Bukan Sekadar Mobil Listrik: Siasat Lepas Mengawinkan Desain Macan Tutul dengan Takhta Fashion
Senin, 09 Februari 2026 - 13:13 WIB
loading...
Paduan desain aerodinamis Leopard Aesthetics pada unit Lepas E4 menandai pergeseran nilai kemewahan otomotif dari sekadar performa mesin menuju pernyataan gaya hidup di IIMS 2026. Foto: Sindonews/Danang Arradian
A
A
A
JAKARTA - Di panggung Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, definisi kemewahan otomotif tidak lagi hanya diukur dari seberapa cepat mobil melesat dari nol ke seratus kilometer per jam.
Brand pendatang baru di segmen New Energy Vehicle (NEV) premium, Lepas, mencoba menawarkan narasi yang berbeda: kemewahan adalah tentang ketenangan dan rasa nyaman yang tidak berlebihan.
![Bukan Sekadar Mobil Listrik: Siasat Lepas Mengawinkan Desain Macan Tutul dengan Takhta Fashion]()
Melalui peluncuran dua model andalannya, Lepas L8 SUV PHEV dan Lepas E4 SUV EV, produsen ini berupaya menggeser paradigma "premium" dari pamer kekuatan menjadi pernyataan gaya hidup yang personal.
Strategi ini dipertegas dengan menggandeng sosok dari dunia fashion, Miss Universe Indonesia 2025 Sanly Liu dan desainer Yosafat Dwi Kurniawan, guna memberikan legitimasi bahwa kendaraan kini setara dengan busana high-end—harus fungsional sekaligus mencerminkan karakter pemakainya.
“Bagi konsumen modern, premium adalah tentang rasa tenang, nyaman, dan percaya diri dalam setiap momen berkendara,” ujar Arga Simanjuntak, Head of Marketing Lepas Indonesia. Logika yang dibangun Lepas adalah effortless; kemewahan yang dirasakan secara alami tanpa perlu kesan yang dipaksakan.
![Bukan Sekadar Mobil Listrik: Siasat Lepas Mengawinkan Desain Macan Tutul dengan Takhta Fashion]()
Secara teknis, Lepas L8 mencoba memenangi persaingan SUV Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) melalui keunggulan dimensi. Dibangun di atas LEX Platform, mobil ini memiliki wheelbase mencapai 2.800 mm—angka yang diklaim terbesar di kelasnya.
Jarak sumbu roda yang panjang ini secara mekanis memberikan stabilitas lebih saat melaju serta ruang kaki yang jauh lebih lapang.
Kenyamanan kabin L8 digarap dengan detail yang sangat spesifik: 9-Layer Comfort Seating bergaya first-class yang dilapisi material premium, serta Multifunctional Seat yang dilengkapi delapan moda pijat dan ventilasi tiga tingkat.
Bahkan, ada fitur Active Fragrance untuk menjaga aroma kabin tetap menenangkan. Semua ini adalah upaya rasional untuk menjawab kebutuhan masyarakat urban yang sering terjebak kemacetan dan membutuhkan "ruang pelarian" yang tenang.
![Bukan Sekadar Mobil Listrik: Siasat Lepas Mengawinkan Desain Macan Tutul dengan Takhta Fashion]()
Di sisi lain, Lepas E4 hadir sebagai representasi SUV murni listrik dengan bahasa desain Leopard Aesthetics. Terinspirasi dari kelincahan macan tutul, E4 menampilkan siluet streamline dengan garis tegas yang tidak hanya estetis, tetapi juga mengoptimalkan aerodinamika kendaraan listrik.
Fokus pada desain ini menunjukkan bahwa Lepas mengincar konsumen yang memandang kendaraan sebagai bagian dari ekspresi diri di tengah ritme hidup kota yang dinamis.
![Bukan Sekadar Mobil Listrik: Siasat Lepas Mengawinkan Desain Macan Tutul dengan Takhta Fashion]()
Segmen premium di Indonesia mulai jenuh dengan fitur-fitur teknis yang rumit. Pendekatan Lepas yang mengedepankan peace of mind dan keselarasan desain dipandang sebagai langkah cerdas untuk masuk ke celah konsumen yang lebih mengutamakan kualitas hidup daripada sekadar angka spesifikasi di atas kertas.
Bagi Yosafat Dwi Kurniawan, prinsip otomotif dan fashion kini telah melebur. "Elegansi lahir ketika desain terasa nyaman, fungsional, dan mencerminkan karakter pemakainya," ungkapnya.
Dengan menyatukan teknologi baterai, platform stabil, dan kenyamanan kabin layaknya ruang tunggu kelas satu, Lepas mencoba membuktikan bahwa di tahun 2026, mobil bukan lagi sekadar alat mobilitas, melainkan perpanjangan dari identitas diri yang berkelas.
Brand pendatang baru di segmen New Energy Vehicle (NEV) premium, Lepas, mencoba menawarkan narasi yang berbeda: kemewahan adalah tentang ketenangan dan rasa nyaman yang tidak berlebihan.

