuanfu Yakin 5...
Wang Chuanfu Yakin 5 Tahun Lagi BYD Akan Jadi Penguasa Pasar Otomotif
Huawei Luncurkan MPV...
Huawei Luncurkan MPV Supermewah ala Rolls-Royce
Mitsubishi Triton Ralliart...
Mitsubishi Triton Ralliart Merapat, Nissan Tendang Navara Nismo
Toyota Kenalkan Transmisi...
Toyota Kenalkan Transmisi Manual Canggih Mobil Listrik
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
BYD, Nio, CALB Terdaftar...
BYD, Nio, CALB Terdaftar dalam Daftar Perusahaan Militer China oleh Pentagon
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Rekomendasi
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
64 PSE Sudah Lapor ke...
64 PSE Sudah Lapor ke Komdigi, Nurul Arifin Berharap Angkanya Terus Meningkat
Roy Suryo Pertanyakan...
Roy Suryo Pertanyakan Legal Standing Ade Darmawan di Kasus Ijazah Jokowi
Berita Terkini
Wang Chuanfu Yakin 5...
Wang Chuanfu Yakin 5 Tahun Lagi BYD Akan Jadi Penguasa Pasar Otomotif
DUNLOP Hadirkan SmartCare...
DUNLOP Hadirkan SmartCare Warranty, Solusi Tenang Pengguna Ban BLUE RESPONSE TG
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Huawei Luncurkan MPV...
Huawei Luncurkan MPV Supermewah ala Rolls-Royce
Pertamax Tembus Rp16.250?...
Pertamax Tembus Rp16.250? Ini Daftar Harga Mobil Hybrid Termurah hingga Termahal 2026!
Mitsubishi Triton Ralliart...
Mitsubishi Triton Ralliart Merapat, Nissan Tendang Navara Nismo
Infografis
Gandeng Huawei dan Xiaomi,...
Gandeng Huawei dan Xiaomi, Toyota Menyerah pada Raksasa Teknologi China?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved