Melihat Langsung SPKLU 1.000 kW BYD di Zhengzhou: Ngecas 5 Menit Tambah 400 Km
Minggu, 25 Januari 2026 - 17:32 WIB
loading...
A
A
A
Narasi "kopi belum habis, baterai sudah penuh" bukan lagi sekadar slogan pemasaran, melainkan realitas teknis yang terukur.
Keajaiban ini dimungkinkan oleh Super e-Platform terbaru BYD. Berbeda dengan arsitektur 400V atau 800V yang ada di pasaran saat ini, platform ini mengadopsi arsitektur tegangan tinggi 1.000 Volt dengan arus mencapai 1.000 Ampere.
Namun, daya sebesar itu membutuhkan manajemen panas yang ekstrem. Di sinilah letak keunggulan BYD.
Mereka mengembangkan sistem terminal pengisian berpendingin cairan penuh (all-liquid-cooled megawatt flash-charging terminal system) dan "Flash Charging Battery" yang memiliki resistansi internal 50 persen lebih rendah.
Inovasi ini memungkinkan baterai menerima arus 10C (sepuluh kali kapasitasnya) tanpa meledak atau mengalami degradasi termal yang parah.
Meninggalkan Kompetitor
Dibanding kompetitor, pencapaian ini menempatkan BYD di liganya sendiri. Supercharger V4 Tesla, misalnya, saat ini "hanya" bermain di kisaran 250 kW hingga potensi teoritis 615 kW untuk Cybertruck.
Sementara pabrikan lain masih berjuang menstabilkan 350 kW, BYD sudah melompat ke angka 1.000 kW.
Tak hanya soal baterai, Super e-Platform juga membawa motor listrik revolusioner yang mampu berputar hingga 30.000 RPM.
Hasilnya, mobil keluarga seperti Han L dan Tang L mampu melesat dengan top speed di atas 300 km/jam, mematahkan mitos bahwa mobil listrik "kehabisan napas" di kecepatan tinggi.
Keajaiban ini dimungkinkan oleh Super e-Platform terbaru BYD. Berbeda dengan arsitektur 400V atau 800V yang ada di pasaran saat ini, platform ini mengadopsi arsitektur tegangan tinggi 1.000 Volt dengan arus mencapai 1.000 Ampere.
Namun, daya sebesar itu membutuhkan manajemen panas yang ekstrem. Di sinilah letak keunggulan BYD.
Mereka mengembangkan sistem terminal pengisian berpendingin cairan penuh (all-liquid-cooled megawatt flash-charging terminal system) dan "Flash Charging Battery" yang memiliki resistansi internal 50 persen lebih rendah.
Inovasi ini memungkinkan baterai menerima arus 10C (sepuluh kali kapasitasnya) tanpa meledak atau mengalami degradasi termal yang parah.
Meninggalkan Kompetitor
![Melihat Langsung SPKLU 1.000 kW BYD di Zhengzhou: Ngecas 5 Menit Tambah 400 Km]()
Dibanding kompetitor, pencapaian ini menempatkan BYD di liganya sendiri. Supercharger V4 Tesla, misalnya, saat ini "hanya" bermain di kisaran 250 kW hingga potensi teoritis 615 kW untuk Cybertruck.
Sementara pabrikan lain masih berjuang menstabilkan 350 kW, BYD sudah melompat ke angka 1.000 kW.
Tak hanya soal baterai, Super e-Platform juga membawa motor listrik revolusioner yang mampu berputar hingga 30.000 RPM.
Hasilnya, mobil keluarga seperti Han L dan Tang L mampu melesat dengan top speed di atas 300 km/jam, mematahkan mitos bahwa mobil listrik "kehabisan napas" di kecepatan tinggi.
Lihat Juga :