Bangun Pabrik di Vietnam, Chery Pastikan Tidak Mematikan Rencana Pabrik di Indonesia
Selasa, 20 Januari 2026 - 22:06 WIB
loading...
Aktivitas perakitan unit kendaraan Chery di fasilitas PT Handal Indonesia Motor yang saat ini masih menjadi mitra produksi sebelum pabrik mandiri resmi dibangun mulai tahun ini. Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Di tengah spekulasi pasar yang sempat memanas mengenai pengalihan fokus investasi ke Vietnam, PT Chery Sales Indonesia akhirnya memberi kepastian.
Pabrikan raksasa asal China tersebut menegaskan bahwa rencana pembangunan pabrik mandiri di Tanah Air tidak bergeser satu sentimeter pun dari agenda perusahaan, dengan proses peletakan batu pertama (groundbreaking) dipastikan terlaksana pada 2026 ini.
Langkah ini sekaligus menganulir kekhawatiran bahwa kehadiran fasilitas produksi baru Chery di Vietnam—yang diklaim sebagai yang terbesar di kawasan—akan mendegradasi peran Indonesia.
President Director Chery Group Indonesia, Zheng Shuo, dalam pertemuannya di Jakarta Utara, Senin (19/1/2026), menjelaskan bahwa strategi rantai pasok global Chery mengadopsi pola diversifikasi yang lazim dilakukan oleh pabrikan Jepang: memiliki banyak basis produksi untuk melayani karakteristik pasar yang berbeda.
Pernyataan ini menyiratkan logika pasar yang matang; volume permintaan di Asia Tenggara yang terus tumbuh menuntut kapasitas produksi yang terdistribusi, bukan terpusat di satu titik saja.
Secara taktis, Chery menargetkan pabrik di Indonesia mulai beroperasi penuh (start production) pada tahun depan, setelah proses konstruksi dimulai tahun ini. Meskipun lokasi spesifik masih dirahasiakan, proyeksi nilai investasi yang disiapkan mencapai Rp5 triliun.
Angka fantastis ini mencakup pembangunan fasilitas mandiri serta perluasan kapasitas di mitra perakitan saat ini, PT Handal Indonesia Motor (HIM) di Pondok Ungu, Bekasi, yang selama ini menjadi "rahim" bagi kelahiran model-model andalan seperti Chery Omoda E5, Tiggo 8, hingga J6.
Dari total volume tersebut, kontribusi ekspor menjadi tulang punggung yang sangat vital. Data internal perusahaan mencatat ekspor kumulatif mencapai 1.344.020 unit sepanjang 2025, melonjak 17,4 persen secara tahunan (year-on-year).
Bahkan, pada Desember 2025 saja, Chery berhasil mengapalkan 144.430 unit kendaraan ke pasar internasional, rekor bulanan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan berdiri.
Dalam konteks inilah peran pabrik Indonesia menjadi krusial. Fasilitas di Tanah Air tidak hanya didesain untuk memenuhi dahaga pasar domestik, tetapi diposisikan sebagai hub ekspor regional.
Zheng Shuo mengungkapkan fakta menarik bahwa Chery Indonesia telah memulai ekspor kendaraan ke Vietnam dan kini tengah mematangkan rencana pengapalan unit ke Thailand.
"Sampai sekarang kita sudah mulai ekspor ke Vietnam, dan kita ada rencana ekspor ke Thailand," tambah Zheng. Hal ini membuktikan bahwa pabrik Indonesia memiliki standar kualitas global yang mampu menembus batasan proteksi pasar negara tetangga.
Dengan basis pengguna global yang kini mencapai 18,53 juta konsumen, keputusan Chery untuk tetap menanamkan modalnya di Indonesia adalah sinyal kepercayaan jangka panjang. Indonesia, dengan pasar domestik yang besar dan posisi geografis strategis, tetap menjadi permata yang tak tergantikan dalam ambisi Chery merajai pasar Asia Tenggara.
