Strategi Hulu ke Hilir BYD: dari Tanam Mangrove hingga Kuasai Lebih dari 52% Pasar Mobil Listrik
Selasa, 20 Januari 2026 - 10:00 WIB
loading...
A
A
A
“Perkembangan pasar EV di Indonesia di tahun ini menunjukkan dinamika yang sangat positif dengan pertumbuhan di berbagai segmen yang bahkan melampaui prediksi awal. Menatap 2026, kami melihat perkembangan pasar otomotif Indonesia dengan optimisme. Melalui kehadiran produk BYD dan Denza, kami berupaya mengambil bagian dalam menjaga pergerakan industri otomotif nasional yang terus aktif, adaptif, dan bertumbuh," ujar Eagle Zhao.
Untuk merealisasikan visi tersebut, BYD sudah mengoperasikan 80 dealer di seluruh Indonesia pada akhir 2025. Angka ini mencakup penambahan titik dealer baru yang dilengkapi fasilitas 3S (Sales, Service, Spare Parts) dan stasiun pengisian daya.
Strategi ini bukan sekadar ekspansi fisik, melainkan upaya pemerataan layanan dari barat hingga timur Indonesia. Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther T. Panjaitan, menegaskan bahwa jaringan lokal adalah kunci kepercayaan konsumen.
"Penguatan jaringan lokal ini menjadi elemen penting dalam membangun kepercayaan jangka panjang konsumen terhadap kendaraan listrik. Akses layanan yang mudah, ketersediaan suku cadang, dan dukungan teknis yang andal menjadi faktor yang semakin dipertimbangkan masyarakat dalam memilih EV sebagai kendaraan utama," tegas Luther.
Industrialisasi Lokal: Ekosistem Industri EV yang lebih Terintegrasi
Di sisi hulu, BYD membuktikan komitmennya terhadap kedaulatan industri otomotif nasional. Tidak ingin selamanya mengimpor, BYD tengah mengebut pembangunan fasilitas produksi di Indonesia yang dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal pertama tahun 2026. Pabrik ini diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekosistem EV nasional.
Kehadirannya diproyeksikan tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi rantai pasok, tetapi juga membuka peluang kolaborasi lintas industri serta transfer teknologi yang krusial bagi peningkatan daya saing sumber daya manusia Indonesia.
Untuk merealisasikan visi tersebut, BYD sudah mengoperasikan 80 dealer di seluruh Indonesia pada akhir 2025. Angka ini mencakup penambahan titik dealer baru yang dilengkapi fasilitas 3S (Sales, Service, Spare Parts) dan stasiun pengisian daya.
Strategi ini bukan sekadar ekspansi fisik, melainkan upaya pemerataan layanan dari barat hingga timur Indonesia. Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther T. Panjaitan, menegaskan bahwa jaringan lokal adalah kunci kepercayaan konsumen.
"Penguatan jaringan lokal ini menjadi elemen penting dalam membangun kepercayaan jangka panjang konsumen terhadap kendaraan listrik. Akses layanan yang mudah, ketersediaan suku cadang, dan dukungan teknis yang andal menjadi faktor yang semakin dipertimbangkan masyarakat dalam memilih EV sebagai kendaraan utama," tegas Luther.
Industrialisasi Lokal: Ekosistem Industri EV yang lebih Terintegrasi
Di sisi hulu, BYD membuktikan komitmennya terhadap kedaulatan industri otomotif nasional. Tidak ingin selamanya mengimpor, BYD tengah mengebut pembangunan fasilitas produksi di Indonesia yang dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal pertama tahun 2026. Pabrik ini diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekosistem EV nasional.
Kehadirannya diproyeksikan tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi rantai pasok, tetapi juga membuka peluang kolaborasi lintas industri serta transfer teknologi yang krusial bagi peningkatan daya saing sumber daya manusia Indonesia.
Lihat Juga :