Melalui peluncuran dua model andalannya, Lepas L8 SUV PHEV dan Lepas E4 SUV EV, produsen ini berupaya menggeser paradigma "premium" dari pamer kekuatan menjadi pernyataan gaya hidup yang personal.
Strategi ini dipertegas dengan menggandeng sosok dari dunia fashion, Miss Universe Indonesia 2025 Sanly Liu dan desainer Yosafat Dwi Kurniawan, guna memberikan legitimasi bahwa kendaraan kini setara dengan busana high-end—harus fungsional sekaligus mencerminkan karakter pemakainya.
“Bagi konsumen modern, premium adalah tentang rasa tenang, nyaman, dan percaya diri dalam setiap momen berkendara,” ujar Arga Simanjuntak, Head of Marketing Lepas Indonesia. Logika yang dibangun Lepas adalah effortless; kemewahan yang dirasakan secara alami tanpa perlu kesan yang dipaksakan.

Secara teknis, Lepas L8 mencoba memenangi persaingan SUV Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) melalui keunggulan dimensi. Dibangun di atas LEX Platform, mobil ini memiliki wheelbase mencapai 2.800 mm—angka yang diklaim terbesar di kelasnya.
Jarak sumbu roda yang panjang ini secara mekanis memberikan stabilitas lebih saat melaju serta ruang kaki yang jauh lebih lapang.
Kenyamanan kabin L8 digarap dengan detail yang sangat spesifik: 9-Layer Comfort Seating bergaya first-class yang dilapisi material premium, serta Multifunctional Seat yang dilengkapi delapan moda pijat dan ventilasi tiga tingkat.
Bahkan, ada fitur Active Fragrance untuk menjaga aroma kabin tetap menenangkan. Semua ini adalah upaya rasional untuk menjawab kebutuhan masyarakat urban yang sering terjebak kemacetan dan membutuhkan "ruang pelarian" yang tenang.

Di sisi lain, Lepas E4 hadir sebagai representasi SUV murni listrik dengan bahasa desain Leopard Aesthetics. Terinspirasi dari kelincahan macan tutul, E4 menampilkan siluet streamline dengan garis tegas yang tidak hanya estetis, tetapi juga mengoptimalkan aerodinamika kendaraan listrik.
Fokus pada desain ini menunjukkan bahwa Lepas mengincar konsumen yang memandang kendaraan sebagai bagian dari ekspresi diri di tengah ritme hidup kota yang dinamis.

Segmen premium di Indonesia mulai jenuh dengan fitur-fitur teknis yang rumit. Pendekatan Lepas yang mengedepankan peace of mind dan keselarasan desain dipandang sebagai langkah cerdas untuk masuk ke celah konsumen yang lebih mengutamakan kualitas hidup daripada sekadar angka spesifikasi di atas kertas.
Bagi Yosafat Dwi Kurniawan, prinsip otomotif dan fashion kini telah melebur. "Elegansi lahir ketika desain terasa nyaman, fungsional, dan mencerminkan karakter pemakainya," ungkapnya.
Dengan menyatukan teknologi baterai, platform stabil, dan kenyamanan kabin layaknya ruang tunggu kelas satu, Lepas mencoba membuktikan bahwa di tahun 2026, mobil bukan lagi sekadar alat mobilitas, melainkan perpanjangan dari identitas diri yang berkelas.
(dan)
Lihat Juga :