Pabrikan raksasa asal China tersebut menegaskan bahwa rencana pembangunan pabrik mandiri di Tanah Air tidak bergeser satu sentimeter pun dari agenda perusahaan, dengan proses peletakan batu pertama (groundbreaking) dipastikan terlaksana pada 2026 ini.
Langkah ini sekaligus menganulir kekhawatiran bahwa kehadiran fasilitas produksi baru Chery di Vietnam—yang diklaim sebagai yang terbesar di kawasan—akan mendegradasi peran Indonesia.
President Director Chery Group Indonesia, Zheng Shuo, dalam pertemuannya di Jakarta Utara, Senin (19/1/2026), menjelaskan bahwa strategi rantai pasok global Chery mengadopsi pola diversifikasi yang lazim dilakukan oleh pabrikan Jepang: memiliki banyak basis produksi untuk melayani karakteristik pasar yang berbeda.
Dualisme Strategis: Saling Melengkapi, Bukan Mematikan
"Hub produksi di Indonesia rencananya tidak berubah, kita sedang kerjakan. Tapi bukan berarti kalau kami punya pabrik di Indonesia, lalu tidak perlu pabrik lain," ujar Zheng Shuo tegas.Pernyataan ini menyiratkan logika pasar yang matang; volume permintaan di Asia Tenggara yang terus tumbuh menuntut kapasitas produksi yang terdistribusi, bukan terpusat di satu titik saja.
Secara taktis, Chery menargetkan pabrik di Indonesia mulai beroperasi penuh (start production) pada tahun depan, setelah proses konstruksi dimulai tahun ini. Meskipun lokasi spesifik masih dirahasiakan, proyeksi nilai investasi yang disiapkan mencapai Rp5 triliun.
Angka fantastis ini mencakup pembangunan fasilitas mandiri serta perluasan kapasitas di mitra perakitan saat ini, PT Handal Indonesia Motor (HIM) di Pondok Ungu, Bekasi, yang selama ini menjadi "rahim" bagi kelahiran model-model andalan seperti Chery Omoda E5, Tiggo 8, hingga J6.
Basis Ekspor dan Rekor Penjualan Global
Mengapa Chery begitu agresif melakukan ekspansi infrastruktur fisik? Sepanjang tahun 2025, Chery Group mencatatkan performa bisnis yang monumental dengan total penjualan global menembus angka 2.806.393 unit, atau tumbuh 7,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.Dari total volume tersebut, kontribusi ekspor menjadi tulang punggung yang sangat vital. Data internal perusahaan mencatat ekspor kumulatif mencapai 1.344.020 unit sepanjang 2025, melonjak 17,4 persen secara tahunan (year-on-year).
Bahkan, pada Desember 2025 saja, Chery berhasil mengapalkan 144.430 unit kendaraan ke pasar internasional, rekor bulanan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan berdiri.
Dalam konteks inilah peran pabrik Indonesia menjadi krusial. Fasilitas di Tanah Air tidak hanya didesain untuk memenuhi dahaga pasar domestik, tetapi diposisikan sebagai hub ekspor regional.
Zheng Shuo mengungkapkan fakta menarik bahwa Chery Indonesia telah memulai ekspor kendaraan ke Vietnam dan kini tengah mematangkan rencana pengapalan unit ke Thailand.
"Sampai sekarang kita sudah mulai ekspor ke Vietnam, dan kita ada rencana ekspor ke Thailand," tambah Zheng. Hal ini membuktikan bahwa pabrik Indonesia memiliki standar kualitas global yang mampu menembus batasan proteksi pasar negara tetangga.
Dengan basis pengguna global yang kini mencapai 18,53 juta konsumen, keputusan Chery untuk tetap menanamkan modalnya di Indonesia adalah sinyal kepercayaan jangka panjang. Indonesia, dengan pasar domestik yang besar dan posisi geografis strategis, tetap menjadi permata yang tak tergantikan dalam ambisi Chery merajai pasar Asia Tenggara.
(dan)
Lihat Juga :