Indonesia Pertama Jual Honda Prelude di Asia Tenggara, Harga Selisih Tipis dari Accord Hybrid
Jum'at, 23 Januari 2026 - 21:09 WIB
loading...
Honda Prelude dipasarkan dibawah Rp1 miliar, menjadi mobil hybrid coupe 2 pintu yang sangat menarik. Foto: Sindonews/Danang Arradian
A
A
A
JAKARTA - Lonceng kembalinya nama besar Honda di segmen coupe sport akhirnya berdentang di Jakarta, Jumat (23/1/2026): Honda Prelude resmi mendarat di Indonesia dengan harga Rp925 juta–Rp975 juta. Jaraknya tipis dengan Honda Accord Hybrid.
PT Honda Prospect Motor (HPM) menjadikan Indonesia sebagai panggung perdana Prelude di Asia Tenggara. Honda agaknya menyusun narasi elektrifikasi dengan cara yang tidak biasa. Tidak sekadar “hemat BBM”: namun tetap bertumpu pada emosi mengemudi.
Di atas kertas, Honda Prelude bukan mobil massal. Ia sport hybrid coupe, hanya satu varian, jumlahnya terbatas, dan dijual melalui skema pre-booking mulai 23 Januari 2026.
Pengiriman unit dijadwalkan mulai Mei 2026 dan dilakukan bertahap. Warna yang disediakan ada empat: Moonlit White Pearl, Rallye Red, Crystal Black Pearl, dan Racing Blue Pearl.
Indonesia Dipilih Pertama: Bukan Kebetulan
Keputusan Honda menjadikan Indonesia negara pertama di Asia Tenggara yang meluncurkan Prelude, setelah diperkenalkan global, bukan langkah seremonial belaka.
Indonesia adalah pasar yang sedang memasuki fase transisi: konsumen mulai menerima elektrifikasi, tetapi minat terhadap mesin konvensional—terutama di segmen enthusiast—belum padam.
![Indonesia Pertama Jual Honda Prelude di Asia Tenggara, Harga Selisih Tipis dari Accord Hybrid]()
Hybrid menjadi jembatan logis. Karena menawarkan rasa “mobil biasa” tanpa beban infrastruktur pengisian daya seperti EV murni. Honda membaca celah itu.
Namun yang menarik, Honda tidak meluncurkan mobil hybrid dalam format aman seperti SUV keluarga. Mereka datang dengan coupe sport—produk yang lebih emosional dan lebih niche.
Artinya, Honda sadar: Prelude bukan soal volume, tetapi soal citra dan arah.
Di sinilah Prelude bekerja sebagai statement.
Bukan Sekadar Kebangkitan Nama Lama
Honda menegaskan bahwa Prelude tidak lahir sebagai proyek nostalgia. Mobil ini, menurut Honda, berawal dari pengembangan mobil sport hybrid baru yang ditujukan untuk masa depan.
Setelah karakter kendaraannya terbentuk, Honda menilai filosofi dan rasa berkendara yang muncul punya keselarasan dengan nilai lama Prelude—mobil coupe personal yang teknologis, jadi pionir inovasi, dan pengendaliannya berorientasi ke pengemudi.
![Indonesia Pertama Jual Honda Prelude di Asia Tenggara, Harga Selisih Tipis dari Accord Hybrid]()
Maka nama Prelude dipilih. Secara harfiah, “Prelude” adalah pembuka—seperti overture sebelum konser dimulai. Pesan simboliknya jelas: ini pembukaan menuju perjalanan elektrifikasi Honda yang lebih panjang.
Dalam sejarah Honda, Prelude memang punya tempat khusus. Bukan mobil performa ekstrem, tetapi coupe yang kerap menjadi demonstrasi teknologi Honda. Pertama kali diperkenalkan 1979, melalui lima generasi, dipasarkan di pasar-pasar utama dunia, lalu berhenti produksi pada awal 2000-an.
Kini ia kembali sebagai generasi keenam, dengan pendekatan yang “masuk akal” untuk era baru: sporty, namun hybrid.
PT Honda Prospect Motor (HPM) menjadikan Indonesia sebagai panggung perdana Prelude di Asia Tenggara. Honda agaknya menyusun narasi elektrifikasi dengan cara yang tidak biasa. Tidak sekadar “hemat BBM”: namun tetap bertumpu pada emosi mengemudi.
Di atas kertas, Honda Prelude bukan mobil massal. Ia sport hybrid coupe, hanya satu varian, jumlahnya terbatas, dan dijual melalui skema pre-booking mulai 23 Januari 2026.
Pengiriman unit dijadwalkan mulai Mei 2026 dan dilakukan bertahap. Warna yang disediakan ada empat: Moonlit White Pearl, Rallye Red, Crystal Black Pearl, dan Racing Blue Pearl.
Indonesia Dipilih Pertama: Bukan Kebetulan
![Indonesia Pertama Jual Honda Prelude di Asia Tenggara, Harga Selisih Tipis dari Accord Hybrid]()
Keputusan Honda menjadikan Indonesia negara pertama di Asia Tenggara yang meluncurkan Prelude, setelah diperkenalkan global, bukan langkah seremonial belaka.
Indonesia adalah pasar yang sedang memasuki fase transisi: konsumen mulai menerima elektrifikasi, tetapi minat terhadap mesin konvensional—terutama di segmen enthusiast—belum padam.

Hybrid menjadi jembatan logis. Karena menawarkan rasa “mobil biasa” tanpa beban infrastruktur pengisian daya seperti EV murni. Honda membaca celah itu.
Namun yang menarik, Honda tidak meluncurkan mobil hybrid dalam format aman seperti SUV keluarga. Mereka datang dengan coupe sport—produk yang lebih emosional dan lebih niche.
Artinya, Honda sadar: Prelude bukan soal volume, tetapi soal citra dan arah.
Di sinilah Prelude bekerja sebagai statement.
Bukan Sekadar Kebangkitan Nama Lama
![Indonesia Pertama Jual Honda Prelude di Asia Tenggara, Harga Selisih Tipis dari Accord Hybrid]()
Honda menegaskan bahwa Prelude tidak lahir sebagai proyek nostalgia. Mobil ini, menurut Honda, berawal dari pengembangan mobil sport hybrid baru yang ditujukan untuk masa depan.
Setelah karakter kendaraannya terbentuk, Honda menilai filosofi dan rasa berkendara yang muncul punya keselarasan dengan nilai lama Prelude—mobil coupe personal yang teknologis, jadi pionir inovasi, dan pengendaliannya berorientasi ke pengemudi.

Maka nama Prelude dipilih. Secara harfiah, “Prelude” adalah pembuka—seperti overture sebelum konser dimulai. Pesan simboliknya jelas: ini pembukaan menuju perjalanan elektrifikasi Honda yang lebih panjang.
Dalam sejarah Honda, Prelude memang punya tempat khusus. Bukan mobil performa ekstrem, tetapi coupe yang kerap menjadi demonstrasi teknologi Honda. Pertama kali diperkenalkan 1979, melalui lima generasi, dipasarkan di pasar-pasar utama dunia, lalu berhenti produksi pada awal 2000-an.
Kini ia kembali sebagai generasi keenam, dengan pendekatan yang “masuk akal” untuk era baru: sporty, namun hybrid.
(dan)
Lihat Juga :