Suzuki Angkat Kaki dari Thailand, Pabrik Rayong Dijual ke Ford

Minggu, 25 Januari 2026 - 08:03 WIB
loading...
Suzuki Angkat Kaki dari...
Suzuki keluat dari Thailand/ FOTO/ Daily
A A A
BANGKOK - Suzuki Motor secara resmi mengakhiri produksi kendaraan di Thailand setelah menghadapi tekanan hebat dari kebangkitan produsen mobil China, khususnya di segmen kendaraan terjangkau dan listrik.



Seperti dilansir dari Asia Nikkei, sebagai tindak lanjut, Suzuki akan menjual pabrik perakitan Rayong miliknya kepada Ford Motor.

Perjanjian penjualan telah ditandatangani antara Suzuki dan Ford, dengan transfer lahan dan aset diharapkan selesai dalam beberapa bulan.

Meskipun harga pembelian tidak diungkapkan, pabrik tersebut merupakan investasi besar bagi Suzuki, senilai sekitar 20 miliar yen dan telah beroperasi sejak 2012.

Pada puncaknya, fasilitas tersebut mampu memproduksi hingga 80.000 unit per tahun dan pernah mencatat hampir 60.000 penjualan, termasuk model-model populer seperti Suzuki Swift.

Namun, situasinya berubah secara signifikan ketika penjualan anjlok hingga hanya sekitar 4.400 unit pada tahun 2024, mendorong Suzuki untuk mengumumkan penutupan total operasional pada akhir tahun 2025.

Menurut Suzuki, keputusan ini dibuat setelah mempertimbangkan realitas pasar saat ini.

Segmen mobil kompak tidak tumbuh seperti yang diharapkan, ditambah dengan dampak penguatan baht dan persaingan agresif dari merek-merek Tiongkok yang menawarkan kendaraan listrik dengan harga yang lebih kompetitif.

Pada saat yang sama, Ford melihat peluang jangka panjang di Thailand.

Pabrik Suzuki terletak di sebelah fasilitas Ford di Rayong, yang sekarang menjadi pusat produksi utama untuk model-model seperti Ford Ranger dan Everest untuk pasar lokal dan ekspor Asia Tenggara.

Oleh karena itu, akuisisi ini dilihat sebagai persiapan Ford untuk ekspansi operasional di masa depan.

Menariknya, Suzuki dikabarkan telah bernegosiasi dengan beberapa pihak termasuk produsen kendaraan listrik Tiongkok seperti BYD, tetapi akhirnya memilih Ford setelah mencapai kesepakatan terbaik dalam hal persyaratan dan arah strategis.

Perkembangan ini mencerminkan perubahan besar dalam lanskap otomotif Thailand. Jika merek-merek Jepang pernah menguasai hampir 90% pasar, kini pangsa pasar mereka menyusut.

Pada Januari hingga November 2025, produsen Jepang hanya menguasai sekitar 69% penjualan mobil baru, sementara merek-merek Tiongkok melonjak menjadi 21%, empat kali lipat dibandingkan tahun 2022.

Suzuki bukan satu-satunya yang terpengaruh. Honda telah menggabungkan dua pabriknya, Nissan menutup fasilitas perakitan, dan Mitsubishi berencana untuk membekukan operasi salah satu pabriknya paling cepat pada tahun 2027.

Secara keseluruhan, penjualan pabrik Suzuki ke Ford bukan hanya langkah korporat, tetapi sinyal jelas bahwa era dominasi Jepang di Thailand sedang diuji.

Dengan kemajuan pesat merek-merek Tiongkok dan pergeseran global menuju elektrifikasi, produsen tradisional kini harus menyusun strategi ulang agar tetap relevan di kawasan ini.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jelajahi Dataran Tinggi...
Jelajahi Dataran Tinggi dan Perkotaan, BYD M6 DM Media Challenge Buktikan Efisiensi Teknologi Dual Mode
Persoalan Dana Talangan...
Persoalan Dana Talangan Membebani Industri Otomotif China
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Teknologi Chery Super...
Teknologi Chery Super Hybrid Bikin Biaya Mobilitas hanya Rp13 Ribuan Sehari
JAECOO Catat 20.000...
JAECOO Catat 20.000 Pengiriman J5 EV di Indonesia, Ini Target Selanjutnya
Ford Gunakan Beruang...
Ford Gunakan Beruang Raksasa untuk Menguji Kualitas F150
Menuju Tujuh Dekade...
Menuju Tujuh Dekade Astra: Perkuat Fokus Strategis untuk Dorong Pertumbuhan Perusahaan
Intip Kinerja MPMX Mengawali...
Intip Kinerja MPMX Mengawali 2026: Profitabilitas Meningkat di Tengah Dinamika Pendapatan
IIMS Jakarta 2026 Selesai...
IIMS Jakarta 2026 Selesai Digelar, Hadirkan Solusi Finansial Holistik bagi Industri Otomotif
Rekomendasi
Liburan Mewah Tetap...
Liburan Mewah Tetap Bisa Hemat: Hotel Bintang 4 dan 5 Mulai Rp300.000
Microdrama China The...
Microdrama China The Little Lucky Star Tayang di V+Short, Ini Sinopsisnya
TAP Untuk Negeri Perkuat...
TAP Untuk Negeri Perkuat Produktivitas Petani Sawit Dukung Program B50
Berita Terkini
Jelajahi Dataran Tinggi...
Jelajahi Dataran Tinggi dan Perkotaan, BYD M6 DM Media Challenge Buktikan Efisiensi Teknologi Dual Mode
Hadirkan BRUSKY 125,...
Hadirkan BRUSKY 125, MODENAS Siap Banjiri Indonesia dengan Motor Malaysia
Ternyata Ini Alasan...
Ternyata Ini Alasan Koenigsegg Tidak Mau Bikin Mobil Listrik
Sistem Isi Daya Dua...
Sistem Isi Daya Dua Arah Memicu Persaingan antara BMW, VW, dan BYD
Honda Terbitkan Obligasi...
Honda Terbitkan Obligasi Rp44 Triliun: Bukan Ekspansi, tapi Ganti Rugi
Kenapa CEO Honda Toshihiro...
Kenapa CEO Honda Toshihiro Mibe Minta Maaf ke Pemegang Saham?
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved